
Chandra yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya adin sudah sadar sedari tadi. Adin yang masih mengumpulkan tenaga nya agar bisa melawan semua anak buah chandra. Karena memang tubuh adin yang benar-benar terasa sangat lemas karena tidak memiliki kekuatan apapun.
***
Ferdi dan kawan kawan sudah mulai memasuki kawasan milik chandra, nicholas yang mulai berhati-hati dalam berkendara, karena memang mereka harus waspada.
Di depan jalan yang akan di lewati oleh ferdi agar bisa sampai di villa milik chandra, ferdi dan yang lain nya sudah di cegat oleh anak buah milik chandra.
Ferdi dan yang lain nya pun turun, terkecuali intan dan juga friska karena ferdi yang melarang mereka untuk turun walaupun sebenarnya mereka berdua juga sangat jago bela diri, anak buah yang sudah di perintah kan oleh ferdi pun tak kalah siap, mereka juga menyerang ketika sudah di perintahkan oleh ferdi. Senjata api pun sudah mulai terdengar dengan sangat kencang.
Bug..
Bug...
Duar..
Duar...
Bug..
Setelah setengah jam mereka melawan, akhirnya tim ferdi yang dapat mengalahkan semua anak buah milik chandra.
Anak buah ferdi kembali ke tempat persembunyiaan nya. Ferdi dan yang lain melanjutkan perjalanan nya menuju villa chandra.
Sampai lah di villa yang di maksud oleh rian. Mereka tidak berhenti tepat di depan villa tersebut, tetapi mereka berhenti di tempat yang sudah di sediakan oleh anak buah ferdi agar bisa melancar kan rencana nya, Rian yang keluar terlebih dahulu sebelum yang lain nya, agar chandra tak merasa curiga. Nicholas sudah menyiapkan kamera yang berada di pulpen yang di simpan di kantong kemeja milik rian, agar ferdi dan Nicholas dapat melihat situasi di dalam.
Rian berjalan dengan santai tanpa raut wajah yang mencurigakan. Rian mulai mendekat ke arah villa, dan sampai lah tepat di depan pintu depan villa tersebut.
Rian masuk dengan membuka pintu seperti biasanya.
__ADS_1
"Woy chand" Panggil rian.
Rian yang menatap kearah sekeliling sangat lah sepi tanpa suara apa pun. Kemudian ia duduk di sofa ruang tamu, sesaat chandra datang untuk menemui rian.
"Woy" Sapa chandra.
"Wet, widih dari mana aja lo?" Tanya rian.
"Ada gue"
"Eh ko lo tau gue ada disini?" Tanya rian.
"Gue tadi emang sengaja mau kedepan liat ada lo, yaudah gue duduk" Jelas chandra.
"Terus lo kenapa bisa tau gua ada disini?"
"Fealing is the good hahaha" Celoteh rian.
"Pengen maen aja" Jawab rian santai chandra hanya manggut-manggut saja.
"Ayo gue mau keliling tempat ini udah lama juga" Ajak rian karena ini adalah salah satu dari rencana nya.
Chandra dan rian pun beranjak dari sofa itu. Mereka melihat ke sekeliling villa itu, nampak jelas terlihat di kamera yang sudah berada di kantong kemeja milik rian.
Dimobil yang di dalam nya sudah ada nicholas, friska, ferdi, rey dan juga intan mereka melihat dan mendengar dengan jelas apa yang di lakukan dan di bicarakan oleh rian dan chandra.
Ferdi dan yang lain nya pun menyusun rencana lagi, sampai akhir nya mereka terdiam saat rian dan chandra berhenti di depan pintu yang sudah ada dua penjaga dengan berbadan besar dan juga berotot. Mereka yakin bahwa adin ada di dalam kamar tersebut.
Friska, rey, dan juga intan hanya bisa menelan saliva nya ketika melihat dua penjaga yang berbadan besar itu. Tapi beda hal nya dengan ferdi, hans dan juga nicholas, mereka bertiga hanya mengeluarkan ekspresi dingin.
__ADS_1
Mereka berenam diam dan melihat dengan seksama ke layar laptop yang sudah tersambung dengan kamera yang sudah di bawa oleh rian.
Ketika rian sudah dengan posisi kembali seperti semula. Mereka berdua mulai turun dan menjalankan misi nya sesuai dengan rencana nya. Hans dan Nicholas yang sudah menumpahkan semua ide nya dan itu di setujui oleh ferdi maka mereka menjalankannya dengan baik.
Rey dan hans yang turun untuk menemui rian dan chandra, nicholas, friska, ferdi dan intan yang ada di belakang mereka untuk sekedar waspada, untuk anak buah chandra yang lain mereka sudah di habisi oleh anak buah ferdi.
Setelah rey dan hans masuk untuk mengalihkan fikiran chandra. Nicholas, friska, ferdi dan intan di bagi menjadi dua tim. Tim pertama ada nicholas dan friska, mereka bertugas untuk mengecohkan penjaga yang ada di depan pintu kamar adin, dan untuk ferdi dan intan mereka bertugas untuk melepaskan adin.
Chandra yang melihat rey dan hans datang agak sedikit terkejut, chandra sudah mulai curiga, tapi ke curigaan itu lenyap ketika mereka bertingkah seolah memang sengaja untuk bermain.
"Apa kabar bang?" Tanya rey.
"Baik rey. Lo apa kabar bro?" Tanya balik chandra.
"Baik gue bang baik"
"Lo ko bisa sama si hans?" Tanya chandra kepada rey.
"Tadi gue ketemu di jalan bang, motor gue tiba-tiba aja mogok pas banget bang hans lewat yaudah gue ikut, pas dia nanya gue mau kemana ternyata tujuan kita sama mau ke tempat elo" Kilah rey.
"Terus kalian mau ngapain ke villa gue tumben?" Tanya chandra curiga.
"Aelah bang, gue tadi nya mau cari penginapan sekitar sini, karena gue ada observasi gitu. Nah kebetulan gue inget lo punya villa di sini, yaudah gue ke tempat lo aja, gue sengaja ga bilang karena gue mau bikin kejutan sama lo, biar kaya orang yang pacaran gitu bang" Alasan rey.
"Lebay lo" Kata chandra.
"Kalau gue emang sengaja mau kesini, gue kan disini ga punya villa, gue bosen di tempat ka ardi terus" Jawab hans dengan santai.
Mereka mulai pembicaraan dengan santai. Tepat di lantai dua nicholas dan friska sudah memulai kan aksi nya, mereka sengaja lewat di depan para penjaga untuk mengalihkan pemandangan mereka. Karena memang pakaian mereka yang cocok dengan penyusup, akhir nya penjaga itu berteriak.
__ADS_1
"Penyusup..." Teriak penjaga itu.