Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)
Nge-lag


__ADS_3

"Haah...Segar..." ucap Andara saat ia keluar dari kamar mandi.


Gadis itu sama sekali belum menyadari dengan keberadaan Roy di sana. Ia dengan santainya mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk. Berjalan perlahan membelakangi Roy dengan handuk yang melilit tubuhnya.


"Orang ini belum pulang juga? Betah sekali dia di sana. Tuh kan... Jengkel nya masih ada. Percuma aku berendam lama-lama," gerutunya sambil melihat ke ruang tamu.


Roy terpaku di kursi, antara terpana dengan pemandangan di hadapannya dan juga kata-kata yang diucapkan oleh Andara.


"Eh?! Kamu sudah pulang ternyata?" tanya Andara setengah terkejut saat ia berbalik. Gadis itu lalu berjalan menghampiri Roy. Ia benar-benar tidak peka dengan keadaan Roy saat ini.


"Hei...Halo... Roy... Kenapa kamu malah melamun?"


"Hah? "


Roy menatap Andara yang sudah berdiri di hadapannya sambil mengibaskan-ngibaskan tangan di depan wajahnya.


"Apakah pertemuan mu dengan Thanit menyenangkan? Kalau kamu belum puas, kenapa kamu sudah pulang? Sana saja main lama-lama." Andara duduk dan memalingkan wajahnya sambil cemberut.


"Aku bahkan tidak tau Thanit berada di mana saat ini. Tunggu, apa kamu cemburu?"


"Hah? Mana ada? Sudahlah, aku mau ganti baju."


Roy tersenyum dan berniat menjaili Andara. Namun Andara bangkit dari kursi itu sambil masih cemberut, sebenarnya untuk menutupi rasa malunya.


"Hei, tunggu."


Roy berniat menarik tangan Andara, namun bukan tangan yang ia dapatkan, melainkan kain tebal yang melilit tubuh istrinya. Alhasil kain itu terlepas dan akhirnya kedua orang itu melotot ke arah yang sama.


.


.


.

__ADS_1


Andara terdiam di kamar dengan degup jantungnya yang berdetak sangat kencang. Gadis itu merasa tidak karuan. Ia sungguh merasa sangat malu karena kejadian yang tidak terduga tadi di dapur.


Andara seolah ingin masuk kedalam lubang besar dan bersembunyi di sana saking ia merasa malu. Andara menutupi wajahnya dengan tangan yang gemetar.


Kalau bisa, ingin sekali ia berteriak saat ini. Namun Andara hanya bisa menjerit dalam hati.


'Aaaa... Benar-benar memalukan. Kenapa terjadi hal seperti itu? Lihatlah bagaimana wajah Roy barusan, dia pasti ilfeel padaku. Haaa...'


Andara duduk di kasur dan menendang-nendang selimut yang berada di sana, membuat penampilan ranjyangnya sangat berantakan.


Sementara itu, Roy yang masih berada di dapur hanya diam mematung. Jiwanya seolah pergi melayang bersama kupu-kupu. Namun beberapa kupu-kupu saat ini sedang berada di dekatnya dan menggelitik tubuhnya.


Jika digambarkan, otak Roy saat ini hanya seperti garis putus-putus yang berputar. Roy benar-benar tidak bisa berpikir.


Otaknya buntu pada kejadian dimana ia baru pertama kalinya melihat pemandangan seperti itu. Pemandangan yang tidak pernah ia lihat seumur hidupnya. Pemandangan yang saat ini malah membuat otaknya nge-lag. Bahkan saat pemandangan itu berlari dari hadapannya pun Roy tidak sadar.


'Astaga... Apakah tadi itu? Apakah aku sedang bermimpi? Perasaan ini benar-benar membuat ku kacau. Semua ini benar-benar baru untukku. Dan bagaimana reaksi ku sekarang? Haha... Apakah aku lucu?'


.


.


.


Segala sikap Andara membuat Roy tersenyum. Ia sungguh merasa gemas pada istri cantiknya itu. Bagaimana tidak, apa yang Roy lakukan seolah membuat Andara salah tingkah dan merasa malu sendiri. Gadis itu terkesan seperti anak ABG yang baru jatuh cinta.


Roy berusaha untuk membuat Andara nyaman. Pemuda itu tidak ingin membuat Andara merasa bahwa tindakannya salah. Roy berusaha tetap bersikap seperti dulu. Pemuda itu juga mengontrol perasaannya sendiri agar tidak terlihat seperti orang konyol yang membuat Andara salah faham dengan sikapnya.


Rumah tangga mereka mungkin terkesan manis, tapi kenyataan bahwa sebagian orang di sekitar mereka yang bergunjing, itu tidak bisa untuk ditepis.


Ya, walaupun banyak dari teman Andara dan Roy yang mendukung,tapi ada saja orang yang membenci mereka. Bahkan orang-orang itu menunjukkan sikap tidak sukanya secara terang-terangan.


Banyak yang mengatakan bahwa Andara adalah gadis materialistis. Mengingat bagaimana sikap Roy selama ini, bagaimana mungkin Andara mau menjadi istrinya kalau bukan karena hal itu? Pikir mereka.

__ADS_1


Banyak pula dari mereka yang meremehkan Roy. Lidah mereka bahkan berucap dengan tajam di hadapan Roy dan Andara langsung. Tidak peduli apakah perkataan mereka akan menyakiti hati kedua orang itu atau tidak.


Namun semua yang dilakukan oleh orang-orang itu malah membuat Andara dan Roy semakin dekat. Kedua orang itu mencoba untuk saling menguatkan. Mereka bahkan lebih bertekad untuk berubah dan menjalani pernikahan mereka dengan serius.


Kedua orang itu bukan hanya ingin membungkam mulut tajam orang-orang itu,tapi mereka ingin membuktikan pada diri mereka sendiri kalau mereka pasti bisa. Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Seperti itulah keyakinan mereka.


.


.


.


Hubungan Andara dan sebagian teman-teman kostnya dulu masih saja dekat. Bahkan pertemanannya dengan Rika dan Karin juga semakin dekat. Sesuatu hal yang tidak terbayangkan oleh Rika. Tapi gadis itu senang karena kedua sahabatnya tidak bermusuhan, walaupun awalnya ia kira tidak mungkin bisa seperti itu.


Tapi kembali lagi, jika Tuhan sudah berkehendak, kita tidak bisa untuk mengelak. Tuhan maha tau. Tuhan berkuasa untuk membolak-balikkan hati manusia.


.


.


Kedua orang tua Roy awalnya sangat terkejut karena anak dan menantu mereka malah tinggal di rumah kost. Bagaimana mungkin anak mereka yang sudah berkeluarga malah memilih untuk tinggal di tempat itu?


Tuan Scott awalnya menyayangkan sikap orang tua Andara yang mengizinkan mereka untuk tinggal di rumah kost, tapi setelah mendengar penjelasan dari orang tua Andara, Tuan Scott dan istrinya mencoba untuk memahami dan menerimanya.


Akhirnya kedua orang itu memberikan peluang usaha untuk Roy. Karena Roy ingin belajar dan juga tidak ingin terlalu bergantung pada kedua orang tuanya, akhirnya mereka memberikan Roy sebuah bangunan kosong.


Bangunan kosong itu sekiranya cukup dan cocok untuk Roy yang ingin memulai usaha.Kedua orang itu menyerahkan semuanya pada Roy.


Entah Roy mau berbuat apa pada bangunan itu, semua terserah Roy. Yang penting mereka sudah menuruti keinginan putra mereka. Karena Roy juga tidak ingin orang tuanya memberikan sesuatu yang berlebihan. Sekali lagi, Roy ingin berusaha. Roy ingin bekerja keras dan memulai semuanya dari bawah.


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2