
"Oke adin tahan emosi tahan emosi, percuma kalau kamu terus marah marah kalau misalkan ga di dengerin ama orang itu mah" Ucap adin sambil menenangkan diri nya.
"Lebih baik sekarang kamu mandi, terus ngerjain tugas dari pada mikirin si kutu kupret itu" Lanjut adin.
Adin pun bergegas ke kamar mandi, setelah beberapa menit kemudian ia kembali dan mengerjakan tugas tugasnya. "Haaah.... Akhirnya tugas ku selesai juga" Ucap adin. Aku sudah lama tidak mencoret coret buku itu, aku coret coret ah.
*DIARY 3
Dear ka chandra
Udah berapa hari kesini, semenjak kejadian itu, kenapa kaka jadi engga ngabarin aku? Ga ada kata maaf sekali pun dari kaka. Aku tau aku ga berhak cemburu terhadap kaka, tapi mau gimana lagi ini udah terjadi, apa kaka tau gimana rasanya jadi aku? Udah nunggu nunggu eh sekali nya liat kaka, kaka malah sama cewe lain. Ke aku nya juga jadi kesel. Aku mencoba untuk menerimanya, mencoba untuk tersenyum, untuk bahagia. Asal kakak tau aku masih nunggu penjelasan kaka ko. Terimakasih ya ka udah ngasih rasa yang tak jelas pada ku, aku sangat sangat berterima kasih kepada kaka.
I love you ka chandra*.
Tok.. Tok... Tok... Ketukan pintu membuat adin tersadar dari lamunanya
__ADS_1
"Adiin, buka pintunya" Teriak sang mama.
"Iya ma" Ucap adin sambil membuka kan pintunya.
"Kamu lama sekali di kamar, apa tugas mu sangatlah banyak sampai - sampai makan malam mu terlewat?" Ucap sang mama.
"Ah iya mah, ini baru selesai" Jawab adin.
"Yasudah kamu bereskan, kemudian kamu makan dulu ya, baru kamu istirahat" Ucap mama.
"Yasudah mama keluar ya" Ucap mama adin sambil keluar dari kamarnya.
"Iya ma" Jawab adin sambil menutup kan pintu.
"Haaah, untung saja tidak ketahuan kalau aku abis melamun. Adin adin kamu masih di beri keberuntungan hari ini" Ucap adin sambil membereskan semuanya dan bergegas keluar kamar untuk makan malam. Setelah selesai adin pun keluar kamarnya dan bergegas untuk makan.
__ADS_1
"Hay mah, hay pa.." Sapa adin.
"Hay juga sayang, sudah sana kamu makan dulu takut sakit" Titah sang bapa nya
"Oke pak bos" Ucap adin sambil mengambil makanan dan langsung menyantapnya. Setelah selesai makan adin pun berpamitan lagi kepada kedua orang tua nya untuk bergegas kembali ke kamarnya. "Pa, mah aku ke kamar ya" Ucap adin.
"Sudah makan nya?" Ucap sang ayah.
"Sudah pa" Jawab adin.
"Yaudah kamu ke kamar gih, jangan begadang ya" Ucap mama.
"Iya mah" Jawab adin. Adin pun bergegas ke kamar nya, dan mengambil ponsel nya yang sejak tadi tidak dia sentuh dan dia silent agar tidak ada yang mengganggu nya ketika sedang mengerjakan tugas.
Ketika melihat ponsel nya, notifikasi pada layar ponsel nya sudah penuh dengan chat chat yang berdatangan dari grup nya itu. Yaaa, memang hanya grup yang terdapat teman-temannya saja lah yang tidak pernah mati, pasti saja akan selalu ramai, dan itu membuat mood siapa pun akan kembali normal ketika melihat pesan pesan yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Adin pun membuka satu persatu isi pesannya itu, tetapi tidak ada satu pun pesan dari seseorang yang sedang di tunggu, siapa lagi kalau bukan dari chandra, hanya pesan dari chandra lah yang masih teratas dalam kerinduan yang sudah menempel pada benak adin.