Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 18 Kota tujuan


__ADS_3

Di tempat lain


Sepasang lelaki dan perempuan sedang memadu kasih, mereka tidak menyadari jika ada yang mengawasi nya. Bagi orang yang tidak mengetahui hubungan mereka, sudah pasti menyangka sebagai sepasang suami istri. Sebab tidur di kamar hotel yang sama, layak nya sepasang suami dan istri yang sedang berbulan madu.


Sarmila sudah tidak memiliki rasa takut di ketahui oleh Yoga, entah memang perempuan itu sengaja atau sudah tidak waras. Padahal jika di pikir suami setiap hari di rumah mengapa lebih memilih laki-laki lain untuk memadu kasih, apakah sudah tidak ada rasa lagi terhadap sang suami.


"Sayang, uang yang kemarin kamu kasih untuk menutupi kerugian perusak ternyata masih kurang!


" kata laki-laki itu sambil mengelus lembut pipi Sarmila, lalu mencium bibir wanita itu dengan sekilas. Padahal saat ini mereka sedang berada di tempat umum, dengan pakaian Sarmila yang kekurangan bahan.


"Memangnya kurang berapa lagi? Mungkin aku bisa membantu mu, lagian perusahaan itu kan akan menjadi milik ku juga" Jawab Sarmila dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Nggak banyak ko, paling sekitar 200 juta lagi sudah kelar masalah perusahaan itu"


"Hanya segitu, gampang itu mah bukan hal yang sulit juga" jawab Sarmila.


"Terimakasih banyak ya, sayang... Kamu itu bukan hanya pandai memuaskan kan ku di ranjang tetapi kamu juga bisa mengatasi semua masalah ku" ucap laki-laki yang mempunyai postur tubuh tinggi dan berambut ikal itu, sambil mengecup kening Sarmila berkali-kali.


Ternyata hanya mengecup kening saja tidak cukup baginya, akhirnya pindah kebibir dan mereka melakukan itu di tempat umum. Tanpa mereka bisa menahan hasrat masing-masing, akhirnya laki-laki itu mengendong Sarmila untuk segera di bawa ke kamar hotel. Sebab rasa ingin mendapatkan penyatuan sudah semakin menggelora, tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya kedua manusia yang tidak mempunyai hati nurani itu sudah sampai di kamar hotel.

__ADS_1


Sarmila sudah berada di atas tempat tidur, lalu pria itu langsung melucuti semua pakaian yang di kenakan Sarmila dan juga dirinya. Percintaan pun di mulai, dengan penuh gairah Baron langsung naik ke atas tubuh mulus Sarmila, dan menikmati indahnya pemandangan bukit kembar yang ada di hadapan nya. Sebelum pergi ke sebuah goa di bawah rimbunnya pohon, Baron juga terus menjelajahi gunung tersebut. Hingga sang pemilik sudah tidak kuasa lagi menahan gejolak,dan meminta hal yang lebih dari itu. Sarmila terus merengek dan ingin segera mendapatkan yang di inginkan nya, akan tetapi laki-laki itu masih asik bermain bersama bukit itu dan membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuh wanita itu.


Setelah merasa puas menjelajahi gunung kembar, sudah saat nya bagi Baron untuk segera menancap kan tingkat sakti milik nya ke sebuah goa yang berada di bawah gunung kembar itu. Kenikmatan mereka rasakan bersama, inilah yang di inginkan Sarmila dari tadi sebuah penyatuan yang sangat luar biasa.


Di sebuah kamar hotel, kedua manusia itu sedang bergulat dan di penuhi keringat. Bagi Sarmila bercinta dengan laki-laki yang bukan suami itu sangat memuaskan diri nya, entah apa yang terjadi dengan perempuan ini.


Percintaan mereka di atas tempat tidur begitu ganas, sehingga kedua terus merasakan kenikmatan lewat gerakan yang mereka ciptakan. Susana kamar yang dingin berubah menjadi panas, akibat pergulatan mereka. Laki-laki itu terus mengerjakan tubuhnya agar segera mendapatkan pelepasan dan penyatuan di antara kedua, memang soal bercinta Sarmila bisa memuaskan laki-laki itu. Siapa lagi yang tidak ketagihan sudah gratis di kasih uang pula, setelah cukup lama akhirnya pelepasan dan penyatuan itu terjadi.


"Sayang memang kamu itu luar biasa, tidak akan ada wanita lain yang bisa memuaskan ku seperti kamu" kata laki-laki itu sambil berbisik di telinga Sarmila.


"Kamu juga sangat perkasa, aku sangat menyukai nya" jawab Sarmila sambil membelai lembut wajah laki-laki itu yang di penuhi bulu-bulu halus di rahangnya.


"Tunggu sebentar aku membersihkan tubuh terlebih dahulu, nanti kita siap lagi" ucap laki-laki itu sambil beranjak dari atas tempat tidur tidak lupa mengecup kening Sarmila terlebih dahulu.


Setelah cukup lama Baron berada di kamar mandi akhirnya keluar juga, lalu pria itu mendekat ke arah Sarmila yang masih terbaring. Perempuan itu masih merasakan kelelahan akibat pergulatan itu.


"Sayang... Apa kamu tidur? " tanya Baron sambil menyibak selimut yang menutup tubuh Sarmila.


"Aku seperti kehabisan tenaga dan perut ku lapar sekali, bisa kah pesan kan makanan untuk ku" kata Saskia yang masih bermalas di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu itu terlalu bergairah untuk ku, mana bisa aku tidak menghabisi mu seperti tadi. Mungkin sebentar lagi aku kan melakukan nya lagi, bagi ku tidak akan merasakan puas jika itu bersama mu, bagaimana kalau kita makan di luar saja sekalian keliling tempat ini"


"Baiklah tunggu sebentar, bersih-bersih dulu" kata Sarmila lalu beranjak dari atas tempat tidur, perempuan itu berjalan ke kamar mandi tanpa mengenakan apapun. Sudah tidak ada rasa malu di hadapan pria itu, meskipun itu bukan suaminya.


Sarmila sudah keluar dari kamar mandi, dan perempuan itu langsung berganti pakaian. Mereka akan segera pergi ke sebuah restoran yang ada di hotel ini.


*****


Yoga dan Saskia sudah berhasil mendarat desa selamat di kota tujuan mereka, kedua nya sedang menunggu orang yang akan menjemput mereka. Semua ini sudah di atur oleh Sanco sang asisten kepercayaan nya.


Tidak butuh waktu yang lama, kendaraan yang menjemput sudah sampai.


Sopir pun mempersilakan kedua nya untuk segera masuk, lalu mereka sudah berada di dalam kendaraan. Tidak lama kemudian kendaraan melaju dengan kecepatan sedang, Yoga akan di bawa kesebuah hotel bintang lima yang ada di kota ini.


Mungkin hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai di tempat tujuan, jalan tidak terlalu ramai sehingga memudahkan mereka untuk cepat sampai.


"Kenapa sih Mas... dari tadi melamun terus, apa ada yang di pikiran? " tanya Saskia terhadap sang suami, setelah sampai di kota ini. Yoga terlihat banyak melamun entah apa yang ada di pikiran nya.


"Nggak apa-apa, mungkin ini hanya perasaan mu saja"jawab Yoga dengan senyum tipis di bibir nya, sebetulnya dalam hatinya takut semua yang di liat lewat photo yang di kirim terhadap dirinya itu benar adanya. Jika memang itu benar, maka ia tidak akan percaya lagi terhadap yang nama nya perempuan dan cinta.

__ADS_1


Kendaraan yang membawa mereka sudah sampai di sebuah hotel yang akan mereka tempati, Saskia dan Yoga turun dari kendaraan tersebut. Lalu berjalan perlahan untuk segera masuk, tanpa di sengaja Saskia melihat sosok yang sangat di kenalnya.


" Apa itu benar, ah nggak mungkin "kata Saskia dalam batin, sambil terus menatap orang tersebut.


__ADS_2