
"Ga usah rey. Gua percaya itu temen dia engga lebih" Kata adin meyakinkan.
"Yang kaya gitu lu bilang temen din? Udah pernah kita bilangin din dari bulan bulan kemarin geh, kalau dia itu selingkuh. Tapi lo tetep bilang kalau dia cuma temen? Sekarang lo udah liat bukti nya tetep lo bilang kalau mereka cuma temen?" Ucap Rey dengan penuh emosi.
"Gua yakin rey" Ucap adin meyakinkan.
"Kalo lo ga mau nyamperin gue yang bakal samperin dia" Ancam intan.
"Ga usah, gua punya ide" Kata aul menimpal.
"Ide apa?" Kata intan.
"Tapi lo ga boleh nangis din. Lo harus kuat. Ini bukti dari ucapan kita, dan lo harus udahin semua ini" Kata aul.
"Baiklah" Kata adin.
"Lo sekarang telpon dia, kalau di angkat lo tanya dia dimana, kita liat dia bohong atau engga. Kalau dia bohong elo samperin dia oke" Usul aul.
"Oke" Jawab adin.
Adin pun menghubungi chandra..
Adin : Hallo ka?
Chandra : Iya kenapa?
Adin : Kaka lagi dimana?
Chandra : Aku lagi ngerjain tugas sama temen ku.
Setelah mendengar jawaban chandra, adin pun pelan pelan menghampiri mereka berdua.
Adin : Yang bener ka?
Chandra : Iya,
Adin : Kaka ngerjain tugas nya dimana?
Chandra : Di rumah Rian.
Adin : Sama siapa ka?
Chandra : Sama Rian.
__ADS_1
Adin : Kaka yakin?
Chandra : Iya. Emang kenapa?
Adin : Kaka bisa nengok ke belakang engga?
Chandra pun menengok ke belakang dan dia menemukan sosok adin yang sedang tersenyum ramah. Telpon pun di matikan.
"Haaay kaa" Sapa adin dengan senyum ramah nya.
"Aaaa........ Aadin" Ucap chandra gugup dan membulatkan mata nya karna kaget melihat adin ada di sini.
"Iya ini aku. Hay ka putri apa kabar?" Sapa adin kepada putri.
"Baik" Jawab putri ketus.
"Boleh aku duduk di sini bersama kalian?" Tanya adin kepada chandra dan putri. Mereka yang mendengar nya hanya saling tatap karena mereka tidak tahu haru menjawab apa.
"Baiklah baiklah walaupun kalian ga izinin aku akan tetap duduk disini" Ucap adin sambil memberikan nyengir kuda nya.
"Kalian sedang apa disini? Kata kaka, kaka lagi ngerjain tugas. Kira kira tugas apa? Ko kalian cuma berdua? Ga ada buku apa apa juga tuh disini" Tanya adin yang tidak ada henti nya membuat yang mendengar nya pun bingung untuk menjawab apa, karena tidak bisa untuk mengelak.
"Haha itu aku tadi emang lagi ngerjain tugas, terus udah selesai anak anak yang lain juga baru pada pulang" Jawab chandra sambil mengusap belakang leher nya karena ia sangat gugup.
Sebelum chandra menjawab, sudah ada suara lain dari arah belakang.
Prok... Prok... Prok... "Kau sungguh sangat hebat bang, gue salut oke gue salut" Ucap rey sambil bertepuk tangan.
"Lo" Kata chandra terkejut.
"Kaget? Ga usah kaget bang gue udah tau semuanya" Ucap rey sambil melihat ke arah putri "Hay wanita penggoda" Sapa rey kepada putri.
"Rey ga boleh gitu. Dia bukan wanita penggoda dia wanita baik-baik" Bela adin.
"Andai lo terima cinta gue, gue ga akan nyakitin lo kaya dia" Kata rey dengan penuh penekanan.
"Apa maksud lo rey?" Kata chandra.
"Lo harus nya sadar, gimana susah nya dapetin adin sebelum nya. Dan ketika lo udah dapet lo malah sia siain dia demi wanita penggoda ini" Kata rey.
"Heh denger ya. Gue bukan wanita penggoda. Emang dasar temen lo nya aja yang ga bisa jaga cowo nya" Ucap putri dengan penuh emosi.
"Wah wah wah anda benar Nona aku memang tidak bisa menjaga cowo ku. Tapi aku beruntung untuk hari ini, karena mulai saat ini aku tidak ada lagi hubungan dengan pria ini. Karena penghianat lebih cocok dengan sang penggoda" Kata adin sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Apa maksud mu din?" Tanya chandra.
"Mulai sekarang kita PUTUS" Ucap adin sambil menekan kan kata 'PUTUS'
"Engga bisa. Gue ga mau lo tinggalin gue" Kata chandra sambil menahan tangan adin.
Brug..
Satu pukulan lepas dari tangan rey "Lepas tangan adin" Kata rey sambil menepis tangan chandra dan adin.
Chandra pun melepaskan tangan nya dan rey menarik tangan adin dan berkata "Heh cewe penggoda lo jaga tuh cowo penghianat, gue harap lo ga bakal ngalamin hal yang seperti sekarang" Rey pun meninggalkan cafe bersama dengan adin intan dan juga aul.
Setelah mereka berempat keluar dari cafe, adin dan rey di kejut kan dengan kedatangan ferdinan, karena mereka berdua tidak tahu bahwa intan sudah menghubungi ferdinan untuk datang ke cafe. Ferdinan datang ke cafe itu karena ferdinan dapat panggilan telpon dari intan, intan pun menceritakan semua yang sedang terjadi di cafe, ferdinan pun bergegas pergi ke cafe saat mendengar cerita intan.
Ferdinan pun yang melihat adin langsung mendekat ke arah adin.
"Adin kamu gapapa? Ada yang luka?" Tanya ferdinan sambil membolak balikan badan adin.
"Haduh fer pala gua pusing ini kalau lo terus bolak balikin bada gue" Kata adin kesal.
"Eh iya hehe sorry sorry" Kata ferdi meminta maaf.
"Mana cowo nya gue samperin nih. Gue kasih jurus maut kucing hitam andalan gue" Kata ferdinan sambil memasang kuda kuda nya.
"Hahahaha lo mau ngapain fer?" Tanya rey sambil tertawa.
"Awas gue mau masuk mau gua kasih tampolan dari gue" Kata ferdinan sambil membenarkan posisi nya.
Tak ada yang melarang kepergian ferdinan. Karena ferdinan yang sudah terlihat sangan bersemangat untuk melakukan hal yang ia ingin kan. Ferdinan pun masuk ke dalam cafe tersebut dan langsung mencari keberadaan chandra. Tapi sangat di sayang kan chandra sudah tidak ada lagi di tempat nya, ia sudah pergi bersama dengan putri. Ferdinan pun mengumpat kesal dan kembali lagi ke arah adin. Dengan raut wajah yang kecewa dan lesu ferdinan mengahampiri mereka.
Rey yang melihat nya pun hanya mencebikan bibir nya saja seraya meremehkan ferdinan "Huh katanya mau nampol pake jurus maut kucing hitam tapi malah begini. Apa jangan jangan dia lebih jago?" Kata rey meremehkan. Rey memang sudah akrab dengam ferdinan, bukan hanya rey. Intan, aulia, ratna dan rijal pun sudah sangan kenal dengan ferdinan karena memang sebelum mendekati adin ferdinan mendekati sahabat sahabat nya terlebih dahulu.
"Orang nya sudah tidak ada" Jawab ferdinan lesu.
"Yasudah lebih baik kita pulang" Ajak adin.
Ketika ferdinan mendengar suara adin, ferdinan pun menarik nafas panjang dan menghampiri adin.
"Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya ferdinan sambil menatap mata bulat nya adin.
"Aku gapapa ko" Jawab adin sambil tersenyum.
"Syukur lah. Jangan sedih karena hidup bukan hanya tentang pria saja. Jadikan ini sebagai sebuah pelajaran. Jangan selalu mengingat dia. Disini kamu masih punya aku, rey, ratna, intan, aulia dan juga rijal. Kita disini akan selalu ada untuk kamu jadi jangan sedih lagi yah" Kata ferdi menengkan yang hanya di jawab oleh anggukan dan senyuman saja oleh adin. Rey yang melihat ke akraban mereka juga akhirnya terlintas pikiran konyol nya untuk menggoda mereka berdua.
__ADS_1