Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 51


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, hari-hari yang dilalui seperti biasa.


Saskia sudah kembali ke rumah, setelah mendapatkan perawatan selama 1 minggu di rumah sakit.


Akhirnya perempuan itu sekarang sudah berada di rumah mereka, dengan keadaan lebih baik.


Yoga telah melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa Sarmila adalah dalang dibalik kegugurannya Saskia, dengan semua bukti yang ada.


Yoga juga melaporkan Sarmila atas dasar kasus perencanaan pembunuhan janin yang ada di dalam kandungan Saskia.


Karena ulah dan kejahatan yang dilakukan oleh Sarmila telah melenyapkan nyawa seorang bayi yang masih berada di dalam kandungannya.


Jelas kelakuan Sarmila ini melanggar hukum, bahkan perempuan ini bisa dijerat pidana dengan pembunuhan berencana.


Orang yang menggelapkan uang perusahaan itu sudah berhasil ditangkap, dan sudah berada di dalam penjara.


Akan tetapi laki-laki itu berbicara kepada Yoga bahwa ia hanyalah diperintahkan oleh Sarmila untuk melakukan itu bahkan dirinya hanya diberi 30% dari hasil penggelapan uang tersebut.


Selebihnya uang itu adalah dipegang oleh Sarmila. Yoga merasa tidak habis pikir dengan kejahatan yang dilakukan oleh Sarmila, akan tetapi bukan Sarmila namanya jika tidak bisa melakukan kejahatan seperti ini.


Walaupun sarmina adalah orang yang paling dicintainya waktu dulu, akan tetapi kali ini Yoga sudah bertekad akan menempuh jalur hukum dan membawa kasus ini ke meja hijau.


Yoga sedang berada di kantor polisi, dan bertemu dengan seorang lelaki yang sudah menggelapkan perusahaannya itu.

__ADS_1


Mereka berdua sedang berhadapan dan Yoga ingin segala berbicara empat mata dengan orang tersebut.


" Mengapa bisa kamu mengkhianati ku dengan cara seperti ini? aku kurang baik terhadap kamu! " kata Yoga sambil menatap wajah seorang lelaki yang berada di hadapannya pada saat ini, lelaki itu tertunduk malu.


Dan laki-laki itu tidak berani untuk menatap wajah yoga yang selama ini telah memperlakukannya dengan baik. Akan tetapi ia juga terpaksa melakukan ini atas dasar paksaan dari Sarmila dan orang tuanya.


"Maafkan aku Tuan, terpaksa melakukan ini semua hanya untuk menyelamatkan anakku, karena mereka akan membunuh anakku jika tidak menuruti semua keinginan nya. Dan mereka juga memberikan aku 30% dari hasil penggelapan uang yang aku bawa itu " jawab laki-laki itu sambil tertunduk malu.


" Mengapa bisa mereka mengancam dengan cara seperti itu padahal jika saat ini kamu berbicara padaku maka aku akan menolong kamu dan mengeluarkan mu dari ancaman itu" kata Yoga.


"Aku tidak memberitahumu karena mereka juga menodongkan pistol di kepalaku agar tidak memberitahu siapapun akan hal ini" jawab laki-laki itu.


"Siapa yang melakukan ini terhadapmu?" tanya Yoga lagi.


"Dia adalah mertuamu, yang sudah datang ke rumahku dan mengancam aku dan istriku, jika tidak menuruti keinginannya maka mereka akan membunuh anak ku "


Andai saja bukan karena orang tua Yoga yang telah menjadi investor di perusahaan ini, mungkin saat ini sudah gulung tikar akibat kerugian yang disebabkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti Sarmila. Yang ingin mendapatkan uang dengan cara cepat yaitu dengan mengancam orang melalui kekuasaan ayahnya.


Sehingga terjadilah hal yang seperti ini akhirnya orang itu pun kembali masuk ke dalam jeruji besi, setelah berbicara panjang lebar terhadap Yoga dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya selama ini, bahkan laki-laki itu tidak bisa berpikir jernih lagi saat pistol menodongkan ke kepalanya. Dan ia juga tidak ingin anaknya meninggal di tangan orang yang jahat.


setelah itu, Yoga pun melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari ruangan ini.


Yoga pun sudah berada di luar gedung, ia sebentar lagi akan segera pulang dengan mengendarai kendaraan kesayangannya. Disaat Yoga ingin masuk ke dalam kendaraan itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi, lalu ia merogoh saku celananya untuk melihat ponselnya Siapakah yang menghubunginya, Apakah ini panggilan penting atau tidak.

__ADS_1


Setelah itu Yoga Menatap layar ponsel lalu mengusapnya, dan ternyata orang yang menelponnya adalah orang kepercayaan dari sang ayah, yang sedang melacak keberadaan Sarmila pada saat ini.


Betapa bahagianya Yoga saat mendengar kabar bahwa mereka sudah menemukan keberadaan Sarmila pada saat ini.


Dan sebentar lagi pihak kepolisian akan menjemput perempuan itu, dan setelah mendengar kabar baik itu.


Akhirnya Yoga pun memutuskan sambungan teleponnya, lalu menyimpan kembali dan ia masuk ke dalam kendaraannya untuk segera pulang ke rumah bertujuan ingin memberikan kabar baik ini terhadap sang istri yang selalu menunggunya di rumah dengan Setia.


Yoga pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, ia sudah berada di jalan raya jalanan yang tidak terlalu ramai sehingga mengakibatkan Iya datang ke rumah dengan cepat tanpa halangan dan hambatan di perjalanan. Mungkin ini semua karena bukan di jam pulang kerja, sehingga mengakibatkan jalanan terlalu mulus untuk dilalui.


Tidak ada halangan apapun untuk segera sampai di rumah.


Waktu bergulir begitu cepat, Yoga sudah berhasil mendarat dan menghentikan kendaraannya dengan sempurna di halaman rumah yang sangat mewah dan megah ini.


Ia langsung keluar dari dalam kendaraannya, lalu berjalan cepat untuk segera masuk ke dalam rumah setelah sampai di dalam rumah ia melihat sang istri sedang duduk sambil menikmati acara televisi kesukaannya.


Lalu Yoga pun mendekat ke arah sang istri dan duduk di sampingnya setelah itu Yoga melingkarkan tangannya di pinggang sang istri sambil berkata "Keberadaan Sarmila sudah ditemukan, Mungkin sebentar lagi perempuan itu akan mendapatkan ganjaran atas semua perbuatannya" kata Yoga sambil bersandar di bahu sang istri.


"Sebetulnya semua ini bukanlah salah Mbak Sarmila, andai saja pada saat ini kamu langsung menceraikannya dan tidak membiarkannya tinggal di rumah ini. Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, pastinya anak yang ada di dalam kandunganku tidak akan pernah pergi meninggalkan kita semua. Bahkan aku belum sempat melihat wajahnya" kata Saskia, memang selama ini ia selalu berkata kepada Yoga bahwa ia tidak mau tinggal satu rumah dengan Sarmila.


Jika saja Yoga tidak melakukan hal itu maka kejadian ini tidak akan pernah terjadi , maka semua yang terjadi kepada hidup Saskia adalah mutlak kesalahan Yoga.


"Mau sampai kapan terus menyalakan ku seperti ini, sungguh aku minta maaf atas apa yang terjadi aku niatnya ingin membalas dendam kepada Sarmila. Dengan cara tidak memberikannya uang dan tidak memperlakukannya dengan baik dengan tujuan perempuan itu akan menyadari kesalahan yang telah dilakukannya di masa lalu" kata Yoga.

__ADS_1


"Perempuan seperti itu seharusnya tidak boleh diberi ampun, sekali yang melakukan kesalahan maka ia akan melakukan kesalahan yang selanjutnya " kata Saskia.


Setelah cukup lama Saskia dan Yoga berbicara di ruang tengah, dan waktu juga sudah malam. Akhirnya Saskia pergi untuk segera pergi ke dalam kamar dan mengistirahatkan tubuh nya, meskipun tidak melakukan apapun entah mengapa terasa lelah.


__ADS_2