
Chandra : parah banget sih lo malah ngetawain gue.
Rian : Itu sih derita lo ya.
Chandra : Sue!!
Rian : Terus hubungan lo sama si putri gimana sekarang? Lo kan udah putus sama si adin.
Chandra : Yaa gue jalanin lah. Gue udah di lepasin yaa berarti gue pertahanin yang satu.
Rian : Yaaa gue sih terserah lo ya. Tapi semoga aja lo ga bakal dapet karma yang lebih sakit dari pada ini. Karna lo udah milih mutiara demi sebuah mata ikan yang busuk.
Chandra : Maksud lo apaan ngomong begitu?
Rian : Lo juga bakal ngerti dan tau kalau lo udah jalanin.
Chandra : Huh payah lo. Gue telpon lo mau minta saran yang bae kaya gimana ini malah di sumpahin begitu. Nyesel gue jadi nya.
Rian : Gua ga bisa ngasih saran apa apa lagi sekarang. Lo lebih milih dia dan lo ga pernah mau dengerin omongan gua. Terus gua harus gimana lagi? Sebagai sahabat gua cuma bisa dukung lo dari belakang. Semangat bro!!!
Chandra : Karena lo sahabat baik gue. Gue mau lo bantuin gue.
Rian : Apa lagi?
Chandra : Gue mau nyatain cinta ke si putri besok di lapangan basket. Lo harus nyiapin semua nya.
Rian : Gila lo. Baru juga lo putus udah jadian lagi aja.
Chandra : Gimana gue lah.
Rian : Gue ga mau bantuin. Males gue, lo yang mau jadian gue yang ribet.
Chandra : Kata nya sahabat yang baik. Mana bukti nya.
__ADS_1
Rian : Kalau gitu cara nya gua sih ogah jadi sahabat baik lo.
Chandra : Hahahaha. Besok ya bro oke.
Rian : Ada bayaran nya kaga?
Chandra : Gue traktir makan sepuas lo. Tapi itu pun kalau suksess.
Rian : Oke siap kalau gitu.
Chandra : Oke!!
***
Keesokan harinya di lapangan basket SMA terfavorit yang sudah dirubah sedemikian rupa oleh Rian agar terlihat menjadi romantis dan disitu pula sudah ada sosok pria tampan yang sudah memegang seikat bunga mawar merah siapa lagi kalau bukan chandra yang akan menyatakan cinta nya kepada putri. Sudah banyak murid yang hadir di tempat tersebut dengan wajah yang bingung termasuk adin dan kawan kawan nya. Setelah beberapa menit chandra pun menyiapkan diri nya dan mulai berbicara.
"Terimakasih untuk teman-teman semua nya yang telah hadir di tempat ini. Saya mohon maaf jika sudah mengganggu keresahan kalian semua. Disini saya chandra yang akan menyatakan cinta kepada seorang wanita yang telah memikat hati saya yang tak lain adalah putri" Ucap chandra dengan tenang. Membuat semua murid di situ pun terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh chandra, mereka pun langsung melirik ke arah putri.
Chandra pun memulai aksinya, ia berlutut di depan putri sambil menyodorkan bunga mawar merah nya dan berkata "Put, jujur. Aku merasa sangat nyaman saat aku berada di dekat mu. Aku ingin selalu berada di samping mu, tertawa dan bercanda bersama. Put, aku janji aku ga akan buat kamu sedih, sedih mu adalah luka untuk ku. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik untuk kamu, aku juga akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu. Apakah kamu mau menemani hari hari ku, menemani hidup ku sampai nanti? Aku akan datang kerumah mu ketika aku sudah sukses, sekarang apakah kamu mau menemani ku dari nol kita berjuang bareng bareng sampai sukses?" Tanya chandra panjang lebar.
Membuat semua murid yang mendengar bersorak dengan kata " Terima.... Terima.... Terima..." Dengan diiringi tepuk tangan.
Dan putri pun menjawab "Iya aku mau" dan mengambil bunga mawar tersebut. Sontak membuat semua murid menjadi ramai dan bersorak. Tapi tidak dengan Adin, ferdi, rian dan teman-teman nya adin. Adin pun yang melihat kejadian itu langsung meninggalkan tempat tersebut. Ia berlari ke arah kelas dan menangis sejadi jadi nya. Ferdi dan teman-teman nya pun yang melihat itu langsung menghampiri adin untuk menenangkan nya.
***
Di kelas
"Din kamu harus kuat, kamu ga boleh lemah kaya gini" Ucap Rika teman adin.
"Iya din kamu harus kuat, kamu harus bisa buktiin kalau kamu itu bukan cewe lemah" Kata Intan.
"Hiks.... Hiks.... Hiks...." Adin hanya menjawab pertanyaan dengan tangisan nya saja dan memeluk tubuh Intan.
__ADS_1
"Sabar din. Aku yakin semua akan indah pada waktunya" Ucap rika sambil mengelus rambut adin.
Tetap tak ada jawaban dari adin, yang terdengar hanya tangisan adin saja. Ferdi yang melihat itu pun mulai mendekati ke arah mereka bertiga dan mencoba menenangkan adin.
"Din" Panggil ferdinan tapi tak ada jawabam dari adin.
"Kamu harus kuat. Aku tau kamu wanita kuat, ini mungkin sudah jalan kamu yang harus seperti ini. Kamu harus tau bahwa dia bukan lah pria yang baik untuk kamu din, kamu harus bisa nerima ini semua walau sulit. Kamu harus yakin suatu saat nanti kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik lagi dari dia. Kamu ga boleh lemah kaya gini, kamu harus tunjukin kepada mereka bahwa kamu bisa bangkit tanpa mereka. Kemarin aja kamu kuat masa sekarang kamu lemah begini sih? Yaudah jangan nangis lagi ya kamu harus bisa lewatin ini semua, inget kamu ga sendiri masih ada kita disini" Kata ferdi panjang lebar.
"A.. Aku cuma ga nyangka a... Aja sama ka chandra. Secepat itukah dia melupakan aku. Hiks... Hiks... Hiks..." Jawab adin masih dengan tangisan nya.
"Sabar bep. Dia itu bukan pria yang baik buat kamu. Kamu wanita baik ga pantes sama pria brengsek seperti itu" Kata Intan.
"Iya din. Udah ya kamu jangan nangis lagi, kalau mereka liat kamu begini yang ada mereka malah seneng udah buat kamu hancur" Sambung Rika.
"Iya din bener apa yang di bilang RIka, mereka pasti seneng kalau liat kamu terluka seperti ini. Udah jangan nangis lagi ya, kamu harus bisa buktiin ke mereka kalau kamu itu bisa hidup tanpa bayang bayang mereka" Sambung Ferdinan dan hanya di jawab anggukan saja oleh adin.
"Yaudah hapus air mata nya, kamu jelek tau kalau begini" Goda rika.
"Ih apa sih" Jawab adin dengan menghapus air mata nya dan tersenyum.
"Nah gitu dong kan cantik" Goda rika.
"Terimakasih ya kalian. Aku sayang kalian" Ucap adin sambil memeluk kedua teman nya itu.
"Aku ga di peluk nih" Goda ferdinan.
"Yeeee mau aja lo di peluk peluk. Noh kambing tetangga gue aja lo peluk" Cibir adin.
"Yeeh giliran udah baikan aja malah ngeledekin gue" Ucap ferdi merajuk.
"Oh jadi lo ga ikhlas?" Tanya adin sambil memicingkan mata nya.
"Ikhlas ko cantik" Goda ferdinan.
__ADS_1