
Saskia masih bingung harus mencari uang sebanyak itu di mana, apalagi dalam waktu singkat. Jika melihat dari gaji yang di dapat tiap bulan, meskipun ngumpulin dalam waktu setahun belum tentu mendapatkan nya. Dia merasa pusing sehingga tidak bisa memejamkan matanya hingga esok hari, beban pikiran nya terlalu berat hingga rasa ngantuk pun hilang.
Apa aku harus menghubungi Sarmila untuk mendapatkan uang itu, tetapi aku tidak menginginkan pernikahan itu terjadi. Apalagi harus menjadi istri ke dua pasti sangat menyakitkan, ahhhh harus bagaimana ini. Hanya ini yang aku punya, jangan sampai ibu pergi ninggalin lagi. Ok Saskia kuatkan hatimu terima permintaan dari Sarmila, dan kamu harus mengorbankan ini semua demi kesembuhan ibu. Jika terlambat, pasti nyesel nya seumur hidup.
Keesokan harinya
Saskia sudah menghubungi Sarmila, mereka akan bertemu di sebuah tempat. Tetapi syarat yang di ajukan oleh Saskia jangan membawa Yoga dalam pertemuan mereka ini hanya mereka berdua. Saskia sudah rapi akan segera berangkat, sebab ia ingin segera mendapatkan uangnya. Agar sang ibu segera di operasi.
Waktu bergulir begitu cepat, Saskia sudah berada di tempat yang sudah di janjikan bersama Sarmila. Tidak berselang lama, Sarmila pun juga dadang dengan membawa sebuah map berwarna cokelat. Lalu ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Saskia. Setelah duduk Sarmila tanpa basa-basi lagi langsung berbicara kepada inti dari pertemuan mereka.
"Silakan baca terlebih dahulu isi dari surat perjanjian tersebut? " perintah Sarmila.
Lalu Saskia mengambil map tersebut dan mengeluarkan sebuah kertas yang ada di dalamnya, lalu di baca dengan sangat hati-hati. Agar ia bisa memahami apa yang menjadi isi kontrak perjanjian di antara mereka.
"Baiklah aku setuju dengan semua syarat ini tapi aku minta mahar sebuah rumah, nggak perlu mewah yang penting ada untuk tempat tinggal? " kata Saskia.
"Aku sudah menyiapkan semua itu, jangan khawatir tapi semua uang yang kamu minta akan saya kasih setelah kamu sah menjadi pasangan suami istri"
__ADS_1
"Baik, segera siapkan untuk acara itu saya tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu nya! " kata Saskia.
"Sekarang semua nya sudah di urus, dan jangan harap dengan pernikahan ini tercatat di pengadilan agama. Dan nanti jika kamu memiliki anak dan itu bukan anak mu, setelah melahirkan nanti kamu harus bersiap untuk pergi dan minta cerai dengan mas Yoga. Karena dia hanya memiliki satu istri yang sangat di cintainya yaitu aku, cam kan itu baik-baik" kata Sarmila dengan penuh penekanan, ia mengingat kan kembali dari isi perjanjian tersebut.
"Jika nanti aku menginginkan sesuatu apa kamu akan memenuhi semuanya? "
"Tentu saja, aku punya banyak uang untuk membeli mu! "
Saskia memang merasa sakit dengan semua yang di ucapan oleh Sarmila, apalagi dengan isi perjanjian itu. Dan artinya ia harus mengandung dan melahirkan anaknya tetapi setelah lahir harus di serahkan terhadap sarmi, tetapi saat ini ia tak mampu melakukan apapun. Yang penting sang ibu segera mendapatkan pertolongan.
"Baiklah jika tidak ada yang perlu di tanyakan lagi, maka pertemuan kita sudah selesai dan simpan itu baik-baik. Nanti sore akan ada yang menjemput mu untuk segera melangsungkan pernikahan itu" kata Sarmila sambil bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Saskia yang masih berada di sana.
Waktu begitu cepat berlalu, Saskia sudah sampai di kontrakan miliknya. Setelah sampai di sana ia langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur, ia terus merasakan pusing dan kepalanya seperti mau pecah. Dia berusaha untuk memejamkan matanya agar sedikit ringan beban yang di rasakan nya pada saat ini, hingga pada akhirnya ia tertidur itu berkat dari bantuan obat tidur juga. Akhirnya Saskia tertidur dan melupakan sejenak dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang baru, yaitu status nya sebagai istri kedua pencetak anak.
Malam hari telah tiba, Sarmila merasa heran dengan Saskia kenapa dia tidak menjawab telepon darinya. Apakah perempuan itu baik-baik saja, atau bunuh diri.
Ahh kenapa aku mikir nya Saskia bunuh diri, pasti ada yang tidak beres dengan semua ini.
__ADS_1
Akhirnya Sarmila meminta orang kepercayaan untuk melacak keberadaan Saskia lewat ponsel nya, tidak perlu waktu yang lama akhirnya keberadaan Saskia di ketahui dan Sarmila setelah mengutus orang untuk menjemput nya. Agar tidak telat datang di pernikahan nya nanti.
"Mas... Ayok cepetan bersiap ini acara pernikahan kamu dengan Saskia jangan sampai telat sampai di sana, bukan nya kamu yang menginginkan ini semua dan aku sudah memenuhi semua yang ku ingin kan. Tetapi sebelum pergi ke tempat acara aku akan mengajukan sebuah syarat untuk mu" kata Sarmila sambil menatap Yoga.
"Apalagi yang kamu inginkan, bukan kah semua nya sudah kau dapat kan apa semua yang aku kasih belum cukup untuk mu? " tanya Yoga.
"Bukan itu yang aku mau, tapi jika kamu sudah menikah dengan Saskia maka. Jangan pernah meminta ku untuk hamil, buat saja Sarmila hamil dan anaknya harus di serahkan terhadap aku! "
"Kenapa bisa seperti itu... " kata Yoga sambil menatap tajam Sarmila.
"Setuju tidak, atau batalkan saja pernikahan nya! " ancam Sarmila terhadap Yoga, dan akhirnya dia pun menyetujui apa yang menjadi syarat dari Sarmila.
"Ya, terserah kamu saja " kata Yoga sambil pergi ke ruang ganti, ia akan bersiap untuk segera pergi ke tempat acara yang sudah di siapkan oleh Sarmila. Bagi Yoga ini sangat bahagia, sebab ia sangat menginginkan Saskia. Entah itu bentuknya cintai atau sebuah nafsu semata. Sebak tidak ada cinta untuk wanita kedua di dalam hati laki-laki, melainkan itu hanya sebuah nafsu semata. Mungkin juga ini yang terjadi kepada Yoga, sebetulnya ini bukanlah cinta.
Persiapan sudah Selesai, Saskia dan orang kepercayaan Sarmila sudah menunggu di tempat acara. Sedangkan Yoga dan Saskia masih di rumah, mereka akan segera sampai di tempat tujuan.
Sarmila dan Yoga sudah berada di dalam kendaraan, entah kenapa Sarmila terlihat biasa saja melihat suaminya akan menikah lagi.
__ADS_1
Kenapa kamu terlihat biasa saja melihat aku akan menikah dengan wanita lain, apa selama ini kamu tidak pernah mencintai ku. Apa semua yang ku lihat ini hanya ke pura-pura mu untuk menutupi luka mu...
Yoga terus membatin sambil menatap wajah Sarmila yang terlihat biasa saja.