Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 13 Sarmila pergi liburan


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, hari-hari yang di lalui Saskia seperti biasa. Di kunjungi Yoga hanya di waktu siang itu pun belum dan sewaktu pulang dari kantor, selebihnya akan di habiskan di rumah Sarmila. Meskipun Sarmila juga jarang di rumah dan membiarkan Yoga seperti biasa sendirian di rumah.


Hari ini Sarmila sudah meminta ijin terhadap Yoga untuk pergi berlibur ke luar Negri bersama teman-teman nya, sebagai suami yang sangat menyayangi istrinya Yoga sellau menyetujui apa yang menjadi permintaan Sarmila. Entah sangat mencintai atau bodoh sehingga tidak menaruh kecurigaan sedikit pun terhadap sang istri, bagi Yoga Sarmila itu berlian tetapi nyata nya hanya sebuah perunggu.


"Sayang...aku maunya pergi sama kamu, kapan sih kita bisa pergi berlibur" modus Sarmila sambil bergelayut manja terhadap sang suami.


"Aku juga ingin menghabiskan waktu bersama mu, tapi mau bagaimana lagi kerja lagi nggak bisa di tunda lagian ini sedang mengerjakan proyek yang ada di luar kota. Mungkin aku juga akhir-akhir ini sering pergi ke sana sehingga tidak ada waktu untuk mu, tapi aku janji jika ada waktu kita akan pergi berlibur ke negara yang kamu mau"


"Kamu luangkan waktu sedikit saja untuk ku, kan masih ada Papa juga di kantor. Nggak semuanya harus di kerjakan sama kamu" kata Sarmila sambil cemberut, seolah dia tidak suka dengan keadaan seperti ini yaitu waktu Yoga hanya sedikit untuk dirinya, padahal dalam hatinya ia bersorak bergembira. Bisa pergi kemana pun bersama selingkuhan nya, selama ini Yoga terlalu percaya dengan Sarmila.


"Ya sudah mari aku antar ke bandara, kebetulan ini masih pagi dan aku punya sedikit waktu"


"Nggak perlu sayang, kamu keja saja nanti terlambat kalau harus mengantarkan aku terlebih dahulu" kata Sarmila sambil merapikan jas yang di pakai suaminya.


"Yakin nggak perlu di antar! " kata Yoga sambil menatap lekat wajah sang istri, tanpa curiga sedikit pun.


"Iya nggak apa-apa" jawab Sarmila dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


Akhir Yoga pun berpamitan untuk pergi terlebih dahulu, ia ingin mengantarkan sang istri tetapi Sarmila menolak nya.


Setelah Yoga pergi, Sarmila bersorak bergembira dan langsung menghubungi selingkuhan nya agar menjemputnya tetapi mereka janjian di perjalanan agar orang tersebut tidak menjemputnya di rumah. Ia pun takut kelakuan nya terbongkar sebelum rencana berhasil untuk mendapatkan harta yang banyak dari keluarga Yoga.


Sarmila berjalan keluar kamar sambil membawa koper miliknya, dan meminta sopir untuk mengantarkan nya ke tempat tujuan. Yang sudah di janjikan dengan selingkuhan nya, tidak butuh waktu lama Sarmila sudah sampai di tempat yang di janjikan. Sang sopir merasa heran mengapa sang majikan meminta turun di jalan, sebelum sampai ke tempat tujuan. Tetapi apalah daya ia tak mampu bertanya pada sang majikan, mengingat ia hanya seorang sopir tidak berhak untuk menanyakan apapun.


Sarmila keluar dari kendaraan dan menyuruh sopir untuk pulang lagi, sedangkan ia sendiri sudah di tunggu oleh sebuah kendaraan yang sedang menunggu nya. Setelah sopir itu pergi, Sarmila langsung menuju sebuah kendaraan yang letaknya tidak jauh dari tempat di mana iya berdiri pada saat ini.


Setelah beberapa saat Sarmila langsung masuk ke dalam kendaraan tersebut, di mana sudah ada sang kekasih menunggu nya di sana.


"Harus meyakinkan dia dulu agar tidak curiga dengan kepergian ini, agar semakin lancar rencana kita"


"Kamu tahu sendiri kan, beberapa minggu ini kamu selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk ku, rasa rinduku terlalu besar untuk mu" kata pria tersebut sambil mendekat kan wajahnya, dan langsung melahap habis bibir perempuan yang ada di hadapan nya. Lidah mereka saling bertaut dan merasakan nikmat nya bibir Sarmila, adegan itu tidak cukup sampai di situ. Hasrat kedua orang tersebut semakin mengelora dan sudah tidak bisa di tahan lagi, tangan Bagas sudah berhasil membuka kancing kemeja yang di kenalan oleh Sarmila, mereka tidak berfikir bahwa sekarang sedang berada di dalam kendaraan dan itupun posisinya di pinggir jalan.


Mereka melakukan percintaan itu di dalam kendaraan, dan itu cukup membuat mereka saling melepaskan dan merasakan kepuasan tersendiri. Sehingga percintaan itu, bagi Sarmila Bagas itu orang yang mampu memuaskan dirinya soal urusan ranjang, begitu juga dengan Bagas bahwa Sarmila orang yang ahli melakukan itu dan berhasil membuat Bagas ketagihan atas pelayanan yang di berikan oleh Sarmila. Kedua manusia yang tidak berpikir apa resiko dari perbuatan mereka, nafas keduanya masih memburu merasakan hawa panas dan lelah akibat dari kegiatan itu. Setelah puas di dalam kendaraan melakukan itu, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan nya.


****

__ADS_1


Di tempat lain


Seperti biasa Yoga selalu mampir di rumah Saskia sebelum berangkat ke kantor dan itupun hanya sebatas sarapan, bahkan mereka belum pernah tidur bersama. Entah kenapa hati Yoga belum siap untuk melakukan itu, ia berfikir takut Saskia belum sepenuhnya menerima kehadiran dirinya sebagai suami. Bahkan perempuan yang di nikahnya selalu bersikap biasa saja padahal ia tidak memperlakukan nya dengan adil, tetapi perempuan itu tidak protes sedikit pun.


Ia tidak pernah bertanya apapun, akan melayani kebutuhan Yoga jika datang ke rumah nya tetapi tidak dengan urusan ranjang, Saskia belum pernah di sentuh sedikit pun oleh Yoga.


"Nanti malam aku nginep di sini yah! " kata Yoga sambil menikmati sarapan yang di sediakan oleh Saskia.


Saskia mersa heran dengan perkataan yang terlontar dari bibir sang suami, entah apa yang terjadi dengan lelaki tersebut hingga berkata seperti itu. Untuk yang pertama kalinya Yoga mengatakan itu.


"Kenapa harus menginap? bukan kah selama ini tidak pernah mau" kata Saskia sambil menatap lekat wajah Yoga yang sedang menikmati sarapan tersebut dengan lahap, ia selalu mersa nikmat dekat apa yang di masak oleh Saskia meskipun itu hanya masakan sederhana.


"Sarmila tidak ada di rumah, sedang berlibur bersama teman-teman. Untuk apa aku pulang, toh di sini juga rumah ku tidak salah jika aku harus menginap di sini! " kata Yoga tanpa melihat ke arah Saskia sedikit pun.


Aku pikir kamu mau menginap di sini karena ingat tanggungjawab dan kewajiban kamu sebagai suamiku, dan ternyata karena istri pertama mu sedang tidak ada di rumah. .


"Ya terserah kamu saja, Mas...! " jawab Saskia sambil bangkit dari duduknya dan merapikan kembali meja makan dan piring kotor yang telah mereka gunakan.

__ADS_1


__ADS_2