Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
43


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, malam hari telah tiba. Yoga dan Saskia sudah berada di dalam kamar mereka.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga ini, Yoga yang sangat bahagia dengan kehamilan Saskia, ia tidak membiarkan sang istri melakukan apapun.


Bahkan ia seperti seorang pelayan, untuk pergi ke kamar mandi saja Yoga harus ikut bersama sang istri.


Padahal Saskia sudah terlihat lebih segar, meskipun ketika di pagi hari perempuan itu masih muntah-muntah dan mual.


Bahkan Saskia merasa bau ketika mencium aroma makanan, ia hanya makan umbi-umbian.


Akan tetapi itu juga sudah mampu membuat Saskia mempunyai tenaga.


Memang kehadiran anak dan cucu di keluarga ini sangat diharapkan, bahkan sejak dulu.


Sekarang Saskia mengandung anak dari Yoga, dan hal itu membuat Yoga sangat bahagia dengan kehadiran anak pertama mereka.


Meskipun belum bisa menatap wajah sang buah hati, Akan tetapi Yoga sudah merasakan begitu sempurna dan lengkap keluarganya ketika mendengar kabar bahwa Saskia sedang mengandung anaknya.


Yang tadinya Yoga tidak pernah memperdulikan Saskia dikala dikhianati oleh Sarmila, akan tetapi setelah kehamilan Saskia laki-laki itu berubah seratus delapan puluh derajat. Menjadi suami siaga yang selalu mendampingi istrinya dalam keadaan apapun. Ia sangat kasihan ketika menyaksikan istrinya muntah di pagi hari.


Pagi hari telah tiba, yang biasanya Saskia menyiapkan sarapan untuk Yoga, akan tetapi kali ini bergantian Yoga yang mempersiapkan semua kebutuhan sang istri.


Karena perempuan itu sedang mengandung anaknya, jadi Yoga menjadikan Saskia sebagai ratu di rumah ini yang akan ia layani semua kebutuhannya.


Hari ini ia terpaksa harus pergi ke kantor meninggalkan sang istri di rumah, sebab ada hal penting yang mengharuskan Yoga pergi ke kantor untuk hari ini.


Saskia pun tidak keberatan ketika suaminya harus berangkat ke kantor, sebab Ia juga sudah merasa lebih baik dan merasa sehat.


"Selama aku di kantor, kamu jangan keluar dari kamar apalagi mengerjakan pekerjaan rumah" pesan Yoga terhadap sang.


"Aku bosan kalau harus berada di dalam kamar sepanjang hari, lagi pula cuma keluar kamar nggak keluar rumah" jawab Saskia.

__ADS_1


"Pokoknya aku tidak mengijinkan kamu jika keluar dari kamar apalagi melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang ibu hamil" kata Yoga sambil menatap sang istri.


Saskia cemberut ketika suaminya berkata seperti itu, sebetulnya ia merasa sepi jika harus berdiam diri di kamar.


Yoga tidak tega melihat wajah sang istri yang sedih, ia lalu mengusap baju Saskia.


"Nanti aku telepon Mama biar datang ke sini untuk menemani kamu, selama aku di kantor" ucap Yoga ia tidak tega ketika raut wajah sang istri menjadi sedih.


"Bener ya, Mas...Mama akan datang ke sini? " tanya Saskia, dengan penuh semangat.


"Iya, aku akan hubungi Mama terlebih dahulu"


"Terimakasih ya, Mas... " ucap Saskia sambil bergelayut manja terhadap sang suami.


Seketika wajah Saskia berubah menjadi bahagia ketika sang mertua akan datang ke rumah ini.


Setelah beberapa saat perbincangan diantara keduanya pun sudah selesai, Yoga sudah berpamitan untuk segera berangkat ke kantor.


Ia selalu terbayang ketika istrinya mual dan muntah, pusing atau membutuhkan sesuatu ketika ia tidak di rumah. Yoga terus memikirkan itu, padahal ada banyak pelayan juga yang akan membantu Saskia.


Tetap saja Yoga merasa tidak percaya dengan mereka semua, akan tetapi Saskia meyakinkan suaminya bahwa ia bisa menjaga diri. Apalagi akan di temani ibu mertuanya.


Akhirnya Yoga pun dengan berat hati menyetujui permintaan sang istri untuk pergi ke kantor dan menyelesaikan urusannya terlebih dahulu, Sebab tanggung jawab juga di perusahaan sangat besar.


Itu sebagai contoh pemimpin yang baik adalah bertanggung jawab dengan segala sesuatu yang telah dikerjakannya, bukan berarti ia pemimpin perusahaan dan bermalas-malasan untuk pergi ke kantor.


Setelah berpamitan terhadap sang istri Yoga pun keluar dari kamar dan meninggalkan sang istri sendirian.


Yoga telah pergi ke kantor, tinggal lah Saskia. Ia duduk di sofa sambil menyalakan televisi ia akan menonton acara kesukaannya.


Waktu bergulir begitu cepat, ia sudah merasa jenuh dengan berada di dalam kamar terus. Dengan perlahan ia bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera keluar dari kamar dan mencari udara segar.

__ADS_1


Setelah bebrapa saat Saskia sudah berada di lantai bawah, tidak seperti biasa terlihat sangat sepi. Mungkin para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Saskia terus berjalan mencari keberadaan para pelayan hingga sampai ke dapur, terlihat dari kejauhan ada Sarmila di sana.


Lalu Saskia mendekat lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Mbak lagi masak apa? " tanya Saskia terhadap istri pertama dari suaminya itu.


Entah mengapa tiba-tiba perempuan itu ada di dapur, biasanya juga tidak pernah mau menyentuh perabotan yang ada di dapur.


"Ini lagi membuat bubur kacang ijo, bagus juga loh untuk ibu hamil. Aku sengaja membuat ini untuk mu agar kamu dan bayi yang ada di dalam kandungan mu tumbuh sehat" kata Sarmila sambil tersenyum tipis.


"Terimakasih, mbak... tapi lain kali nggak usah repot-repot" jawab Saskia.


Akhirnya Sarmila pun membawa bubur kacang ijo dua mangkuk satu untuk Saskia dan dirinya.


Saskia merasa ragu untuk memakan bubur tersebut.


"Kenapa tidak di makan, apa kamu takut akan meracuni kamu. Itu tidak akan terjadi, anak yang kamu kandung itu juga anak ku" kata Saskia sambil terus menyendok bubur ke dalam mulut nya.


"Bu-bukan seperti itu juga, hanya saja... " Saskia ragu, akhirnya ia tidak melanjutkan perkataan nya.


"Kamu masih ingat kan dengan perjanjian waktu itu, bahwa suatu saat jika kamu hamil maka anakmu akan di serahkan kepada ku. Dan itu isi perjanjian saat kamu menikah dengan mas Yoga, dan pada saat itu kamu setuju dengan syarat itu dengan imbalan uang! " Sarmila mengingat kan isi perjanjian waktu itu.


Seketika hati Saskia merasa sesak di kala Sarmila mengingat kan itu, memang benar adanya surat perjanjian itu. Akan tetapi Saskia tidak rela jika harus menyerahkan anak nya terhadap Sarmila.


"I-iya ingat, tapi... "


"Pokoknya, jangan sampai kau langgar perjanjian itu. Ayo cepat makan bubur nya biar bayi yang ada di kandungan mu sehat. Aku tidak mau kau melahirkan anak yang kurang sehat" kata Sarmila, ia memaksa Saskia untuk menghabiskan bubur kacang ijo buatan nya sendiri.


Akhirnya Saskia pun memakan bubur hasil buatan Sarmila.

__ADS_1


__ADS_2