Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 58


__ADS_3

Keesokan harinya, Yoga memutuskan untuk pulang dari pulau pribadi miliknya. Ia takut terjadi sesuatu dengan sang istri, makannya lebih baik pulang saja.


Meskipun ada kedua orang tuanya, akan tetapi mereka bukan dokter.


Lebih baik pulang saja, Yoga khawatir dengan keadaan kaki Saskia yang mulai bengkak. Ia takut ada hal yang tidak di inginkan, Mereka semua sudah berada di perjalanan untuk pulang.


Memang jarak pulau tidak terlalu jauh sehingga waktu yang di gunakan hanya satu jam perjalanan, mereka menggunakan kapal pribadi milik sang Ayah.


Mereka sudah berada di penyebrangan untuk segera pulang, dan Yoga menggandeng tangan Saskia untuk segera masuk ke dalam kapal yang akan mengantarkan mereka.


Setelah berada di dalam kapal pribadi, Yoga langsung membawa sang istri ke tempat istirahat. Kapal ini di lengkapi dengan pasilitas yang sangat lengkap, dan sangat nyaman ketika berada di dalam dan selama perjalanan.


Perjalanan yang mereka lalui sangat lah luar biasa, niat nya mau satu minggu berada di pulau.


Dan harus pulang karena melihat keadaan istrinya yang mengkhawatirkan.


Waktu bergulir begitu cepat, sepanjang perjalanan Saskia selalu tertidur entah mengapa ia ngantuk terus.


Kapal yang membawa mereka sudah bersandar di Dermaga, lalu Yoga membangunkan sang istri bahwa sudah sampai di tempat tujuan.


"Sayang Ayok kita pulang? " ajak Yoga terhadap sang istri, sambil mengelus wajahnya dengan lembut.


Saskia menggeliat merasakan sentuhan lalu membuka wajahnya dengan dengan perlahan.


"Aku masih ngantuk, Mas... lelah rasanya " jawab Saskia.

__ADS_1


"Sudah waktunya pulang, Sayang... nanti di lanjut tidurnya jika sudah berada di mobil " kata Yoga dengan nada bicara yang lembut.


Kedua orang tua Yoga sudah menunggu, di area parkir kendaraan. Mereka sudah di tunggu oleh sopir.


Akhirnya Saskia pun bangun, meskipun rasa ngntuk itu masih menguasai nya.


Yoga mengulur kan tangan nya ajar sang istri bisa berpegangan, lalu Saskia pun bangun. Karena Yoga tidak tega melihat istrinya berjalan apalagi kakinya yang bengkak seperti itu.


Tanpa permisi, Yoga langsung menggendong sang istri. Hal itu membuat Saskia kaget, lalu perempuan itu mengalungkan tangan nya di leher sang suami agar ia tak terjatuh. Meskipun Saskia merasa malu ketika di liat oleh mertua nya, akan tetapi ia juga merasa sangat bahagia dengan perlakuan suaminya.


Setelah beberapa saat Yoga sudah sampai di tempat parkir di mana sopir sedang menunggu mereka, Yoga langsung mendudukkan Saskia di jok mobil yang akan mengantarkan mereka pulang.


"Mas... apa kita mau langsung pulang? " tanya Saskia.


"Iya, memangnya kita mau pergi ke mana dulu? " tanya Yoga.


"Menang nya kamu menginginkan apa? " tanya Yoga.


"Boleh yah, sebelum pulang kita mampir dulu ke tempat di mana mbak Sarmila di rawat pada saat ini. Aku janji tidak akan meminta hal yang aneh lagi" kata Saskia dengan nada bicara penuh permohonan.


Yoga kaget dengan apa yang di ucapkan sang istri, mengapa tiba-tiba Saskia minta untuk mengunjungi Sarmila. Ini sangat berbahaya, bagaimana jika nanti Sarmila melukai Saskia. Yoga juga tidak mau mengambil resiko.


"Aku nggak setuju dengan apa yang menjadi permintaan mu, ini terlalu beresiko untuk datang menemui Sarmila. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mu" jawab Yoga ia keberatan dengan permintaan istrinya.


"Aku mohon, Mas... kan kamu juga ikut bersama ku, pasti Mbak Sarmila juga tidak akan berani macam-macam lagian untuk Saat ini kan dia tidak mengingat kita" Saskia meyakinkan suaminya, agar memberi ijin.

__ADS_1


"Baiklah tapi Papa sama Mama juga harus ikut bersama kita, aku tidak mau mengambil resiko dan membahayakan nyawamu. Jika mereka ikut lebih banyak lagi yang bisa menjaga mu, tunggu sebentar aku akan bicara dulu sama mereka" ucap Yoga, sambil keluar dari mobil yang di tumpangi nya untuk berbicara terlebih dahulu terhadap kedua orang tuanya.


Yoga sudah berada di antara kedua orang tuanya, akhirnya Yoga berbicara kepada mereka dengan niat Saskia untuk mengunjungi Sarmila. Akhirnya mereka semua setuju, dan Yoga pun kembali ke dalam kendaraan untuk segera menuju rumah sakit jiwa yang mana Sarmila di rawat di tempat ini.


Akhirnya mereka pergi ke tempat itu untuk mengunjunginya Sarmila, dengan menggunakan kendaraan yang berbeda.


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi sudah memasuki area rumah sakit.


Mereka semua turun dari dalam kendaraan dan Yoga terus menggandeng tangan Saskia. Mereka sudah menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu agar mereka bisa bertemu dengan Sarmila, dan mereka mendapatkan ijin.


Tidak membutuhkan waktu yang sangat lama, mereka semua sudah berada di dalam. Di mana mereka hanya bisa melihat Sarmila dari arah luar yang di sekat oleh jeruji besi. Sebab Sarmila termasuk pasien ganguan jiwa yang hebat, sering ngamuk dan melukai orang lain. Makanya dia harus di kurung dan di kelilingi besi-besi itu agar tidak bisa ke luar.


Yoga menatap lekat perencanaan yang ada di hadapan nya, akan tetapi sama sekali Sarmila tidak perduli dengan kehadiran mereka semua.


"Mbak, Sarmila aku mengucapkan banyak terimakasih. Berkat kamu saat ini aku bisa mendapatkan laki-laki yang baik seperti mas Yoga, semoga kamu cepat sehat dan mendapatkan kebahagiaan" ucap Saskia sambil menatap lekat wajah Sarmila dari kejauhan.


"Dia mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang di lakukan nya di waktu yang lalu, semoga kamu juga bahagia terus serta dalam keadaan sehat bisa melahirkan si kembar. Mama sudah tidak sabar ingin segera bertemu denganmu mereka" ucap Ibu mertua sambil merangkul bahu Saskia.


"Terimakasih banyak ya, Ma... kalian semua telah menyayangi ku seperti ini" ucap Saskia, ia sangat bahagia dengan perlakuan dari mertua nya.


"Sudah sepantasnya kami menyayangi mu, dengan cara seperti ini. Kamu adalah menantu ku, sudah sepantasnya di perlakuan dengan baik"


"Sudah selesai kan kita di tempat ini, mari kita pulang! " Ajak Yoga sambil meraih tangan sang istri.


Saskia pun mengangguk, ia setuju untuk segera pulang. Keadaan Sarmila saat ini sedang memprihatinkan, terbalik dengan keadaan Saskia pada saat ini sedang di selimuti kebahagiaan.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua pulang, dengan hati yang mersa kasihan terhadapSarmila.


Akan tetapi kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga Yoga, mereka merasakan ketenangan saat tidak ada lagi orang yang akan menghancurkan kebahagiaan mereka.


__ADS_2