Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Peringatan Yang di Berikan Oleh Hans


__ADS_3

"Gue cuma mau bilang jangan ganggu hubungan adin dan ferdi lagi"


"Apa urusan lo?"


"Lo mau tau siapa ferdi sebenarnya?"


"Yaa.."


"Dia adalah sepupu gue!!" Teriak hans.


Yaa... Yang datang ke rumah chandra saat ini adalah hans, karena hans yang sudah tidak bisa tinggal diam karena hubungan sang sepupu yang mulai di hancurkan oleh sahabat nya itu.


"Hahahaha omong kosong" Kata chandra.


"Gue serius, dia sepupu gue. Dia adalah Ardiansyah Ferdinan Wijaya putra pertama dari Fiko wijaya dan pricillia maharani wijaya, dia yang di panggil ardi dalam keluarga kami dan ferdi di luar keluarga kami. Ferdi adalah tipe orang yang sangat pekerja keras, ia tidak mau mengandalkan harta kekayaan dan kekuasaan yang orang tua nya miliki. Maka dari itu ia mengambil kedokteran dalam cita-cita nya. Sudah hentikan semua rencana mu sebelum ferdi menghabisi mu chand" Jelas hans dengan santai.


"Hahahaha tidak akan, aku tidak akan mundur untuk ini. Aku akan tetap mengajar adin, adin hanya untuk ku bukan untuk orang lain" Kata chandra dengan penuh penekanan.


"Aku sudah memperingatkan mu chand, aku harap kau mendengar kan ku. Aku pergi dulu" Kata hans sambil menepuk-nepuk pundak chandra.


Hans pun meninggalkan kediaman chandra, dan segera pergi menuju kediaman ferdi. Karena ia ingin meminta maaf kepada kaka sepupu nya itu.


Chandra yang merasa geram dengan apa kenyataan yang ia dapatkan sekarang. Karena ia bertarung bukan dengan orang biasa melainkan dengan orang yang mempunyai kawasan luas dan kekuasaan yang tinggi. Ia sudah memikirkan dengan apa yang akan terjadi pada nya jika ia tetap terus mengejar wanita nya itu.


"Aku akan tetap mengambil yang seharusnya jadi milikku. Aku tidak akan rela jika adin bersama orang lain" Kata chandra dengan penuh amarah nya.


***


Di ruang kerja milik ferdi


Sudah terdapat dua orang yang sedang serius yang ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"Bos, ini berkas yang harus anda tanda tangani" Nicholas memberikan dokumen tersebut agar di tanda tangani oleh ferdi. Ferdi pun menandatangani berkas tersebut. Setelah selesai dengan berkas tersebut nicholas pun melanjutkan pembicaraan nya.


"Bos sekarang chandra sedang menjalankan rencana nya tanpa bantuan dari para sahabat nya termasuk tuan muda hans bos. Tuan muda hans memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan chandra karena ia mengetahui bahwa hubungan Anda yang akan ia hancurkan. Chandra yang mulai menjalankan rencana nya di mulai dari menghubungi nona muda adin bos. Sudah dua hari ini chandra menghubungi nona muda adin, dengan alih alih akan merebut nona muda dari anda bos. Nona muda adin sudah di beri peringatan oleh sahabat nya intan agar memberitahukan kepada mu bos, tetapi nona muda menolak karena...." Ucapan nicholas terputus karena ada yang mengetuk pintu ruangan ferdi.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk..." Teriak ferdi dari dalam.


"Kaa" Panggil hans.

__ADS_1


Ferdi yang melihat bahwa itu hans pun memilih untuk mengacuh kan kehadiran nya. Ia lebih meminta nicholas untuk meneruskan perkataan nya itu.


"Lanjutkan nicholas" Kata ferdi dengan tatapan dingin nya.


Hans yang mengerti dengan sikap kakak sepupu nya itu memilih untuk diam, dan memilih untuk mendengar kan apa yang akan di katakan oleh tangan kanan kaka sepupu nya itu.


Nicholas pun melanjutkan perkataanya yang tadi sempat terhenti.


"Karena ia tidak mau menyusahkan dan merepotkan bos terus menerus. Ia memilih untuk intan merahasiakan semua nya, tetapi nona muda juga meminta bantuan kepada sahabatnya itu, tetapi intan meminta satu syarat jika ia membantu nona muda" Jelas nicholas.


"Apa syarat nya?"


"Dia akan memberitahukan bos tentang chandra jika mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi" Kata nicholas.


"Bagus bagus" Kata ferdi sambil manggut-manggut.


"Dan mengenai tadi nona muda mengerem mendadak saat mengendarai mobil, itu karena ia mendapat kan telpon dari chandra setelah anda menelpon nona muda bos"


"Apa?!!" Teriak ferdi.


"Itu benar bos. Nona muda yang kaget dengan panggilan sayang yang di berikan oleh chandra seketika menginjak rem dengan sekali injakan dan itu membuat nona muda ngerem mendadak, untung saja mobil dan motor tidak begitu cukup ramai, akhirnya tidak terjadi kecelakaan beruntut bos"


"Tidak ada bos"


"Oke. Sekarang kau perketat penjagaan untuk nona muda, dan pasang pelacak selain di ponsel nya" Titah ferdi.


"Baik bos. Saya permisi" Pamit nicholas dan di jawab anggukan oleh ferdi.


Setelah nicholas keluar dari ruangan tersebut. Ferdi melirik ke arah hans, hans yang mengerti arti tatapan tersebut segera mendekat ke arah sang kaka sepupu nya itu.


"Kaka aku minta maaf, aku tidak tahu bahwa itu adalah ka ardi maka dari itu aku mau membantu nya"


"Jadi jika itu bukan aku, kau akan tetap membantu nya haa?" Tanya ferdi.


"Jika memang di harus kan ya mau bagaimana lagi ka"


"Dasar pria bodoh. Bagaimana kau akan menemukan cinta yang tulus jika kau selalu merusak hubungan setiap orang haa?"


"Iya ka"


"Sebenarnya aku marah pada mu. Tapi karena nicholas sudah menjelaskan semua nya, aku tidak jadi untuk marah padamu"

__ADS_1


"Apakah kaka serius?"


"Yaa!!"


"Terimakasih ka. Kaka memang sangat baik pada ku. Sebagai balasannya aku akan ikut menjaga kaka ipar ku" Kata hans.


"Terserah kau saja"


"Aku juga sudah memperingati chandra ka. Tapi dia tetap tidak takut dengan ucapan ku. Dia malah tidak percaya kalau kaka ini adalah Ardiansyah ferdinan wijaya anak pertama dari fiko wijaya"


"Jika dia tidak percaya itu lebih bagus, biarkan saja dia menganggap aku lemah"


"Apakah kaka akan menghancurkan nya?"


"Akan ku hancurkan sampai ke akar-akar nya jika ia berani menyentuh wanita ku"


"Bkah dia sudah menyentuh wanita mu ka?"


"Belum. Dia Belum menyentuh nya baru mengusik nya" Kata ferdinan dengan wajah dingin nya.


"Baiklah kalau begitu. Aku berjanji aku akan menjaga kaka ipar ku"


"Aku pegang janji mu"


"Iya ka"


Lima menit dalam keheningan, ferdi pun membuka suara kembali.


"Apakah kau akan menetap di negara ini hans?"


"Aku tidak tahu ka. Aku masih nyaman di negara ini"


"Apakah kau ingin bekerja?"


"Tidak. Aku hanya ingin menjaga kaka ipar ku saja sampai ia menikah dengan kaka"


"Kau ini. Lantas kau akan menjadi pengangguran?"


"Tidak pengangguran juga ka, aku kan akan sibuk menjaga kaka ipar"


"Baiklah terserah kau saja"

__ADS_1


__ADS_2