Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 29 Rasa kagum


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, Saskia tidak mau pusing lagi. Lebih baik ia mengikuti apa yang di katakan suaminya, meskipun menolak dan memberontak itu tidak ada gunanya. Saskia sudah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, jika saat ini ia berada di rumah nya sudah pasti akan melakukan pekerjaan rumah seperti bisa. Dengan perlahan Saskia bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya untuk segera keluar, Rumah yang sangat megah dan mewah rasanya ia tak pantas untuk berada di tempat ini. Apalagi harus menyingkirkan istri pertama, Saskia tidak mau berada di tempat ini. Ia lebih nyaman tinggal di rumah sederhana dan jauh dari kata mewah.


Saskia berjalan perlahan untuk menuruni anak tangga satu persatu, ia ingin sekali pergi ke dapur dan menyalurkan hobinya yaitu memasak untuk dirinya sendiri dan juga suaminya.


Meskipun Yoga telah memperlakukannya dengan tidak baik, akan tetapi ia tidak lupa peran seorang istri adalah menyiapkan semua keperluan suaminya.


Dalam hatinya ia masih marah dan kecewa dengan keputusan Yoga saat ini, ia juga tidak mampu menolak yang sudah menjadi keputusan suaminya. Berat, itu yang dirasakan Saskia pada saat ini, apalagi harus tinggal di rumah ini bersama Sarmila. Walaupun ia sudah diberikan ruang yang sangat luas di rumah ini, bahkan kepemilikan rumah ini adalah sudah menjadi miliknya. Dia bukanlah orang yang serakah ingin mengambil semuanya yang memang bukan hak dirinya, ia tidak suka dengan keadaan ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi kewajibannya mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya.


Setelah beberapa saat Saskia sudah berada di dapur, akan tetapi ia bingung harus melakukan apa sebab di sana terdapat beberapa pelayan yang sedang memasak untuk menyiapkan makan malam. Lalu salah satu dari mereka mendekat ke arah Saskia, langsung bertanya tujuannya datang ke dapur untuk mencari apa jika memang membutuhkan sesuatu mereka akan segera menyiapkannya.


Saskia yang tidak biasa dilayani oleh orang lain ia tidak menginginkan apapun

__ADS_1


" Apa Nyonya membutuhkan sesuatu? "kata kepala pelayan yang sedang mengawasi pelayan lain menyiapkan menu makan malam.


" Saya tidak membutuhkan apapun, hanya saja merasa jenuh di dalam kamar. Kalau saya boleh, bisakah membantu memasak? sebab saya tidak terbiasa hanya berdiam diri di dalam kamar. Lagipula Mas Yoga sangat menyukai masakan yang saya buat, "kata Saskia dengan nada bicara yang sangat lembut.


Kepala pelayan itu merasa heran, mengapa ada seorang perempuan yang sudah menjadi istri dari orang yang sangat kaya di negara ini masih mau pergi ke dapur. Menyiapkan masakan untuk sang suami, selama ini mereka bekerja di rumah ini tidak pernah sekalipun melihat Karmila memegang peralatan masak di dapur. Apalagi sampai menyiapkan semua keperluan suaminya, beda lagi dengan Saskia Baru saja datang ke rumah ini, sudah mengutarakan niatnya untuk menyiapkan menu makan malam untuk suaminya. Dalam hati pelayan itu memuji dan mengagumi Saskia yang memiliki sifat seperti itu, mungkin tidak banyak perempuan di dunia ini yang seperti Zaskia.


Hanya saja keberuntungan Saskia tidak seperti Sarmila, meskipun mempunyai sifat seperti itu Yoga sangat menyayangi dan mencintainya. Akan tetapi walaupun dirinya sudah berusaha menjadi istri yang baik yang menyiapkan seluruh keperluan suaminya, rasa cinta dan sayang Yoga hanya untuk Sarmila Seorang.


"Itu tidak akan terjadi, saya sudah biasa memasak sendiri jadi nggak perlu ada yang dikhawatirkan lagi Mas Yoga sudah tahu kalau saya suka memasak pasti dia tidak akan memecat dan memarahi kalian jika itu terjadi nanti saya yang berbicara dan memberi pengertian terhadapnya "kata Saskia.


"Tapi Nyonya" kata pelayan itu dengan raut wajah yang sangat takut.

__ADS_1


"Nggak perlu takut dan khawatir saya ada bersama kalian, tolong nanti tinggal memberitahu saya di mana bahan-bahan yang saya butuhkan. Kamu cukup memberikannya, saya yang akan memasaknya " kata Saskia sambil mendekat ke arah meja kompor, di mana sudah ada beberapa pelayan yang sudah menyiapkan menu masakan.


Semua yang dimasak oleh mereka tidak ada yang selera di mata Saskia, Yoga juga selalu melahap dan habis masakan yang disediakan oleh Saskia. Ia meminta kepada pelayan itu untuk mengambilkan bahan masakan yang dimintanya, kali ini ia akan memasak pepes tahu, sayur asam, sama sambal balado ikan teri biasanya selama di rumahnya Yoga selalu melahap habis masakan seperti ini.


" Maaf Nyonya, di sini tidak pernah menyediakan yang namanya ikan asin teri, sebab Nyonya Sarmila tidak menyukai masakan yang berbau ikan. Makanya kami tidak pernah membelinya, kalau Nyonya menginginkan nya Saya akan membeli terlebih dahulu ke pasar "kata kepala pelayan.


" Jika memang tidak ada, nggak perlu mencarinya saya akan memasak yang ada saja. Jangan membuat diri kalian repot dengan hal yang tidak terlalu penting, lagi pula Mas Yoga bisa makan apa saja yang saya masak nggak pernah protes selama ini "jawab Saskia sambil memulai aksinya untuk memasak, dengan lincah dan cekatan tangannya berperang dengan alat-alat masak yang ada di dapur.


Para pelayan itu memperhatikan dengan seksama, ternyata perempuan yang menjadi istri kedua dari Bosnya itu pandai mengendalikan alat tempur di dapur. Mereka sangat kagum terhadap istri kedua dari Bosnya itu, bukan hanya cantik baik dan juga pintar memasak. Dari tutur bahasanya sangat santun dan lembut, beda lagi dengan Sarmila perempuan ini kalau di rumah memperlakukan para pelayan seperti tidak ada harganya.


Semua harus dilayani oleh mereka, bahkan minum saja harus diambilkan oleh para pelayan. Beda lagi dengan Saskia baru saja datang ke rumah Ini sudah mau datang ke dapur dan Menyiapkan makan malam untuk sang suami.

__ADS_1


Mereka semua merasa kagum dengan keberadaan Saskia di rumah ini, akan tetapi ada satu orang pelayan yang tidak menyukai keberadaan Saskia di rumah ini.


__ADS_2