Hadirnya Orang Ketiga

Hadirnya Orang Ketiga
Bonus Chapter 2


__ADS_3

"Akaa cini ain yu cama ika, ita ain macak macak" celoteh anak kecil berumur 1 tahun.


"Tapi kaka engga bisa mainnya de, kakak 'kan cowo" jawab sang anak sulung.


"Gini aja aka" celotehnya lagi sambil memperagakan cara memasak.


Kalan yang sedang memperhatikan dan Tikha yang sedang mencoba menjelaskan kepada sang kakak menjadi terkejut ketika ada mobil-mobilan yang berhasil menabrak mainan masak-masakan sang adik sipitnya itu. Mereka berdua pun melihat ke arah asal suara yang sedang tertawa renyah melihat mainan sang kembarannya sudah hancur lebur.


"Ica"


"Tisha" Ucap kedua kakak beradik itu.


"Ica kamu ko tablak mainannya aku?" tanya Tikha kepada kembarannya.


"Maaf ya atu endak cengaja ika" elaknya.


"Ade engga boleh gitu lagi ya, kasian Tikha" bukannya menjawab tapi Tisha malah menjulurkan lidahnya dan langsung berlari ke arah sang mommy yang berada tak jauh dari situ.


"Hey kau malah lari"


"Ayo Kha kita kejar Tisha"


"Iya aka" Jawab Tikha, dan akhirnya terjadilah saling kejar mengejar antara Kalan dan kedua adik kembarnya.


"Edyy.. Ahahaha" teriak Tisha ketika melihat sang daddy yang baru turun dari kamarnya.


Karena sekarang adalah hari weekend, maka dari itu rumah terlihat sangat ramai.


"Eddy tolong ica eddy" teriaknya dengan ciri khas anak kecilnya.


Sang daddy pun langsung menggendong anaknya itu "kenapa sih anak daddy?"


"Ica"


"Tisha" teriak kalan dan Tikha secara bersamaan.


Ardi dan Tisha pun menoleh ke arah Tikha dan Kalan yang mencarinya.


"Eddy turunin Tisha eddy"


"Iya eddy tulunin ica na"


"Endaaak" Jawab Tisha dengan tangan yang melingkar di ceruk leher nya.


"Kenapa sayang kenapa?"


"Eddy cepat"


Daddy pun memilih untuk duduk di sofa keluarga "Dapat kamu"

__ADS_1


"Aaaa aka anan ka geli hahaha" Teriak Tisha dengan gelak tawa nya karena di kelitiki oleh Kalan dan juga Tikha.


"Lasain amu ya lasain" Kata tikha dengan gelak tawa nya juga.


"Mas ini teh nya" Kata Mommy.


"Iya sayang" Jawab Ardi sambil menyesap teh nya.


"Mas aku engga nyangka kalau kita udah punya anak tiga ya" Kata Mommy sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Iya sayang, aku juga engga nyangka"


"Terimakasih udah kasih aku anak 3"


"Tapi aku mau nambah, gimana dong?"


"Ih mas"


"Hahaha becanda sayang, kalau Allah kasih lagi gimana?"


"Aku akan tetap terima mas"


"Istri idaman"


Cup.. Kecupan lolos di pusaran kepala sang mommy.


"Boleh mas"


"Oke, mas akan bilang kalau kita kesana"


"Yaudah, aku kasih tau anak-anak dulu" Katanya dan di angguki oleh Ardi.


"Kalan, Tikha, Tisha"


"Yes mom" Jawab ketiganya.


"Kita kerumah kakek dan nenek yuk mau?"


"Mau mom" Jawab ketiganya bersamaan.


"Yaudah kalau gitu ayo kita siap-siap dulu"


"Ayo mom"


"Yaudah kak Kalan mandi dulu ya nanti mom siapkan bajunya"


"Baik mom"


***

__ADS_1


"Assalamualaikum"


"Accallamualikum" Ucap keluarga Ardi bersamaan.


"Waallaikum salam" Jawab keluarga besar Wijaya.


"Eh cucu kembar nenek"


"Apa kabar Kalan?" Tanya sang kakek.


"Baik kek"


"Sini nak duduk"


"Iya kek"


"Ich ada owo anteng" Goda Tisha centil.


Selain tomboy tisha memang agak centil kepada Ardan sepupunya itu. Mungkin karena memang sudah sangat dekat.


"Heh kamu masih kecil udah tau aja sama yang ganteng" Ledek Friska.


Mendengar ucapan Friska semuanya pun tertawa melihat tingkah Tisha.


"Hai Ica" Sapa Ardan kepada Tisha.


"Ica ini puna aku, ini towo aku tau" Kata Tikha.


Ardan hanya menggelengkan kepalanya saja, karena merasa gemas dengan kedua sepupu kembarnya itu.


"Aka adan ita ain yuk, ita ain boya"


"Ain oneka aja yu"


"Boya"


"Oneka"


"Boya"


"Oneka"


"Udah udah. Ika sama ica main bareng ya, ka Ardan mau main sama kakak, berdua" Kalan menengahi.


"Endak" Ucap Tikha dan Tisha bersamaan.


Ardan dan Kalan pun saling tatap ketika kedua nya mengehentak Kalan.


Tak lama terdengar suara tangis dari keduanya. Keluarga besar pun menggelengkan kepalanya sembari tertawa renyah melihat tingkah lucu dan gemas dari si kembar.

__ADS_1


__ADS_2