
"Udah udah biarin aja, lagian gue juga bukan siapa siapa nya dia ko rey. Udah ah gua ga mau cari masalah" Ucap adin.
"Tapi din...." Ucap rey terpotong.
"Udah rey udah" Ucap adin memotong ucapan rey.
"Iya oke oke" Ucap rey.
"Eh iya, elu di omelin engga ini nantinya, ini kan udah mau malem juga" Tanya rijal.
"Kan ada rey" Jawab adin sambil menunjuk rey dan memberikan senyuman nya.
"Ko gue sih? Maksud lo apaan?" Tanya rey sambil mengangkat satu alisnya.
"Yaaaa elo yang alesan, kenapa bisa pulang sampe malem hehe" Jawab adin.
"Ko gue, ga mau gue" Tolak rey.
"Ayo lah rey" Sambil memohon dan mengedipkan matanya seraya menggoda agar mau membantunya.
"Sakit mata lu begitu begitu?" Celetuk rey.
"Ih elu mah gitu, bete ah gue. Maksud gue kan ngebujuk lu biar lu mau bantu gue" Ucap adin sambil cemberut. Rijal hanya menahan tawanya.
"Ih jijik gue liat nya" Ucap rey.
"Yaudah mangkanya bantuin gue" Adin memohon.
"Iya iya gue bantuin" Ucap rey memelas.
"Nah gitu dong, itu baru sahabat gue, iya ga jal?" Jawab adin sambil menyenggol tangan rijal.
__ADS_1
"Hahahaha iya bener bener banget" Jawab rijal sambil tertawa.
" Yaudah yuk pulang" Ajak adin.
"Ayo" Ucap rey dan rijal.
Setelah mereka keluar dari cafe, rijal dan rey pun mengantar kan adin kerumah nya. Dengan perasaan takut karna mengantarkan adin sudah hampir malam, tapi akhir nya mereka pun lolos dari banyakn ya pertanyaan yang dilontarkan orang tua adin. Rijal pun mengantar kan rey kerumah nya.
Setelah rijal mengantar kan ke rumah nya rey, tanpa masuk kerumah nya, rey bergegas kerumah chandra untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, karena rumah rey dan chandra sangat dekat.
"Bang buka pintu nya" Sambil menggedor gedor pintu rumah chandra. Yaa!! Chandra tinggal sendiri karna orang tuanya sedang berada di luar kota.
"Bang chandra bukaaaa!!!!"Ucap rey menahan emosi nya.
Ceklek (suara pintu terbuka)
"Ada apa rey?" Tanya chandra seolah olah tidak terjadi apa apa. Karna chandra tidak tau kalau adin tadi bersama dengan rey.
"Cuma salah paham" Ucap chandra.
"Apa maksud lu bang? Cuma salah paham apa maksud lo haaa?. Lu tau ga gimana hancurnya hati si adin gara gara lo bang" Ucap rey dengan penuh emosi ketika mengingat cerita dari rijal tadi.
Buugg... Buug.. Buugg...
Flashback on
"Jal, tadi lo temuin adin dimana?" Tanya rey.
"Gue tadi ketemu dia di tempat duduk pinggir toilet" Jawab rijal.
"Gimana kondisi dia saat itu jal?" Tanya rey khawatir.
__ADS_1
"....." Tidak ada jawaban dari rijal.
"Jawab jal, gua mau buat perhitungan sama cowo brengsek itu" Ucap rey menahan emosi.
"Saat pertama kali gue liat dia.." Ucapan nya terpotong, karna rijal tak sanggup menceritakan nya.
"Jangan sepotong sepotong, cepet ceritain" Ucap rey.
"Gua liat juga ga tega, rambut udah acak acakan, mata merah dan sembab, pokoknya kaya orang yang prustasi aja. Gua juga kaget liat dia kaya gitu, tapi pas gua deketin, dia langsung hapus air matanya. Dan gue langsung nyari tempat buat nenangin dia" Rijal menceritakan apa yang terjadi tadi kepada adin.
"Gue bakal bales dia" Gumam rey dalam hati sambil mengepalkan tanganya.
Flashback off
Buuukk.... (lagi lagi tinjuan mendarat di pipi chandra)
"Kalau gue tau elo bakal nyakitin adin, gua ga bakal mau kenalin dia sama lo bang, gua nyesel" Lanjut rey.
Saat rey sedang bertengkar dengan chandra. Tiba-tiba datang seorang gadis yang cantik dari arah kamar yang berada di atas. "Ka chandra" Ucap wanita itu dengan mata melotot.
"Berhenti...." Teriak wanita itu.
Rey pun menghentikan dan mencari asal suara itu. "Oh jadi cewe ini yang bikin adin nangis" Ucap rey.
"Siapa lo? Siapa adin? Gue ga kenal" Ucap wanita itu sambil membangunkan chandra.
"Lo ga perlu tau siapa gua dan adin. Asal lo tau, gua bakal bikin perhitungan sama lo dan juga dia" Ucap rey dengan emosi sambil menunjuk chandra.
"Rey duduk dulu, gue jelasin semuanya" Ucap chandra.
"Gua ga perlu penjelasan lo bang, lo ga usah gangguin adin lagi. Denger itu bang" Ucap rey dengan penuh amarah dan meninggalkan rumah chandra.
__ADS_1
"Tunggu...." Ucap wanita itu.