
Saskia terus menatap orang tersebut dengan tatapan heran, bukan kah semua orang sudah berada di kamar masing-masing dan mengapa ia sang Bibi bisa mendatangi nya. Entah ada apa yang ingin di bicarakan nya, tatapan tidak suka terlihat jelas di matanya.
"Kenapa tiba-tiba masuk tanpa permisi, saya mau istirahat" kata Saskia sambil menatap wajah sang Bibi.
"Apakah saya harus meminta ijin terlebih dahulu untuk masuk ke salah satu kamar yang ada di rumah ini, kamu itu bukan siapa-siapa. Jadi tidak ada hak untuk melarang siapapun yang ada di rumah ini termasuk saya, kamu itu hanya pelakor yang bermimpi menjadi ratu di rumah ini. Jangan berharap semua itu akan terjadi selama saya ada di rumah ini" kata sang Bibi dengan nada bicara penuh penekan.
Saskia tidak menjawab apapun hanya terdiam tanpa kata, sungguh ia terjebak dalam keadaan seperti ini. Kalau saja bukan karena sang ibu yang membutuhkan uang untuk pengobatan, sudah pasti ia tidak akan mau menerima seperti ini.
Sang Bibi terus menyecarnya dengan berbagai macam perkataan yang menghinakan dirinya, hingga pada akhirnya Saskia berkata.
__ADS_1
"Iya, besok aku akan pergi dari rumah ini... siapa juga yang mau tinggal di rumah ini, tadi malam juga saya mau pulang ke rumah kontrakan tetapi Yoga memaksa ku untuk ikut ke rumah ini. Jadi jangan salahkan saya jika saat ini saya berada di rumah ini, tolong keluar lah saya ingin istirahat! " kata Saskia.
Pada akhirnya sang Bibi pun pergi dari dari kamar tersebut, sambil menghentakkan kaki dan membanting pintu dengan keras sehingga Saskia terlonjak kaget.
Setelah kepergian sang Bibi, Saskia kembali menyimpan ponselnya lalu merebahkan tubuh nya dan berusaha untuk memejamkan matanya. Berharap bisa melupakan nya saat tertidur, dengan harapan sedikit ringan beban yang ada.
Keesokan harinya.
Hingga pada akhirnya sang ibu mertua datang dengan membawa nampan yang berisikan makan, lalu menyimpan makanan tersebut di atas nakas. Lalu mendekat ke arah Saskia yang sedang berdiri di depan jendela sambil menatap ke luar, menyaksikan air hujan yang turun begitu deras.
__ADS_1
"Sarapan dulu, nanti sakit. Jangan di ambil hati omongan Bibi dia memang seperti itu"
Saskia menoleh ke arah sang ibu mertua yang ikut berdiri di samping nya sambil menikmati pemandangan air hujan.
"Terimakasih tante, nggak usah repot-repot nanti juga aku makan jika sudah lapar" kata Saskia dengan nada bicara yang lembut, sehingga mampu meluluhkan hati sang mertua.
"Jangan panggil tante! kamu istrinya Yoga sudah sepantasnya menyebutku dengan sebutan Mama, kamu juga sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Jangan sungkan untuk melakukan sesuatu, kalau ada yang di butuhkan tinggal bilang sama pelayanan yang bekerja di rumah ini. Mama harap kamu bisa menjadi istri yang di harapkan Yoga dan tentunya segera memberikan cucu untuk kami" kata sang mertua sambil mengusap bahu Saskia dengan lembut lalu pergi keluar kamar dengan langkah perlahan.
Hah cucu bagaimana bisa, aku saja belum siap dengan pernikahan ini. Apalagi harus segera memiliki anak darinya, ahh apakah ini sebuah restu dari keluarga mas Yoga sehingga meminta ku untuk segera memiliki anak.
__ADS_1
Flashback off.