Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)

Hanya Manusia Biasa (Antara Cinta Sejati Dan Cinta Terlarang)
Masih tentang keluargaku (POV Karin)


__ADS_3

Rupanya kebahagiaan itu tidak memihak padaku. Setelah dua tahun aku kuliah, kehidupan ku bahkan bisa dikatakan jauh lebih buruk.


Aku masih ingat dengan jelas saat hari itu. Saat hari dimana nenekku dari pihak ibu, datang ke rumah kami.


Awalnya, semuanya terlihat baik-baik saja. Namun setelah beberapa saat, mulailah timbul keributan di antara mereka.


Beliau bertengkar dengan ibuku,lagi. Setelah beberapa tahun yang lalu aku melihatnya, aku kembali melihat beliau bertengkar dengan ibuku.


Aku tidak tau siapa yang egois sebenarnya. Aku tidak tau awal mula pertengkaran mereka. Tapi saat itulah aku baru mengetahui tentang pernikahan yang dijalani oleh ayah dan ibu ku selama ini.


Mereka tidak mendapatkan restu dari kedua belah pihak. Bukan hanya keluarga ibuku, tapi keluarga ayahku juga tidak merestui. Walaupun aku sama sekali belum pernah bertemu dengan keluarga dari ayahku.


Aku melihat nenekku pergi dengan tangisan di wajahnya. Beliau menatap kami bertiga yang berdiri jauh dari mereka. Beliau datang pada kami dan memeluk kami satu persatu.


"Kalian tidak salah apa-apa. Maafkan nenek karena tidak bisa menjadi nenek yang baik untuk kalian. Suatu saat, kita akan berkumpul seperti keluarga pada umumnya. Tapi nenek harus pergi sekarang. Jaga diri kalian baik-baik."


Setelah itu dia pergi.


Kami sama sekali tidak dekat dengan keluarga ayah dan ibu. Tapi aku merasakan sakit luar biasa saat melihat nenekku menangis dan berucap seperti itu.


Saat itu kami hanya diam terpaku. Tidak berniat untuk datang menghampiri ibu kami.


Beberapa waktu berlalu, aku kira kehidupan ku masih akan sama seperti saat sebelum nenekku datang.


Tapi ternyata aku salah.


Kakak pertamaku, Yuki. Dia yang saat itu sedang mengandung, malah dikhianati oleh suami dan sahabatnya.Kedua orang itu ternyata hanya ingin memanfaatkan kakakku dan kekayaan keluarga kami.


Aku jelas sangat murka. Namun kakakku dengan baik hatinya merelakan semuanya dan memilih mengakhiri pernikahan nya.Aku kira kakakku sudah mengikhlaskan nya, namun ternyata batinnya berkata lain.


Kakakku depresi karena pengkhianatan suaminya. Hal yang membuatnya lebih terluka lagi adalah janin yang dikandungnya ternyata telah gugur. Aku sangat terpukul dengan kejadian itu.


Aku seolah ikut depresi, sama sepertinya. Tapi aku berusaha untuk bertahan karena kakakku sangat membutuhkan ku.


Dalam keadaan itu ibuku bereaksi seperti ibu pada umumnya. Dia tampak sedih dengan kejadian yang menimpa kakakku. Aku senang dengan kepeduliannya walaupun aku merasa itu terlambat.

__ADS_1


Kakakku bahkan sudah tidak lagi mengerti dengan perhatian kami. Tidak ada lagi Yuki yang tegar dan cerdas tertinggal pada kakakku sekarang. Yang ada hanya Yuki yang selalu mengamuk dan mengusir kami semua.


Pada saat seperti itu, sikap ayahku ternyata tidak berubah. Hatinya seolah tidak tersentuh dengan kejadian yang menimpa anaknya. Aku sangat marah melihat bagaimana sikapnya, namun aku memilih untuk tidak memperdulikannya dan tetap merawat kakakku.


Kesibukan ku bertambah karena ibuku jatuh sakit. Aku tidak tau apakah ia sakit karena memikirkan anaknya atau karena hal lain. Tapi saat aku memeriksakan nya, dia baik-baik saja. Tidak ada penyakit serius yang ia derita.


Aku merawat ibu dan kak Yuki bersama kakak lelaki ku, Ryuji. Kami merawat kedua orang itu dengan tulus. Walaupun sikap ibu tidak begitu peduli pada kami,tapi ia tetaplah ibu kami.


Kami merawat mereka selama kurang lebih dua bulan, sebelum akhirnya ibu kami meninggal dunia.


Aku sedih. Jujur aku merasa kehilangan. Biar bagaimanapun ia adalah wanita yang telah melahirkan kami. Dan lagi, saat-saat terakhir bersamanya terasa begitu menyenangkan.


Walaupun ia sakit, tapi ia menunjukkan wajah riangnya dan menghibur kami dengan kasih sayang nya. Aku sungguh mendapatkan kasih sayang di saat-saat terakhirnya. Tapi sayang, itu hanya sebentar.


Kami berduka dan aku lebih sedih lagi karena kak Yuki tidak tau ibu sudah meninggal. Walaupun ia ada di hadapan kami, tapi jiwanya tidak lah sama seperti dulu.


Pada saat seperti itu aku kira sikap ayahku akan berubah. Tapi ternyata lagi-lagi aku salah. Sikapnya tetap sama seolah kami bukan keluarga nya. Aku sungguh tidak tahan melihatnya. Aku membenci dia walaupun dia adalah ayah kandungku.


Setelah beberapa hari meninggalnya ibuku, aku kembali diberikan kejutan.


Icha, adik kelas ku yang sekitar tiga bulan tidak datang ke rumah ku, ia datang bersama kakak perempuannya sambil menangis.


Dia hamil.


Hamil anak kakakku,Ryuji.


Aku sungguh sangat terkejut dengan berita yang ia sampaikan. Bagaimana bisa kakakku menghamilinya?


Kembali aku teringat dengan kejadian tiga bulan yang lalu saat Icha keluar dari rumah ku dengan penampilan yang berantakan dan tangisan di wajahnya.


Saat itu aku memang menyuruhnya untuk datang ke rumah ku, tapi aku masih ada urusan di luar. Dia tidak berkata apa-apa saat itu dan memilih untuk pergi, meninggalkan aku dalam kebingungan.


Aku kira selama ini dia tidak datang ke rumah ku karena aku sedang sibuk dan juga kesibukannya dengan ujiannya, ternyata...


"Kami hanya ingin meminta pertanggungjawaban Ryuji. Kami sudah tidak memiliki siapa-siapa. Ibu kami sakit dan akhirnya meninggal karena stress memikirkan Icha. Kami bahkan diusir dari rumah kami sendiri. Tolong kamu mengerti keadaan kami,Karin," ucap kakaknya Icha yang bernama Asmi.

__ADS_1


Walaupun aku terkejut, tapi tentu saja aku menerima mereka. Aku mengajak mereka untuk tinggal di rumah ku.


Tapi, Ryuji yang biasanya tetap pulang bagaimana pun keadaan nya, hari itu mendadak tidak ada kabar. Aku merasa khawatir, terlebih lagi ada sesuatu yang sangat penting terjadi di rumah.


Aku berusaha untuk tidak memberitahu masalah itu pada Asmi dan Icha, tapi Ryuji tidak pulang setelah beberapa hari. Dia juga sama sekali tidak bisa dikabari. Tidak ada seorang pun yang tau dimana dia berada.


Aku merasa takut dan kalut, apalagi Asmi dan Icha yang sudah sadar dengan keadaan itu. Aku hanya mencoba untuk menenangkan mereka.


Namun...


Setelah dua orang itu empat hari tinggal di rumah ku, mereka pergi entah kemana dan aku sampai sekarang tidak bisa mendapatkan kabar dari mereka.


Pikiran ku semakin kacau. Apakah yang terjadi sebenarnya? Apakah aku ditipu?


Tapi ternyata kejadian yang menimpa Icha adalah hal yang sesungguhnya. Namun keluarga Icha sama sekali tidak memberitahukan kepada orang lain siapa yang melakukan itu padanya.


Aku berpikir bahwa Ryuji yang membuat Icha dan Asmi pergi. Aku berpikir bahwa Ryuji ingin menutupi semuanya. Ternyata dia juga laki-laki berengsyek.


Kakakku yang aku kira adalah pemuda yang baik, ternyata tidak lebih dari seorang pecundang. Aku membencinya. Aku ingin sekali berteriak dan memakinya. Tapi apa dayaku? Mengetahui keberadaannya saja aku tidak bisa.


Aku merasa hidupku semakin hampa. Keluarga ku hancur. Aku merasa seorang diri di dunia ini.


Jangan tanyakan ayahku karena dia sama sekali tidak peduli. Bahkan dengan semua kejadian ini, sikapnya tidak lah berubah. Dia tetap pada dunianya sendiri.


Perasaan ku sudah beku terhadapnya. Aku berpikir tidak ada lagi alasan untuk aku bertahan di rumah itu. Jadi aku memilih untuk pergi dan dengan sangat berat hati,aku menitipkan kak Yuki di rumah sakit jiwa.


Keadaan ku tidak memungkinkan untuk terus merawatnya seorang diri. Lagipula, dia butuh penanganan khusus.


Aku mencoba untuk melepaskan semuanya dan memulai hidup baru walaupun seorang diri. Aku tau aku tidaklah mampu, tapi aku akan berusaha semampu ku.


Namun ternyata ibuku tidak meninggalkan ku begitu saja. Ia memberikan semua yang ia miliki padaku sebelum ia meninggal. Ibu menitipkan itu pada orang kepercayaan nya dan dari situlah aku mampu untuk melanjutkan hidup ku. Karena lagi-lagi, ayahku sama sekali tidak peduli. Laki-laki itu melepaskan ku dan membiarkan aku begitu saja.


Aku hanya ingin berkata padanya, terima kasih atas pelajaran yang telah kau berikan padaku selama ini. Aku tidak akan melupakan semua ini dan akan membalaskan semuanya. Sehingga kau akan menuai apa yang telah engkau tanam,Ayah!


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2