
Hari demi hari telah dilewati bersama. Semakin hari hubungan mereka semakin banyak godaan nya. Tetapi hal itu tidak pernah di ambil pusing oleh adin, nampak nya adin menanggapi hal itu dengan santai. Bukan tanpa sebab adin melakukan hal itu, tapi memang ia tidak ingin memperkeruh suasana dan tidak mau menghambat hubungan mereka yang sudah berjalan setahun lebih. Yaaa memang setahun lebih ini hubungan mereka jauh dari kata pertengkaran, karena memang mereka berdua tidak pernah ingin di hubungan mereka ada pertengkaran. Padahal karna itu, kepercayaan mereka menjadi bumerang dalam hubungan mereka sendiri. Di sisi lain adin yang selalu jujur akan kehidupan nya, beda hal nya dengan chandra yang selalu menutupi semua nya.
Berulang kali chandra sudah di ingatkan oleh sahabat nya itu, tetapi ia tetap tidak mau mendengarkan perkataan sahabat nya itu. Ia tetap dengan pendirian nya. Sampai adin merasakan hal itu, merasakan ada yang beda dengan sikap nya chandra tidak seperti kemarin kemarin.
Ketika di sekolah adin selalu melihat ke akraban chandra dengan putri. Padahal awal nya chandra sangat menjauhi putri. Sampai ia pun bertanya kepada rian akan hal itu.
"Ka rian?" Sapa adin.
"Eh iya din ada apa?" Tanya rian.
"Boleh aku duduk disini ka?" Tanya adin.
"Boleh, silahkan" Rian mempersilahkan adin untuk duduk.
"Oh ya ka, ngomong ngomong ko kaka tumben sendiri ka chandra mana ya?" Tanya adin yang membuat rian tersedak saat minum.
Uhuk... Uhuk... Uhuk...
"Loh kaka kenapa? Pelan pelan dong ka" Ucap adin.
"Ah aku? Aku ga..... Gapapa ko din santai" Jawab rian gugup.
"Kaka kenapa ko gugup? Oya kaka belum jawab pertanyaan dari aku, ka chandra mana ka?" Tanya adin lagi.
"Oh itu.... Dia..... Dia...." Ucap rian terpotong karena ia bingung harus berkata apa untuk menutupi kebohongan sang sahabat nya itu.
"Dia apa ka?" Tanya adin dengan penuh selidik.
"Ah dia lagi sibuk din, lagi banyak tugas kelompok akhir akhir ini. Mangkanya dia ga sama aku ke kantin nya" Jawab rian cepat.
"Apa benar ka?" Tanya adin lagi.
__ADS_1
Sebelum rian menjawab ucapan nya bel pun berbunyi menandakan jam istirahat telah usai. Adin pun pamit untuk pergi.
"Yaudah ka, aku permisi dulu ya mau masuk kelas" Pamit adin dan langsung meninggalkan rian tanpa menunggu jawaban rian.
"Huffttt..... Untung aja bel udah bunyi" Ucap rian tenang.
Rian pun bergegas untuk pergi ke kelas dan membicarakan tentang hal ini kepada chandra.
"Woy chand" Panggil rian.
"Apa si lo" Jawab chandra.
"Tadi cewe lo nyamperin gue di kantin" Ucap rian dengan menatap tajam kepada chandra.
"Terus?" Tanya chandra dengan tegang.
"Yaa dia nanya lo kemana tumben ga sama gua" Kata rian.
"Yaaa gua jawab aja lo lagi sibuk kerja kelompok" Jawab rian.
"Bagus" Ucap chandra dengan santai dan itu membuat rian kesal.
"Lo cuma gitu doang?" Tanya rian yang sudah kesal.
"Terus gua harus ngapain?" Tanya chandra.
"Parah lo. Udah si lo meningan jujur aja sama si adin kalau emang lo udah ga nyaman sama dia, lo udah mulai kepincut kan sama si putri?" Tanya rian dengan tegas.
"Bukan urusan lo" Ucap chandra dan meninggalkan rian.
"Gua bakal bongkar rahasia lo chand" Teriak rian tetapi chandra tidak mendengarkan nya. Dia tetap saja meninggalkan sahabat nya itu.
__ADS_1
Bel pulang pun berbunyi, adin bergegas untuk kembali kerumah nya dan mengerjakan semua tugas nya, sebelum fikiran tentang hubungan nya itu mengambil alih otak nya. Tepat di depan gerbang sekolah adin menunggu kendaraan umum untuk ia naiki. Sedang asik menunggu kendaraan umum adin di kaget kan oleh pria yang selalu mengganggu nya di sekolah. Siapa lagi kalau bukan ferdinan dan kawan kawan nya. Satu kelas juga tau kalau ferdi itu sudah menyukai adin sejak pertama kali mereka bertemu di kelas mereka. Ferdinan yang selalu mengejar adin, walaupun ferdinan juga tau kalau adin sudah memiliki hubungan dengan chandra, tetapi ferdinan tetap tidak menyerah dengan itu.
"Hay cantik" Sapa ferdi kepada adin, tapi tak ada jawaban dari adin. Karena sudah biasa di cuekin itu tidak membuat ferdi menyerah ia akan tetap terus menggoda adin.
"Adiin pulang bareng sama abang yu bareng si eneng cantik nya abang" Ajak ferdi yang sudah membawa motor ninja warna merah kesayangan nya.
"Abang abang bapa lu peang" Jawab adin ketus.
"Ayo lah cantik, dari pada nunggu lama disini, nanti kulit mu jadi hitam loh" Goda ferdi.
"Bodo" Jawab adin masih dengan ketus nya.
Saat ferdi tetap dengan menggoda nya, adin yang sudah melihat kanan kiri karena menunggu angkutan umum pun. Berhenti dengan satu pandangan. Yaaa dia melihat chandra dengan putri sedang berboncengan dengan sangat akrab. Adin pun diam ketika melihat hal itu, wajah adin pun memerah karna menahan air mata nya yang hendak tumpah karna rasa sesak di dada nya yang sangat sakit nya. Sampai ferdi menghentikan lamunan nya itu, dengan cara memukul pelan pundak adin.
"Din... Din... Lo gapapa kan?" Ucap ferdi sambil memukul pelan pundak adin.
"Ah iya gue gapapa ko fer" Jawab adin sambil menetral kan perasaan nya.
"Lo serius gapapa din? Ko muka lo merah gitu. Lo lagi sakit?" Tanya ferdi.
"Iya gue gue gapapa ko fer, gue cuma kelelahan aja" Ucap adin bohong.
"Gue ga percaya. Yaudah yu pulang bareng gue aja gue anterin din" Ajak ferdi lagi dan hanya di jawab sebagai anggukan saja oleh adin yang menandakan bahwa ia mau pulang bareng dengan ferdi.
Di tengah perjalanan ferdi pun mulai merasakan ada yang aneh dari adin, dan ia memutuskan untuk mencari tahu nya sendiri nanti. Yaa begitulah sifat ferdi, yang lebih banyak mencari tahu sendiri dari pada harus menanyakan nya kepada adin. Karena setiap menanyakan nya adin selalu berkata bahwa ia tidak apa apa atau baik baik saja.
Ferdi pun memang sudah tau tentang hubungan chandra dengan putri. Maka dari itu ferdi mau mendekati adin lagi. Karna ia merasa kasihan kepada adin dan merasa bahwa ia harus memperjuang kan cinta nya dan membuat adin sebagai tanggung jawab nya. Itu lah janji ferdi dalam hati nya.
***
Di tempat lain, ada seseorang yang melihat gerak gerik ferdi dan adin. Siapa lagi kalau bukan rian yang melihat mereka. Rian yang sudah tau tentang ferdi dan adin pun menyetujui apa yang dilakukan oleh ferdi. Karena menurut rian ferdi lah yang pantas untuk adin. Karena chandra sudah berani mengkhianati hubungan nya karena ia sudah terpincut kembali oleh rayuan manja nya putri
__ADS_1