
Tepat pukul 8 malam, hans dan rian berada di kediaman chandra, tepat nya berada di tanah kelahiran chandra.
Rian yang memang meminta kepada ferdi untuk di antarakan ke tempat chandra sekarang. Ferdi yang tidak bisa mengantar kan rian karena ia harus menjaga adin yang sekarang masih merasa lemah walaupun ia berusaha untuk kuat. Akhirnya hanya hans yang menemani rian, karena memang rey yang harus beristirahat di rumah nya karena besok ia harus kembali ke rumah sakit untuk menjalankan tugas nya.
Di tempat chandra bukan hanya ada rian dan hans saja, di sana sudah ada nicholas dan juga beberapa anak buah ferdi yang berjaga sampai besok keberangkatan chandra.
Tok.. Tok.. Tok.. Ketukan pintu yang berasala dari tangan rian yang berada di kursi roda yang di dorong oleh hans.
Ceklek pintu terbuka
"Ibu.. " Panggil rian kepada mama nya chandra.
"Nak rian" Kata mama chandra, mama chandra langsung memeluk tubuh rian sahabat anak nya itu.
Kedua orang tua chandra yang sudah tau semua cerita tentang anak nya itu merasa sangat kecewa, karena hanya gara-gara pernah di kecewakan oleh wanita seperti putri ia berubah menjadi seorang pria yang sadis dan kejam.
Kedua orang tua chandra menerima semua hukuman yang di berikan oleh ferdi kepada nya. Karena mereka pun merasakan betapa sakit nya ketika di tinggal oleh orang yang kita sayangi.
"Ini rian mau minta maaf jika rian banyak salah kepada ibu" Ucap rian lirih dan mengeluarkan air mata nya.
"Tidak nak, ibu yang salah, ibu yang tidak bisa mendidik anak ibu. Maafkan chandra ya nak, gara gara chandra kamu harus seperti ini"
"Rian sudah memaafkan nya bu"
"Ayo nak masuk dulu, sudah lama ibu tidak bertemu dengan mu"
"Iya bu"
"Sini biar ibu yang mendorong kursi roda mu" Ucap ibu chandra dan kemudian di jawab anggukan oleh rian dan hans.
Ibu chandra sudah mengambil alih kursi roda tersebut, dan mendorong nya masuk ke dalam rumah nya yang sederhana itu.
"Bu dimana ayah?"
"Dia sedang ada di kamar nya nak, dia masih sangat kaget sama apa yang sudah di lakukan oleh anak laki-laki nya itu"
"Silahkan duduk nak" Titah ibu chandra.
"Oh iya bu terimakasih" Ucap Hans.
"Mau minum apa?"
"Ga usah repot repot bu"
"Ga apa apa apa, ga usah sungkan nak, lagi pula ini pertemuan pertama dan terakhir kita sebelum kami meninggalkan tempat ini"
"Ah baiklah kalau begitu apa saja bu, saya akan meminum nya"
"Baik, akan ibu ambil kan sebentar ya"
"Iya bu"
__ADS_1
Ibu chandra pergi ke dapur untuk mengambil 3 gelas minuman dan kembali lagi ke ruang tamu.
"Di minum nak" Titah ibu chandra kepada hans dan rian.
"Terimakasih bu" ucap rian dan hans bersamaan
"Oya bu dimana chandra? Aku ingin bertemu dengan nya" Tanya rian.
"Ada di kamar nya, ia mengurung diri di kamar nya setelah kami mengetahui semua kenyataan bahwa chandra sudah melakukan hal yang tidak bisa di maaf kan lagi"
"Udah bu yang udah mah udah aja, rian harap ibu bisa memaaf kan kesalahan chandra ya bu"
"Ibu udah memaafkan nya nak, bagaimana pun juga dia adalah anak ibu"
"Yaudah bu kalau gitu rian temuin chandra dulu ya bu"
"Apa perlu ibu antar?"
"Ga perlu bu, rian kesana sendiri aja. Hans kamu tunggu disini dulu sebentar"
"Oke"
Rian pun meninggalkan ibu chandra dan hans di ruang tamu, ia memutar kan roda nya agar bisa jalan menuju kamar chandra.
Di pintu kamar chandra terlihat ada nicholas yang sedang berdiri dan dua anak buah ferdi lainnya. Nicholas yang melihat rian berada tak jauh dari nya pun mendekat ke arah rian.
"Tuan, ada apa tuan kemari?"
"Aku ingin menemui chandra. Apa ferdi tidak bilang bahwa aku akan kesini?"
"Oyaudah kalau begitu, saya ingin masuk ke dalam"
"Apa perlu saya temani tuan?"
"Tidak perlu, tolong bantu saya saja dorong kursi roda ini sampai kedepan pintu kamar chandra"
"Baik tuan" Kata nicholas, nicholas pun mendorong kursi roda rian sampai kedepan pintu kamar chandra. Nicholas pun mundur kembali karena permintaan rian yang tidak ingin di temani oleh siapapun.
Ceklek.. Pintu kamar chandra di buka oleh rian. Terlihat chandra yang sedang duduk di lantai dengan posisi ia sedang memeluk kedua kaki nya. Rian terus mendekat ke arah chandra dengan memutar kan roda nya agar bisa berjalan.
Chandra yang merasa ada yang mendekat ke arah nya pun mendongakan kepala nya untuk melihat siapa yang datang ke kamar nya itu.
"Ri.. Rian" Panggil nya lirih.
"Iya chan ini gue rian" Jawab rian sambil tersenyum kikuk.
"Rian gue minta maaf sama lo. Gua khilaf yan gue khilaf" Ucap chandra lirih sambil berlari dan memeluk sahabat nya itu.
"Gue tau ko kalau lo khilaf, maka dari itu gue kesini untuk melihat kondisi elo"
"Sekali lagi gue minta maaf yan" Ucap chandra sambil melepaskan pelukan nya dan beralih mencium kaki rian.
__ADS_1
"Chandra bangun, gue ga suka elo giniin. Gue udah maafin elo" Kata rian sambil mencoba mengangkat tangan chandra agar chandra mau bangun.
"Gue ga pantes jadi sahabat elo yan gue ga pantes"
"Bangun chand. Dengerin gue, lo pantes jadi sahabat gue, lo yang terbaik dari yang terbaik bagi diri gue chand"
"Maaf yan gue udah egois. Gue ga dengerin semua omongan lo, gue ga dengerin semua nasihat elo"
"Gapapa chand. Gue tau elo itu kepala batu, jadi wajar aja kalau elo ga dengerin omongan gua"
"Sekali lagi gue minta maaf yan, mungkin ini terakhir kali nya gue ketemu dan ngobrol bareng lo sebelum gue pindah negara"
"Lo ga boleh gini chand, karena semua ini kesalahan ada di lo, lo harus bisa berubah, lo harus bisa tenang. Gue akan jengukin elo ko kesana. Semoga lo dapat hikmah nya ya chand dari kejadian ini"
"Iya yan gue udah dapet hikmah nya gimana rasa nya di tinggal sama sahabat sendiri dan mengecewakan kedua orang tua gue"
"Nah kalau gitu lo jangan ngelakuin hal yang sama lagi ya kaya sekarang. Udah cukup hari ini aja lo ngelakuin kesalahan chand. Gue harap lo bisa berubah dan lo bisa kembali seperti dulu lagi, seperti chandra yang gue kenla dulu"
"Iya yan"
"Dan semoga elo bisa cepet dapet pengganti adin ya di sana"
"Lo aja dulu yang nikah, gue mah si belakangan aja ya nikah nya"
"Yee.. Jangan gitu dong lu, waktu nya nikah ya nikah"
"Iya gue bakal nikah kalau gue udah sukses lagi"
"Gitu dong itu baru chandra sahabat gue yang gue kenal"
"Makasih lo masih mau anggap gue sebagai sahabat lo padahal gue udah berbuat jahat sama lo"
"Santai"
"Gue harap lo ga bakal lupain gue ya sampai kapan pun itu"
"Pasti. Karena lo sahabat terbaik gue"
"Oke"
"Yaudah gue mau balik dulu, ini udah malem juga. Lo harus banyak banyak istirahat buat besok keberangkatan elo"
"Oke sip. Lo ikut anterin gue ga?"
"Gimana nanti deh"
"Oke deh"
"Yaudah gue pamit"
"Oke hati-hati lo"
__ADS_1
"Siap"
Rian pun kembali ke ruang tamu dan mengajak hans untuk pulang karena memang sudah larut malam juga. Hans dan rian pun pulang kerumah nya masing-masing, sebelumnya hans mengantarkan rian pulang dulu.