Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 36 Sarmila sendirian


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, malam telah tiba.


Saskia sudah pulang ke rumah, meninggalkan Sarmila di rumah sakit sendirian.


Begitu juga dengan pelayan yang ikut bersama Saskia ke rumah sakit, Yoga memerintahkannya untuk pulang. Sebab saat ini Semua yang bekerja di rumah dibayar bukan oleh Sarmila melainkan oleh Saskia.


Yoga sudah menegaskan bahwa Sarmila tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas apapun yang ada di rumah , perempuan itu hanya numpang hidup di rumah itu milik Saskia.


Status sebagai istri pertama Yoga, akan tetapi setelah hari itu Yoga sudah tidak menganggapnya lagi Sarmila itu sebagai istrinya. Perempuan itu di perbolehkan tinggal di rumah Yoga hanya untuk melancarkan aksinya untuk membalas dendam.


Orang tua dari Yoga pun sudah kembali ke rumah, bahkan Bu Lani juga sudah pulang. Awalnya ingin menjaga Sarmila di rumah sakit, akan tetapi Yoga menentengnya dengan keras.


Akhirnya sang Bibi pun nurut dan pulang ke rumah bersama sang kakak.


Setelah kepergian anggota keluarga dari suaminya, tinggallah Sarmila sendiri di dalam ruangan memang saat ini Sarmila berada di ruangan VIP yang dipesan oleh Saskia.


Karena Saskia sudah berhasil membuat Yoga membuka hatinya sedikit untuk memberikan perawatan yang terbaik untuk Sarmila.


Kalau saja bukan Saskia yang memohon kepada Yoga agar memberikan perawatan yang terbaik untuk Sarmila mungkin laki-laki itu tidak akan memberikan sepeserpun uangnya untuk biaya pengobatan Sarmila.


Sebab Yoga berkata itu adalah ulahnya sendiri bukan dari kesalahan orang lain, kenapa dia harus mengakhiri hidupnya.


Jika sudah seperti ini bukan hanya dirinya yang rugi, tetapi Yoga juga ikut menanggung kerugian. Yang tadinya tidak mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan Sarmila, saat ini ia harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya perawatan perempuan yang sudah tidak tahu malu itu.


Sarmila mengingat dosa-dosanya di masa lalu, betapa jahatnya ia terhadap Yoga. Akan tetapi itu bukan Sarmila namanya kalau menyesali semua perbuatannya, ia melakukan percobaan bunuh diri dengan tujuan untuk menarik simpati Yoga.

__ADS_1


Ia masih yakin bahwa Yoga sangat mencintai dan menyayanginya, bahkan Sarmila berpikir Yoga tidak akan membiarkannya kesakitan. Akan tetapi semua pikiran Sarmila ternyata salah, laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikannya. Bahkan hanya untuk menjenguknya saja ia tidak mau, datang ke rumah sakit ini saja hanya untuk menjemput Saskia dan anggota keluarga yang lainnya.


Karena ia tidak mau mereka semua menjaga Sarmila, yang sudah menyakiti dan menghianati cintanya. Sarmila masih merenung di dalam ruang rawat inap, ia harus mencari cara agar bisa mendapatkan hati Yoga kembali.


Kalaupun itu harus melakukan berbagai cara, agar laki-laki itu bisa jatuh ke pelukannya lagi.


Setelah beberapa saat ada Seorang perawat yang masuk ke dalam kamar Sarmila untuk memberikannya obat dan mengecek semuanya. Untuk memastikan bahwa Sarmila itu dalam keadaan baik-baik saja.


" Boleh meminjam ponselnya? Saya ingin menghubungi keluarga akan tetapi ponsel saya tertinggal di rumah saya takut sendirian di tempat ini " kata Sarmila dengan nada bicara yang lembut, ia berusaha untuk menarik perhatian perawat tersebut.


" Baiklah Nyonya tunggu sebentar nanti saya akan kembali lagi ke sini, saat ini saya tidak membawa ponsel "jawab perawat tersebut sambil tersenyum menatap lekat wajah Sarmila, yang saat ini sudah terlihat lebih segar.


Setelah beberapa saat ia menunggu, akhirnya perawat itu datang dan meminjamkan ponselnya terhadap Sarmila.


Setelah beberapa saat panggilan telepon pun tersambung, akan tetapi orang yang ia hubungi tidak menjawabnya.


Sarmila mengulang panggilannya kembali, akan tetapi sama sekali tidak ada jawaban dari orang itu.


Setelah itu Sarmila mengirim pesan singkat kepada orang yang ia tujuh, berharap setelah membaca pesan darinya orang itu akan datang menemuinya dan bisa memberikan solusi dari setiap masalah-masalah yang ada.


Sarmila tidak mau terus-menerus dalam masalah seperti ini hidup tanpa kemewahan dan bergelimangan harta itu bukanlah diri Sarmila yang sesungguhnya.


Saat ini ia pura-pura lemah dan pura-pura tidak berdaya, itu semua hanya untuk menarik perhatian daripada Yoga.


Akan tetapi kepura-puraannya sama sekali tidak menggoyahkan hati Yoga sedikitpun.

__ADS_1


Meskipun belum berhasil membuat hati Yoga luluh, ia akan terus berpura-pura menjadi istri yang baik yang menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Ini adalah hanya sebuah topeng untuk merebut kembali kepercayaan suaminya.


****


Di sebuah rumah yang sangat mewah, terlihat suami istri itu sedang berdebat, entah apa yang diperdebatkannya.


"Kamu tidak seharusnya berlaku seperti itu, bagaimanapun dia adalah masih istri kamu. Sebesar apapun kesalahannya kamu sebagai suami harus memperlakukannya dengan adil, jika kamu memperlakukannya seperti ini ini yang mempunyai dosa adalah kamu." kata Saskia dengan nada bicara penuh penekanan.


"Yang mempunyai dosa besar itu adalah dia, telah mengkhianati kepercayaanku "jawab Yoga tidak mau kalah ia berbicara dengan nada yang lebih tinggi daripada Saskia.


"Jika kamu sudah tidak menginginkan dan tidak mau memaafkannya, lebih baik kamu menceraikan perempuan itu. Daripada kamu mempunyai dosa seumur hidup, dan menyiksa batin lahir batin Mbak Sarmila" kata Zaskia.


"Kamu tidak perlu ikut campur soal urusanku dengan Sarmila, itu urusanku dengan dia. Kamu adalah urus dirimu sendiri dan jangan pernah mencampuri urusan atau menasehatiku soal Sarmila. Sebab sampai kapanpun aku tidak akan menceraikannya dan tidak akan pernah memaafkan perempuan yang sudah menyakiti dan menghkianati ku. Ini juga peringatan bagi kamu jika suatu saat kamu berpaling dariku dan mengkhianati kepercayaanku. Maka tidak akan ada ampun bagi siapapun yang berani terhadapku! " kata Yoga sambil menatap tajam wajah Saskia.


"Aku adalah istri mu, sudah sewajarnya memberi mu nasehat jika kamu berada di jalan yang salah. Aku hanya tidak ingin hidup mu di kuasai amarah dan dendam" ucap Saskia.


Setelah perdebatan panjang antara Yoga dan juga Saskia tidak menemukan titik terang, Akhirnya Yoga mengalah dan keluar dari kamar lalu menutup pintu dengan kasar. Dehingga Saskia terlonjak karena kaget akibat dari pintu yang dibanting oleh Yoga.


Detelah kepergian suaminya itu, Saskia pun naik ke atas tempat tidur dan berusaha untuk meminjamkan matanya, sebab itu juga sudah terlalu malam.


Sudah saatnya untuk mengistirahatkan tubuhnya, setelah seharian berada di luar ruangan dan dalam situasi tidak baik-baik saja.


Setelah beberapa saat, tanpa terasa Saskia pun sudah mengejamkan matanya dan berkelana ke alam mimpi.


Memang perempuan ini mudah sekali untuk tertidur, jangankan di tempat yang nyaman. Ia bisa tertidur di mana saja dan kapanpun asalkan suasana nya itu terasa dingin, Saskia tidak bisa tertidur kalau cuaca atau suhu ruangan itu terasa panas.

__ADS_1


__ADS_2