Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 48


__ADS_3

Malam hari telah tiba Jam sudah menunjukkan pukul 01 dini hari.


Tiba-tiba Saskia terbangun dari tidurnya akibat perutnya merasa sangat sakit sekali, Entah mengapa ini terjadi kepadanya.


Saskia membangunkan suaminya sebab Ia merasa sakit sekali di bagian perutnya, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini.


Yoga yang mendengar istrinya merasa kesakitan langsung terbangun


"Apa Kita sekarang harus pergi ke rumah sakit? "tanya Yoga terhadap sang istri.


Saskia tidak menjawab pertanyaan sang suami ia meringis kesakitan sambil memegang perutnya, Saskia merasa aneh seperti ada yang keluar dari bagian intinya, lalu ia melihat ke bagian bawah ternyata ada darah mengalir dari lalu ia berteriak terhadap sang suami ketika melihat darah tersebut.


Sontak Yoga juga merasa kaget ketika melihat itu semua, tanpa bertanya lagi kepada Saskia ia langsung menggendong perempuan itu untuk segera dibawa ke rumah sakit.


Dengan paniknya Yoga langsung membawa sang istri tanpa memberitahu siapapun yang ada di rumah ini.


Ia sangat takut melihat keadaan Saskia seperti itu, waktu bergulir begitu cepat Saskia pun sudah berada di klinik kesehatan.


Saskia sudah berada di ruangan unit gawat darurat untuk segera mendapatkan penanganan.


Saskia juga sudah diperiksa oleh seorang dokter dan beberapa perawat yang sedang Piket malam.


Yoga merasa khawatir dengan keadaan sang istri Ia terus mondar-mandir di depan ruangan.


Setelah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari tenaga medis, Saskia pun dipindahkan ke ruang bersalin.


Untuk segera mendapatkan penanganan, lalu Yoga dipanggil ke salah satu ruangan dokter Yoga sudah berada di dalam ruangan yang tidak terlalu luas itu, di sana terlihat seorang dokter yang sedang duduk.


Lalu Yoga di persilajan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Akhirnya dokter pun memulai pembicaraannya, Menjelaskan tentang keadaan Saskia pada saat ini.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Yoga saat mendengar pernyataan itu dari sang dokter, Yoga juga tidak mau jika harus kehilangan nyawa sang istri hanya untuk mempertahankan sang janin yang ada di dalam kandungannya itu.


"Jadi seperti itu keadaan istri dan bayi yang ada di dalam kandungan nya, bapak harus memberi keputusan. Agar kami langsung melakukan tindakan" kata sang dokter, setelah panjang lebar ia menjelaskan terhadap Yoga.


"Apa tidak cara lain untuk bisa menyelamatkan mereka berdua" kata Yoga sambil menatap sang dokter dengan raut wajah yang terlihat sangat sedih.


"Maaf, Pak ini jalan terbaik. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, sebetulnya janin yang ada di dalam kandungan ibu Saskia sudah tidak bisa di selamat kan. Secepatnya kita harus melakukan operasi agar ibunya bisa tertolong. Kalau boleh tahu, sebelelum tidur apakah makan sesustu? " tanya dokter terhadap Yoga.


Ia mengingat-ingat, dan menang tidak ada yang aneh sebelum tidur.


"Tidak, ia hanya minum vitamin dan setelah itu langsung tidur"


"Apa ada contohnya, jenis vitamin seperti apa yang di minum nya? " tanya dokter lagi.


"Seperti nya di rumah masih ada, apakah harus di ambil sekarang? jika ia nanti saya telepon orang rumah terlebih dahulu"


"Baiklah, jika tidak merepotkan saya butuh itu. Takutnya keguguran nya istri anda ada hubungan nya dengan vitamin yang di minumnya" dokter memberi penjelasan, terhadap Yoga.


Deg, hati Yoga teringat dengan orang yang mengambil vitamin ke apotek tadi. Apa mungkin yang di minum Saskia adalah bukan lah vitamin.


"Baiklah, lakukan sekarang. Selamat kan istri saya" jawab Yoga.


Soal Saskia ia akan mencari cara agar bisa membuat sang istri memahami, bahwa ia melakukan ini hanya untuk menyelamatkan nyawa nya.


"Terimakasih, Pak... kami akan segera melakukan operasi nya, semoga semuanya lancar. Silakan tunggu di luar"


Akhirnya Yoga keluar dari ruangan tersebut, walau berat hati. Ia harus melakukan ini agar nyawa Saskia terselamatkan.


Ia sudah siap menerima resiko yang akan di terima nya nanti.


Yoga sudah berada di luar ruangan, dan ia duduk di salah satu kursi yang ada di sana.

__ADS_1


Yoga berpikir Ia juga tidak mau kehilangan Saskia, sudah pasti Saskia tidak akan menyetujui hal ini.


Akan tetapi ia harus mengambil keputusan dengan cepat agar tidak terlambat.


Meskipun dalam hati Yoga merasa berat dengan melakukan ini, setelah berbicara seperti itu, dan menyetujui apa yang dikatakan oleh dokter.


"Maafkan aku Kia tidak bisa menjagamu dan calon bayi kita, aku terpaksa melakukan ini agar kamu bisa selamat. Dan setelah ini mungkin kamu akan marah dan membenciku tanpa meminta persetujuan darimu terlebih dahulu. Akan tetapi aku juga tidak mau kehilanganmu, aku sangat menyayangi dan mencintai kamu. Mana bisa aku membiarkan kamu dalam kesakitan, nanti setelah ini kita akan punya banyak anak dan tidak akan pernah lalai lagi dalam hal menjaga kalian" kata Yoga berbicara dalam hatinya.


Sungguh ia tidak bisa membiarkan Saskia dalam kesakitan, ia akan menerima kemarahan Saskia nantinya jika memang perempuan itu tidak bisa menerima kenyataan untuk saat.


Keesokan harinya, Zaskia sudah berada di ruang perawatan titik perempuan itu baru sadarkan diri, Ia meneliti setiap sudut ruangan, terlihat suaminya yang sedang tertidur di sisi ranjang sambil duduk.


Lalu ia mengelus kepala suaminya sambil berkata


" Bagaimana dengan keadaan anak kita? apa kabar baik-baik saja "? tanya Saskia dengan suara lemahnya.


Akhirnya Yoga terbangun lalu menatap sayup wajah sang istri, ia belum bisa menjawab apapun atas apa yang ditanyakan oleh sang istri.


"Kamu Jangan memikirkan itu dulu ya, pulihkan saja keadaan mu nanti kita akan punya banyak anak ko" kata Yoga sambil menggenggam tangan sang Istrinya.


Memberikan kekuatan terhadap perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu.


" Baik-baik saja kan! Mas...Ayo jawab jangan diam saia" kata Saskia.


"Maafkan aku tidak bisa menjaga kalian "jawab Yoga sambil tertunduk.


"Maksud kamu apa dengan meminta maaf kepadaku? apa yang terjadi dengan semua ini Tolong beritahu aku jangan ada disembunyikan lagi " tanya Saskia yang sudah mulai Curiga dengan keadaan seperti ini.


" Kamu jangan sedih dengan semua ini, nanti setelah keadaan kamu pulih kita akan mempunyai banyak anak" ucap Yoga sambil mengelus perut sang istri.


" Maksud kamu apa? ti-tidak ini pasti salah, ayo katakan padaku sudah" Saskia berkata sambil menangis.

__ADS_1


"Dia masih ada hanya saja belum diberi kesempatan untuk lahir ke dunia ini, kita akan bisa melihat dan menggendongnya nanti setelah diizinkan oleh sang kuasa. Mungkin saat ini kita belum dipercaya untuk menjaganya, makanya Tuhan ambil kembali" kata Yoga berusaha menenangkan sang istri. Saskia tidak menjawab apapun, Ia hanya menangis dan meratapi nasibnya.


Mengapa hal ini bisa terjadi, Padahal tadi siang mereka baik-baik saja.


__ADS_2