Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 10 Kembali ke kota


__ADS_3

Keesokan harinya Yoga dan Saskia kembali ke kota, karena laki-laki itu banyak pekerjaan yang harus di selesaikan tidak bisa di tunda lagi.


Saskia masih terlalu belum banyak bicara sebab ia masih memikirkan atas kepergian sang ibu, hanya saja sudah tidak menangis lagi.


Hari ini Yoga akan membawa Saskia pulang ke rumah orang tuanya terlebih dahulu, sebab Rumah yang di siapkan untuk nya belum ada perlengkapannya. Tidak masalah jika sementara tinggal bersama orang tuanya terlebih dahulu, Yoga tidak mengijinkan Saskia kembali ke rumah kontrakan milik nya takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi sudah masuk area perumahan dan berhenti dengan sempurna di hadapan rumah mewah berlantai dua itu. Rumah yang sangat mewah dan sempurna, Yoga mengajak Saskia untuk segera turun. Akan tetapi Saskia merasa ragu apakah keluarga Yoga menerimanya atau tidak. Jika penolakan yang di terima Saskia, ia belum siap sebab kali ini hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Ayok turun! " ajak Yoga terhadap Saskia yang masih duduk santai di dalam kendaraan.


"Kamu saja, aku pulang ke rumah kontrakan punya ku" jawab Saskia.


"Nggak perlu takut, Mama bukan harimau pemangsa daging jadi aman " kata Yoga sambil menarik kembali sang istri agar keluar dari kendaraan tersebut.


Akhirnya Yoga berhasil membawa paksa Saskia untuk ke luar, dan langsung masuk ke dalam rumah dan di sana sudah ada kedua orang tua Yoga dan kedua adik perempuan nya.


Yoga langsung duduk di sofa yang tersedia lalu di ikuti oleh Saskia, mereka semua menatap Saskia dari ujung sampai bawah. Apalagi Bibi dari Yoga sudah menampakkan wajah tidak sukanya.


"Siapa dia? " tanya sang Mama, sambil menatap tajam Yoga.


"Namanya Saskia dan dia istri kedua ku" jawab Yoga dengan santai, seketika mereka semua kaget dengan pernyataan yang terlontar dari bibir sang anak. Mereka tidak menyangka bahwa Yoga akan membawa istri nya ke rumah ini selain dari Sarmila


"Istri" kata sang Mama dengan raut wajah yang terkejut, begitu juga sang Papa. Mereka sangat heran dengan anak seperti Yoga bisa-bisanya membawa pulang istri, sedangkan pernikahan nya tanpa di ketahui oleh keluarga.


"Dasar pelakor, kegatelan...laki orang pun di embat! " kata Bibi nya Yoga.

__ADS_1


Mendengar perkataan seperti itu Saskia merasakan sedih, tetapi jika di pikir memang status dia sebagai istri kedua dan orang pasti berfikir hal yang sama dengan Bibi.


"Jaga bicara mu, Bi... dia itu istri ku tidak sepantasnya berfikir seperti itu" kata Yoga sambil menatap tajam sang Bibi.


"Otak kamu sudah geser ya, bagaimana bisa kamu mengkhianati Sarmila istri kamu. Apa dia akan menerima semua ini, dasar sudah tidak waras... ikut aku ke ruang kerja! " kata sang Papa sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan di ikuti oleh Yoga dari belakang, ia sudah siap menerima ceramah dari sang ayah.


Setelah kepergian Yoga dan sang Papa, Saskia merasa tidak tenang. Apalagi tatapan mata sang Bibi sudah jelas terlihat tidak suka terhadap dirinya, tetapi Saskia berusaha untuk menguasai dirinya agar tidak terlihat lemah di mata mereka. Tetapi Mama dari Yoga terus memperhatikan nya, ia iba melihat Saskia seperti menyimpan banyak luka tetapi berusaha di tutupi.


"Apa orang tua mu mengetahui pernikahan kalian? " tanya sang Mama.


"Ayah sudah tidak ada, dan ibu juga baru meninggal satu hari yang lalu yaitu di malam pernikahan kami" jawab Saskia sambil menunduk.


"Hai perempuan murahan, jangan tunjukkan wajah sedih dan polos mu di sini karena saya tidak akan tertipu dengan drama mu! " kata sang Bibi dengan nada bicara yang judes.


Saskia hanya bisa mengelus dada atas perkataan dari sang Bibi, memang dia murahan sudah menjual dirinya terhadap Sarmila agar bisa mendapatkan uang untuk pengobatan sang ibu.


Akhirnya mereka semua diam, tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.


Di ruang kerja.


Yoga duduk di hadapan sang Papa yang menatapnya dengan tajam, lalu sang Papa menarik nafas panjang.


"Apa kamu sudah fikiran dengan matang, soal mempunyai dua istri... ini tanggung jawab nya berat, bukan hanya soal nafkah lahir tetapi dalam hal nafkah batin kamu harus adil. Apakah kamu bisa melakukan itu? dan apa alasan kamu sampai menikah lagi, memangnya Sarmila kurang apa? dia cantik dan pintar punya karier bagus, istri seperti apa yang kamu cari?. Bukan kah kamu menikahi Sarmila atas dasar cinta! tetapi kenapa bisa mengkhianati nya? " tanya sang Papa panjang lebar.


"Papa tahu kan! Sarmila selalu sibuk dengan pekerjaan nya, dan tidak ada waktu bersama ku. Dan aku ini laki-laki normal yang tidak bisa menahan hasrat ku saat jauh darinya, dan aku nggak bisa menyentuh perempuan yang belum sah menjadi istri ku. Dan aku sudah meminta Sarmila untuk berhenti bekerja tetapi dia tidak mau, bahkan hanya untuk hamil saja dia menolak takut tubuh nya gendut dan jelek kalau habis melahirkan. Aku menemukan Saskia, seperti nya dia bisa mengurus ku dan menjadi istri yang baik yang bisa memuaskan hasrat suaminya, seperti nya dia penutur" kata Yoga terhadap sang ayah dia tidak malu lagi saat, bercerita alasan dia kenapa bisa menikah kembali.

__ADS_1


"Alasan kamu menikah dengan Saskia hanya nafsu, karena kamu butuh pelampiasan saat Sarmila tidak di rumah? " tanya sang Papa.


"Iya seperti itu, karena cinta ku hanya untuk Sarmila. Nggak ada perempuan lain yang bisa menggantikan posisinya"


"Sekarang saja kamu sudah tidak adil terhadap Saskia, secara tidak langsung kamu sudah menyakiti perempuan itu. Seharusnya kamu bagi cinta itu untuk kedua istri mu! " nasehat sang Papa.


Akhirnya pembicaraan antara anak dan Papa itu sudah selesai, dan mereka kembali ke ruang tengah di mana masih ada Saskia dan anggota keluarga yang lain.


Yoga terlihat biasa saja dan duduk kembali di samping Saskia, pembicaraan mereka berakhir di meja makan. Karena hari sudah malam, Saskia di persilakan untuk pergi ke kamar yang sudah di siapkan, sedangkan Yoga kembali ke rumah Sarmila. Saskia tidak berkata apapun, ia belum sepenuhnya menerima kehadiran Yoga sebagai suaminya. Bagi nya tidak masalah jika Yoga harus pulang ke rumah istri pertama, Saskia juga takut jika Yoga meminta haknya sebagai suami sebab dia belum siap untuk melakukan itu. Saskia sudah berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tanpa terasa matanya langsung menutup dan tertidur dengan pulas.


Di tempat lain.


Yoga sudah sampai di Rumah, ia memanggil sang istri tetapi tidak ada jawaban.


Kepala pelayan yang ada di rumah ini mendekat ke arah Yoga.


"Nyonya belum pulang dari kemarin, Tuan saya pikir pergi bersama" kata pelayan tersebut.


"Sial pergi ke mana dia? sudah semakin ke lewat batas " kata Yoga dalam batin sambil mengepal kan tangan nya, padahal kemaren bilang bahwa libur selama dua hari tapi pergi ke mana.


Yoga langsung duduk di sofa sambil memijat pelipisnya.


****


Di sebuah kamar hotel sepasang kekasih telah memadu kasih dan saling memudahkan satu sama lain.

__ADS_1


"Sayang permainan mu sangat luar biasa aku suka hal seperti ini dari kamu" kata laki-laki tersebut sambil mengusap lembut rambut wanita itu, keadaan mereka masih tidak berbusana dan masih saling menempel meskipun keringat sudah membasahi mereka, akibat percintaan panas yang terjadi


__ADS_2