Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 22 Seharian di kamar hotel.


__ADS_3

Waktu bergulir bergulir begitu cepat, setelah kegiatan panas yang di lakukan oleh Yoga. Saskia sudah tidak mempunyai tenaga hanya sekedar untuk bangkit dari atas tempat tidur, beda lagi desa Yoga laki-laki itu terlihat lebih fresh dan bersemangat. Bahkan Yoga terus mengulang kegiatan itu, walaupun tanpa balasan dari Saskia. Laki-laki itu menikmati permainan nya sendiri, bahkan ia tidak pernah merasakan puas dan ingin terus mengulangi nya. Saskia sudah terkulai lemas tak berdaya, setelah di perlakuan bagai raga tanpa nyawa oleh suaminya sendiri. Ia di paksa untuk terus memuaskan hasrat nya, perlakuan Yoga terhadap Saskia sudah di luar batas wajar. Mungkin tidak akan pernah ada seorang suami yang melakukan hubungan suami isteri dengan cara kasar seperti Yoga yang di lakukan terhadap Saskia, perempuan itu tidak mempunyai kuasa untuk menolak nya. Ia hanya mampu pasrah dengan apa yang di perbuat oleh sang suami, Saskia menggulung tubuh nya dengan selimut. Ia tidak kuasa untuk berdiri hanya sekedar untuk memakai pakaian, tubuh nya lelah seperti tidak ada tulangnya.


Waktu juga suah hampir sore, ia masih betah berada di bawah selimut. Perut nya sudah terasa lapar sekali, Yoga masih tertidur pulas. Dengan terpaksa dan sisa tenaga yang di miliki, ia bangun dan mengambil gagang telepon dan menghubungi restoran yang ada di hotel ini. Meminta di antar kan makanan ke kamarnya, jika tidak makan bisa-bisa Saskia di demo oleh cacing yang bersarang di perutnya. Ia duduk sambil bersandar di atas tempat tidur, perlahan menurunkan kakinya. Lalu berdiri dan berusaha untuk melangkah, rasa ngilu itu terasa dengan jelas. Akan tetapi ia berusaha untuk menahan nya, dan harus segera membersihkan tubuh nya sebelum ada orang yang datang mengantarkan makanan yang di pesannya.


Dengan langkah tertatih Saskia menuju kamar mandi, untuk segera menyelesaikan aktivitas nya sebelum Yoga terbangun dari tidurnya. Jika tahu laki-laki itu bahwa Saskia sedang berada di kamar mandi sudah pasti akan memaksanya untuk mandi bersama, dengan berbagai drama nantinya.


Saskia sudah berganti pakaian dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sambil menunggu pesanan nya. Terasa lebih segar ketika tubuh nya telah di bersih kan, rasa lengket dari keringat yang di timbulkan akibat ulah Yoga telah hilang. Sekarang sudah terganti dengan aroma sabun yang di gunakan nya tadi, ia sudah cukup lama menunggu. Akhirnya sampai juga yang mengantarkan pesanan nya, dan orang itu meletakkan semua makan yang di pesan oleh Saskia. Perempuan itu memesan banyak menu makan seperti mau makan satu RW saja, perempuan itu sengaja memesan begitu banyak agar tidak merasakan lapar lagi. Tanpa memperdulikan Yoga yang masih tidur, ia langsung melahap semua makan yang ada di hadapan nya. Akan tetapi setelah ia mencicipi rasanya hambar.

__ADS_1


"Kenapa rasanya seperti ini, mungkin restoran mahal tidak cocok di lidah ku. Makan di pedang kaki lima lebih murah dan enak" kata Saskia berbicara sendiri, setelah mencicipi semua makanan yang di pesan nya.


Walaupun rasanya hambar, ia terpaksa makan itu semua agar tubuhnya bisa kuat dan nggak jatuh pingsan akibat nggak ada yang masuk ke dalam perutnya.


Saskia sudah menyelesaikan makannya, ia merapikan kembali setelah menyelesaikan semua. Dan setelah ini ia berniat untuk keluar kamar dan menggerakkan kakinya, meskipun rasa nyeri dan ngilu masih terasa jika di pakai berjalan. Akan tetapi ia akan berjalan perlahan untuk pergi ke luar, lagipula ini sudah sore pasti sangat indah jika menyaksikan senja di temani deburan ombak. Saskia keluar kamar dengan menggunakan kaos oblong warna putih dan celana pendek, terlihat sederhana tapi tidak mengurangi kecantikan perempuan ini dengan rambut di gelung soalnya itu sudah menjadi kebiasaan nya. Perempuan ini jarang sekali menggerai rambutnya, dengan langkah perlahan perempuan ini keluar dari kamar tanpa berpamitan terlebih dahulu terhadap sangat suami.


Saskia sangat bahagia saat sudah sampai di pantai, ia juga langsung melepaskan alas kakinya dan berjalan dengan perlahan menuju deburan obat yang tidak terlalu besar itu sebab keadaan air laut saat ini sedang mengalami surut. Nggak perlu khawatir untuk terbawa arus, sebab ini sangat aman. Seketika perempuan itu melupakan segala di saat melihat ombak yang datang menghampiri pantai tanpa kenal lelah dah henti, begitu juga dengan pasir ia tidak pernah mengeluh atas hantaman kuat yang di akibatkan oleh ombak tersebut. Mungkin ini yang di sebut dengan ikhlas menerima setiap kehendak yang sudah di takdirkan sang Maha Kuasa, seperti pasir yang dan di pantai dan ombak.

__ADS_1


Saskia terus menyusuri pantai dengan berjalan perlahan dan membiarkan air laut itu membasahi kakinya, baginya hal seperti ini sangat mengasikkan. Setelah cukup lama ia baru sadar ternyata sudah berjalan sangat jauh, bahkan hari juga sudah mulai gelap. Hanya senja yang terlihat sangat cantik, akan tetapi sebentar lagi akan hilang dan digantikan oleh gelapnya malam. Saskia berjalan menuju pinggir pantai di sana terdapat beberapa ayunan dan tempat duduk, lelah mungkin itu yang di rasakan oleh kakinya. Akan tetapi perempuan ini belum mau untuk kembali ke kamar, ia langsung naik ke atas ayunan tersebut lalu merebahkan tubuh nya dan menonjolkan kakinya. Mata nya terus menatap senja yang sudah mulai menghilang.


"Aku suka tempat seperti ini, hening dan membuat jiwa ku damai" gumam Saskia sambil melipat tangan nya di atas dada, akan tetapi pandangan tidak lepas dari hamparan laut yang sangat luas. Sehingga ia lupa semua yang ada di dalam hidupnya, mungkin sudah terbawa ombak.


Seketika perempuan itu melengkungkan bibir nya"andaikan aku bisa menatap mu setiap hari, betapa bahagianya aku. Sayang sekali bisa melihat mu, mungkin ini hanya sebuah angan agar aku bisa terus memandang wajah indah mu wahai senja sang penyejuk hati, aku menganggap kamu itu seperti ibu tidak pernah lelah untuk hadir di setiap hari meskipun itu hanya sementara akan tetapi itu nyata dan setia selama nya. Seperti kasih sayang ibu untuk anaknya, selalu hadir meskipun tidak di minta"batin Saskia.


Senja pun sudah hilang sudah tiba saat nya gelap malam menemani, tanpa terasa Saskia memejamkan matanya di atas ayunan dengan udara malam yang sangat dingin, di temani deburan ombak. Hal itu membuat matanya sangat ngantuk, memang perempuan ini bisa tidur di manapun.

__ADS_1


__ADS_2