
Malam hari telah tiba, Yoga mersa haus. Ia segera membuka matanya lalu, bangun dan segera mengambil air minum. Tanpa melihat keberadaan sang istri, Yoga meneguk air mineral yang tersedia di sana. Setelah rasa hausnya hilang, ia akan kembali ke atas ranjang dan melanjutkan tidur nya kembali. Sebab ia sangat ngantuk sekali, akan tetapi ia melirik ke arah meja yang terdapat di pojok ruangan. Terdapat beberapa makanan yang masih utuh, tanpa pikir panjang ia langsung menuju meja tersebut dan langsung duduk di kursi sambil menikmati makanan yang tersedia. Pikir Yoga ini adalah bentuk dari perhatian seorang istri untuk suaminya, ia terus melahap nya karena nya belum makan juga seharian. Tenaga di kuras habis pemasukan tidak ada, lelah itu yang di rasakan Yoga. Makanan sudah habis di nikmati dan ia akan naik ke atas tempat tidur laku menarik selimut dan beta terkejutnya saat tak melihat sang istri di atas tempat tidur.
"Kemana dia? apa di dalam toilet" batin Yoga, ia duduk di pinggir ranjang. Setelah cukup lama menunggu, tidak ada tanda-tanda keberadaan orang. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari sang istri, Yoga melangkah dengan perlahan dan segera membuka pintu toilet. Betapa terkejutnya Yoga saat tidak mendapatkan keberanian Saskia di dalam.
"Ahh siap, kenapa dia tidak ada di sini. Apa mungkin sudah pulang! " batin Yoga, lalu ia memeriksa kembali barang milik Saskia.
"Barang-barangnya masih ada, lalu dia pergi ke mana? " Yoga terus membatin.
Setelah melihat semua nya tidak ada yang berubah, bahkan ponsel nya juga masih ada. Yoga langsung keluar dari kamar dan mencari keberadaan sang istri, ia terus bertanya pada semua orang. Akan tetapi tidak ada yang tahu, hingga pada akhirnya Yoga menghubungi Sanco untuk mencari keberadaan sang istri. Sambil menunggu Sanco datang, Yoga terus mencari keberadaan istrinya, hingga beberapa saat kemudian. Datang lah Sanco bersama dua rekannya, sebab Yoga berkata pada Sanco waktu di telepon bahwa Saskia hilang atau kabur.
"Ada yang bisa di bantu, Bos? " tanya Sanco setelah sampai di tempat yang di janjikan bersama Yoga.
"Terus kamu pikir saya memanggil kamu untuk datang ke tempat ini untuk apa? kalau ada hal yang sangat penting! " kata Yoga sambil menatap tajam wajahnya Sanco.
"Siapa tahu, minta di temenin minum seperti semalam" jawab Sanco dengan santainya, ia tidak tahu bahwa Saskia itu menghilang.
"Saskia hilang" kata Yoga dengan nada bicara dingin dan raut wajahnya yang datar.
"Hilang...! bagaimana bisa memangnya bos lagi di mana sampai tidak tahu istri sendiri pergi"ucap Sanco dengan raut wajah terkejutnya.
" Sedang tidur, maklum habis olahraga panas jadi lelah "jawab Yoga dengan nada bicara datar, tanpa mersa bersalah sedikit pun. Akan tetapi jujur dalam hatinya merasa cemas juga takut terjadi sesuatu dengan perempuan itu.
" Tidur atau pingsan sih... sampai nggak bisa mendengar apapun, terus apa yang harus kita lakukan untuk mengetahui keberadaan nya"
"Cepat hubungi orang-orang mu, yang ada di kota ini. Cek bandara dan terminal antar kota, siapa tahu dia ingin melarikan diri dari ku"
"Apa bos berantem sama dia? jika ia, bisa jadi Saskia kabur" kata Sanco.
"Kalau bicara hati-hati, jangan membuat ku takut"
"Kita coba cari, dengan menelusuri pantai. Siapa tahu dia hanya jalan-jalan sambil menikmati udara dan pemandangan indah yang ada di sini "kata Sanco sambil mengajak Yoga untuk mencari keberadaan Saskia di pinggir pantai, semoga perempuan itu bisa ditemukan segera.
__ADS_1
Kalau tidak ditemukan urusannya bisa berabe, dan ini menambah pekerjaannya.
" Baiklah kita cari dari area pantai dekat dengan hotel, mungkin dari sana kita ada petunjuk untuk bisa segera menemukan perempuan itu. Dasar perempuan bikin repot orang saja, apa susahnya sih kalau mau pergi itu pamit terlebih dahulu kepada suami. Ini udah muncul benih-benih istri durhaka " Yoga terus menggerutu, iya sangat kesal dengan kelakuan Saskia yang pergi tanpa berpamitan.
"Sudah jangan banyak bicara, nggak ada gunanya juga"kata Sunco sambil berjalan terlebih dahulu.
" Kamu sudah berani mengajariku! di sini saya sebagai bosnya saya berhak berbicara soal apapun. Kamu mencari Saskia juga saya bayar tidak gratis, jadi kamu nggak usah protes cukup ikuti apa yang saya perintahkan! "kata Yoga dengan nada bicara kesal sebab laki-laki yang bersamanya yang berstatus sebagai orang kepercayaan sekaligus sahabatnya itu sudah berani berkata seperti itu terhadap dirinya. Padahal selama ini Sunco tidak pernah berbicara seberani tadi.
Laki-laki ini selalu nurut dan tidak banyak bicara ketika Yoga membutuhkan bantuannya.
Setelah cukup lama mereka berjalan menuju ke arah Pantai.
Hari juga sudah gelap, hanya ada remang-remang dari pencahayaan lampu yang ada di pinggir pantai tersebut, air laut juga sudah mulai pasang.
Mereka melihat ke sekeliling tempat yang ada di sana terlihat sangat gelap dan tidak ada orang yang berkeliaran di sana Yoga terus berjalan mengikuti Sunco, hingga pada akhirnya pandangan Yoga tertuju pada sepasang sandal yang ada di pinggir pantai.
" Ini sandal milik Saskia "kata Yoga sambil mengambil sandal tersebut lalu diperlihatkan kepada Sunco.
" Jika ini milik istrimu lalu di mana dia sekarang? "
"Bukan seperti itu juga, maksud saya ini sandalnya ada di sini berarti pemiliknya tidak jauh dari tempat ini atau jangan-jangan a-hhh tidak mungkin! "kata Sunco menepis pikiran jelek yang ada di kepalanya.
" Jangan-jangan apa maksud kamu? jangan bikin Saya khawatir dan bersalah lagi dengan kehilangan perempuan itu! " ucap Yoga dengan perasaan cemas.
"Apa mungkin dia terseret arus saat bermain air laut, atau dibawa hantu. Secara dia kan! berada di pinggir pantai malam-malam sendirian lagi, biasanya banyak tuh dedemit-demit yang ada di pinggir pantai doyan sama perempuan cantik macam istri kau" ucap Suno sambil menatap lekat wajah Yoga.
" Kalau bicara itu dipikir dulu jangan ngawur, mana ada setan doyan manusia yang ada tuh kamu yang doyan manusia. Kapan setan suka makan manusia bicara kok nggak pakai logika! "kata Yoga dengan kesal.
"Kan wewe gombel juga doyan manusia, seperti kasus yang sedang viral itu. Anak hilang di gondol wewe gombel. Kata siapa setan nggak doyan manusia, bisa saja dia diambil setan laut dibawa ke tengah atau bahkan buaya laut"kalau buaya darat sih itu Pak Bos" kata Sunco tanpa pikir panjang dia berbicara seperti itu.
"Bicara apa kamu? bisa di ulangi tidak! "
__ADS_1
"Ng-nggak, itu salah dengar mungkin, yuk kita berjalan ke arah sana lagi! " ajak Sanco mengalahkan, pembicaraan agar sang Bos tidak marah.
Mereka berdua sudah berjalan terlalu jauh, belum juga menemukan keberadaan perempuan itum
Yoga terus menatap sandal milik Saskia, Ia berpikir sudah kemana-mana apa mungkin istrinya terseret ombak, atau benar yang dikatakan Sunco bahwa istrinya dibawa setan atau demit penghuni laut. Akan tetapi hati dan pikirannya tidak mungkin setan membawa manusia, sedangkan manusia itu makhluk yang paling ditakuti oleh setan. Keberadaan manusia di muka bumi ini lebih menyeramkan dari setan, sebab banyak manusia yang memiliki muka dua. Seta aja belum pernah mendengar yang mempunyai muka macam manusia.
"Bos apa kita lapor pihak hotel saja, atau meminta bantuan mereka untuk cek camera pengawas. Mungkin itu sangat membantu kita, ini dari mereka yang di perintahkan untuk mencari keberadaan Saskia juga belum ada kabar. Yuk kita kembali, sudah terlalu jauh ini berjalan" Sanco, mengajak Yoga untuk kembali. Dan mencari tahu lewat camera pengawas yang terpasang di setiap titik.
"Baiklah, kamu hubungi pihak hotel kalau perlu lapor polisi saja! " kata Yoga.
"Belum bisa kalau harus lapor ke kantor polisi sebab belum ada satu kali dua puluh empat jam"
"Kalau nunggu selama itu mana bisa! bagaimana kalau dia dalam bahaya atau bisa saja di culik" kata Yoga cemas.
"Saya yakin Saskia baik-baik saja, mungkin dia lagi berada di suatu tempat untuk menjauh dari bos"
Akhirnya mereka semua kembali ke hotel, dengan tujuan meminta bantuan untuk mencari keberadaan Saskia lewat camera pengintai.
Selang beberapa saat keduanya sudah sampai dan meminta bantuan pihak hotel untuk mencari tahu, tanpa menunggu waktu lama. Yoga dan Sanco sudah berada di sebuah ruangan, di mana ruangan tersebut terdapat beberapa monitor. Lalu Yoga memberi tahu bahwa mereka menempati kamar nomor 69,melalui camera pengintai yang terpasang dari setiap sudut yang ada di hotel ini. Dan Saskia tertangkap camera tersebut berjalan ke arah pantai, dan setelah itu tidak terlihat dan belum kembali juga.
"Apa mungkin terseret arus! " kata Yoga sambil menatap wajah asisten nya.
"Mana saya tahu, seperti yang di liat tadi terlihat dengan jelas Saskia pergi ke sana dan kita menemukan sandal yang di pakai nya. Kalau pulang itu sangat tidak mungkin, sebab terakhir dia datang ke pantai itu" jelas Sanco.
"Baiklah pak, kami akan bantu mencari keberadaan istri bapak. Semoga segera di temukan, atau dia mempunyai teman di kota ini!? " tanya orang yang bertugas dibagian keamanan itu.
"Saya rasa tidak! untuk pertama kalinya datang ke kota ini, mustahil rasanya kalau mempunyai teman di sini" Jawab Yoga.
"Apa bapak mempunyai musuh, atau saingan bisnis. Barang kali ini rencana jahat mereka"
"Nggak mungkin, saya tidak mempunyai saingan bisnis yang seperti itu. Jangan bikin saya takut dengan pertanyaan mu" kata Yoga dengan wajahnya yang mulia frustasi, ia mulai panik sebab malam sudah larut akan tetapi istri belum juga di temukan keberadaan nya. Hal ini membuat perasaan Yoga tidak karuan
__ADS_1
"Kia.... kamu pergi ke mana? pulang lah jangan seperti ini! "kata Yoga dalam batin.
Yoga mersa sangat bersalah dengan apa yang telah terjadi, atau Saskia merasa takut untuk berada di dekat nya. Setelah apa yang di lakunya terhadap perempuan itu.