
Yoga beserta keluarga nya, sudah berada di tempat wisata. Mereka terlihat sangat bahagia, apalagi dengan kehadiran calon penerus keluarga mereka.
Rencananya mereka, akan menginap di tempat ini untuk merayakan kebahagiaan.
semuanya sudah berada di tempat, begitu dengan kedua orang tua Yoga, tak lupa juga dengan Bibi ia selalu ikut kemanapun keluarga Yoga.
Tak henti-hentinya Saskia mengucapkan terimakasih kepada sang suami yang telah memberikan kebahagiaan untuk nya.
"Sayang, jangan banyak gerak seperti itu! biarkan Mama sama Bibi yang menyiapkan nya, kamu cukup diam dan duduk manis " kata Sang mertua sambil menatap lekat wajah menantunya.
"Pegel, Ma...diam terus lagian ini nggak ngapa-ngapain juga" jawab Saskia.
"Pokoknya, Mama tidak mau mendengar alasan apapun. Cukup diam dan dengarkan apa yang Mama bilang, Mama nggak mau kejadian yang dulu terulang kembali" kata Mertua nya.
"Iya, Ma... aku minta Maaf" jawab Saskia, padahal ia tak melakukan apapun. Hanya menyimpan peralatan makan yang kotor untuk di simpan ke tempat pencucian.
Mereka semua sekarang sedang berada pulau pribadi untuk berlibur dan melupakan sejenak apa yang terjadi di dalam hidup mereka.
Yoga mendekat ke arah sang istri, " kita pergi ke pantai Yuk, biarkan mereka yang mengurus semua. Tugas kamu datang ke tempat ini hanya untuk berbahagia bersama aku" kata Yoga sambil mengajak istrinya untuk segera pergi ke pantai.
Akhirnya Yoga dan Saskia berjalan perlahan untuk segera pergi ke pantai, setelah beberapa saat mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.
Mereka berdua duduk di bangku yang menghadap ke tengah laut, rasanya luar biasa membuat hati mereka tenang ketika melihat luas nya hamparan laut.
"Mas... tempat ini bagus juga ya, apa pernah mbak Sarmila juga di ajak ke tempat ini? " tanya Saskia terhadap sang suami.
"Ko nanya seperti itu, memang nya kenapa? " tanya balik Yoga.
"Nggak hanya saja, mengapa setiap tempat yang di kunjungi sudah pasti pernah di kunjungi bersama nya. Kalau bisa jangan ajak aku ke tempat yang pernah di kunjungi bersama nya, aku tidak mau ada di antara bayang-bayang mu bersama dia" kata Saskia.
"Memang tempat ini pernah di kunjungi bersama Sarmila, tapi itu dulu pas kami awal menikah. Tapi untuk saat ini kamu istri ku yang sangat aku cintai, tidak usah berfikir soal apa yang terjadi di masa lalu. Lagian aku hanya punya tempat pribadi di sini, sudah pasti aku membawa mu ke tempat ini juga" jawab Yoga.
"Ya, ngakak gitu juga. Aku hanya tidak ingin, berada di antara bayang-bayang itu" kata Saskia.
__ADS_1
"Memang aku pernah datang ke tempat ini bersama nya, dan pada saat itu aku juga sangat mencintai nya. Akan tetapi rasa itu telah hilang saat aku bersama mu, dan rasa itu hanya untuk mu saat ini, tidak akan tergantikan oleh orang lain. Kita nggak perlu melihat ke belakang, sekarang kita mulai lembaran baru bersama calon bayi kita" kata Yoga sambil mengelus perut sang istri.
Saskia merasakan tendangan dari dalam perutnya, seolah bayi yang ada di dalam kandungan nya mengetahui bahwa sedang berinteraksi dengan sang Ayah.
"Aku harap apa yang di ucapkan benar adanya, tidak ada kebohongan sedikit pun" jawab Saskia.
Akhirnya mereka berdua menikmati waktu bersama untuk memulai semuanya dari awal, terkadang hati Saskia juga tidak Yakin atas kata cinta yang sering di ucapkan oleh suaminya. Walau bagaimana pun kisah cinta Yoga dan Sarmila begitu indah, mungkin pikir Saskia tidak mudah bagi Yoga untuk melupakan perempuan yang pernah di nikahi Yoga.
Mungkin yang di rasakan Saskia pada saat ini hal yang sangat wajar ketika seorang istri merasakan cemburu soal kehidupan suaminya di masa lalu.
Waktu bergulir begitu cepat, mereka berdua sudah terlalu lama berada di pantai dan bermain air. Sudah waktunya untuk kembali ke villa tempat mereka menginap, lagian Saskia juga tidak di perbolehkan untuk terlalu capek.
"Ayok kita kembali ke Villa, sudah waktunya istirahat. Ingat ada dua nyawa yang mesti kita jaga" kata Yoga dengan nada bicara yang sangat lembut, ia tidak ingin membuat perempuan itu tersinggung dengan perkataan nya.
"Baiklah, lagian aku sudah mersa ngantuk. Belum tidur juga hari ini" jawab Saskia.
"Apa mau aku gendong? " tanya Yoga.
"Ngakak perlu, Mas... aku masih bisa jalan sendiri"
Waktu bergulir begitu cepat, Malam hari telah tiba.
Waktunya mereka untuk makan malam bersama keluarga, di sini terlihat dengan jelas bahwa keluarga Yoga sangat menyayangi nya. Jadi tidak perlu khawatir akan kehidupan Yoga di masa lalu, sebab masa kini dan selanjutnya adalah bersama Saskia.
Kebahagiaan terpancar di wajah seluruh anggota keluarga, kali ini Bi lani juga terlihat bahagia dengan kebersamaan mereka.
"Kia, Maafkan Bibi yang selama ini belum bisa menerima kehadiran mu di keluarga ini. Jika tidak keberatan mohon di maafkan" kata sang Bibi, dengan raut wajah penuh permohonan.
"Nggak perlu di bahas lagi, itu semua sudah berlalu. Lagian kita hidup di masa sekarang bukan di masa lalu, sudah sepantasnya kita lupakan apa yang terjadi sebelum nya" jawab Saskia.
"Terimakasih banyak ya, Kia...kamu memang perempuan yang sangat baik. Tidak salah Yoga memilih kamu sebagai ibu dari anak-anak nya, semoga kamu selalu di limpahkan kebagian dan kesehatan" ucap sang Bibi.
Akhirnya Bibi bisa menerima kehadiran Saskia menjadi bagian dari anggota keluarga mereka, sudah sepantasnya sebagai keluarga saling menerima.
__ADS_1
Acara makan malam keluarga pun sudah selesai di lakukan, di antara mereka sudah saling menerima dan melupakan masa lalu demi tercipta nya kebagian di masa kini dan masa depan.
Akhirnya semua anggota keluarga telah kembali ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Saskia dan Yoga sudah berada di kamar mereka.
Setelah sampai di dalam kamar
"Mas... ko kakiku seperti bengkak sih, coba liat geh" kata Saskia sambil menunjukkan kakinya yang terlihat seperti bengkak.
Yoga mendekat ke arah sang istri lalu melihat ke bagian kaki, memang terlihat bengkak.
"Mungkin ini akibat kemarin terlalu lama di perjalanan ya, terus ini bagaimana? apa terasa sakit? " tanya Yoga.
"Sakit sih, nggak hanya saja berasa berat kalau di pakai melangkah" jawab Saskia.
"Apa tanya sama, Mama siapa tahu punya solusi agar nggak bengkak lagi"
"Coba aja, Mas... aku takut terjadi sesuatu" kata Saskia dengan raut wajah sangat khawatir.
Yoga pun mengambil ponsel nya untuk menghubungi sang Mama dan memberi tahunya keadaan Saskia pada saat ini.
Setelah beberapa saat sang Mama sudah datang ke kamar mereka dan melihat kaki menantunya yang terlihat seperti bengkak, padahal usia kandungan baru memasuki bulan ke lima, biasanya yang bengkak itu ketika memasuki trimester akhir. Tapi mengapa sekarang sudah seperti ini, apakah ini tanda bahaya dengan kehamilan nya.
Ibu mertuanya langsung mengangkat kaki Saskia agar tidak menggantung, mungkin hal ini yang menyebabkan kaki ya bengkak.
"Kakinya jangan di gantung yah, kalau mau tidur posisi kan kaki lebih tinggi. Bisa pakai bantai sebagai ganjel nya biar lebih tinggi, di pijitin seperti ini juga lebih bagus" kata Sang Mama sambil memperbaiki posisi berbaring nya Saskia.
Saskia merasakan nyaman ketika tangan mertua nya, menyentuh kakinya.
Perempuan yang sudah tidak lagi muda itu sangat menyayangi Saskia bukti nya ia melakukan itu semua.
Setelah beberapa saat, Saskia sudah tertidur berkat sentuhan lembut dari tangan mertua nya.
Waktu bergulir begitu cepat, Mama Yoga pun telah kembali ke kamarnya. Tinggal Yoga yang masih menatap wajah istrinya yang sudah tertidur pulas, lalu ia menyentuh wajah istrinya yang terlihat lelah.
__ADS_1
Lalu ia berbaring di samping sang istri dengan posisi miring, semenjak istrinya hamil Yoga selalu tidur dengan posisi memeluk sang istri dari belakang. Akhirnya nafas Yoga mulai teratur, pertanda sang pemilik raga telah masuk ke dalam dunia mimpi.