
Sarmila tidak mau meninggalkan ruangan itu, ia terus memohon dan meminta maaf kepada Yoga. Akan tetapi laki-laki itu sama sekali tidak menghiraukannya, setelah cukup lama Sarmila terus bersujud di kaki Yoga. Meskipun sudah diusir, perempuan itu tidak mau keluar.
Akhirnya Yoga yang pergi keluar dari ruangan tersebut, untuk segera meninggalkan Sarmila yang masih bersimpuh di dalam ruangan tersebut.
Mungkin rasa sakit hati yang dirasakan Yoga terlalu dalam, sehingga tidak bisa memaafkan apa yang dilakukan oleh Sarmila.
Yoga sangat mencintai dan menyayangi istri pertamanya itu, bahkan selalu mengerti dan memahami apa yang ada pada diri Sarmila. Ketika Sarmila menolak untuk memiliki anak, Yoga tetap mengikuti apa yang menjadi keputusan.
Rasa sayang dan cinta Yoga dibalas dengan penghianatan, oleh Sarmila. Sekarang semua rasa itu telah berubah menjadi kebencian, yang sangat mendalam.
Akan tetapi dalam hati Yoga tidak akan pernah menceraikan Sarmila sampai kapanpun, ia akan menyiksanya secara perlahan. Mungkin ini cara balas dendam Yoga terhadap Sarmila, Yoga juga tidak akan pernah memberi nafkah sepeserpun kepada Sarmila mulai dari saat ini.
Kekuasaan sepenuhnya ada di tangan Saskia, bahkan seluruh kartu kredit yang dipegang Sarmila sudah diblokir.
Sekarang Sarmila sudah tidak memiliki apapun, selain dari perhiasan yang dipakainya atau mungkin ada beberapa tabungan atas nama pribadi dari hasil kerja kerasnya selama ini. Saat ini Sarmila harus rela tidur di kamar tamu padahal ini di rumahnya sendiri, sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Sarmila tidak akan pernah bisa dimaafkan oleh seorang Yoga.
Ia memiliki hati yang sangat baik dan selalu mengikuti apa kata istrinya. sekali ia merasa kecewa dan sakit hati Maka tidak akan pernah ada kata maaf lagi bagi orang tersebut.
Setelah kepergian Yoga, Sarmila bangkit dengan perlahan lalu mengusap air matanya dengan tangan sendiri. Perempuan ini rasanya tidak mampu berdiri bahkan kakinya terasa tidak bisa lagi menopang bobot tubuhnya. Penyesalan hanyalah penyesalan semua tidak akan bisa diubah dan diulang kembali. Kali ini Sakia benar-benar merasa dirinya berada di titik paling rendah, bahkan suami yang sangat mencintainya sekarang sudah tidak menganggapnya lagi. Itu semua berkat kebodohan dan kesalahannya yang tidak bisa dimaafkan, Sarmila berdiri lalu berpegangan kepada dinding.
Tubuhnya terasa lunglai ia berjalan perlahan meskipun rasanya tidak mampu untuk melangkahkan kaki, setelah berusaha sekuat tenaga Sarmila akhirnya mampu melangkahkan kaki. Ia segera menuju kamar tamu yang akan ditempatinya, setelah beberapa saat akhirnya ia sampai di satu kamar yang ada di rumah itu. Ternyata semua barang-barang miliknya sudah di pindahkan ke kamar ini.
__ADS_1
Sarmila menangis sambil tertunduk di lantai memeluk kakinya, ia sangat menyesal dengan perbuatannya selama ini. Akan tetapi ia juga berpikir Yoga masih memperlakukannya dengan baik dengan memberi tempat tinggal, dan membiarkannya tinggal di rumah ini, meskipun sekarang statusnya sudah beda bukan lagi sang pemilik rumah ini.
Sarmila juga sangat takut jika Yoga memberitahu seluruh anggota keluarganya akan kelakuannya selama ini, jika saja sang mertua tahu dirinya seperti ini mungkin mereka juga akan membenci dirinya.
Waktu bergulir begitu cepat Sarmila masih menunduk di lantai meratapi nasibnya, ini bukanlah kesalahan orang lain akan tetapi hasil dari kesalahannya sendiri.
*****
Di tempat lain.
Saskia sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya, sebab Ia belum mengantuk.
Setelah beberapa saat pintu kamar terbuka, dan ternyata itu adalah yoga yang datang ke kamarnya. Saskia juga tidak memperdulikan kedatangan sang Suaminya ke kamar ini, ia masih fokus dengan ponselnya.
Yoga berjalan perlahan mendekati Saskia yang tidak memperdulikan kehadiran dirinya, lalu laki-laki itu berkata.
" Apakah ini caramu menyambut kedatangan suami ? "tanya Yoga sambil menatap lekat wajah Saskia.
" Memangnya mau disambut seperti apa? menggelar karpet merah! " jawab Saskia sambil meletakkan ponselnya lalu menatap lekat wajah suaminya, laki-laki memang tidak peka istrinya ngambek malah tidak tahu.
"Nggak seperti itu juga, kalau suami ada biasakan jangan pernah memegang ponsel atau yang lainnya " kata Yoga sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera menuju kamar mandi, dari siang belum membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
__ADS_1
Saskia menatap punggung suaminya yang sudah tidak terlihat lagi, ia perlahan turun dari atas tempat tidur. Lalu menuju lemari pakaian, meskipun ia belum hafal Di mana tempat penyimpanan pakaian suaminya, akan tetapi ia berusaha untuk mencarinya terlebih dahulu sebelum bertanya kepada suaminya.
Ia berjalan dengan perlahan menuju tempat penyimpanan itu, lalu membuka pintunya dengan perlahan untuk mencari pakaian milik suaminya. Dan akhirnya ia menemukannya, Saskia langsung mengambil setelan tidur untuk digunakan suaminya. Meskipun dalam hatinya marah dan kecewa Terhadap Suami, akan tetapi ia juga tidak lupa tanggung jawab dan perannya sebagai seorang istri setelah selesai menyiapkan semuanya, akhirnya Saskia pun kembali duduk di atas tempat tidur dan mengambil ponselnya sambil melihat-lihat informasi yang ada di media sosial.
Ini adalah sebagian rutinitasnya kalau ada di rumah dan tidak mengerjakan apapun, sebab hiburan seorang istri dan emak-emak itu adalah ketika melihat media sosial dan lain sebagainya. Itu juga salah satu kebahagiaan yang dirasakan para istri di luar sana, yang selalu sibuk dengan urusan dapur dan kasur.
Ketika ia ada kesempatan untuk memegang ponsel dan melihat hiburan yang ada di sana sudah lebih dari cukup dan membuat dirinya sangat bahagia.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Yoga sudah keluar dan langsung berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh sang istri.
Memang beda sekali dengan Sarmila, Saskia selalu menyiapkan semua keperluan suaminya.
Setelah selesai dengan semua nya, Yoga berjalan mendekati ke arah sang istri.
"Tidurlah ini sudah malam, jangan di biasakan begadang! " Yoga memberi perintah terhadap sang istri untuk segera beristirahat.
"Mas... boleh aku bicara sesuatu" tanya Yoga.
"Nanti saja, sekarang sudah malam tidur lah! "
Akhirnya Saskia tidak berani berbicara apapun lagi, ia langsung menyimpan ponsel nya di atas nakas dan merebahkan tubuh nya di atas kasur. Yoga juga ikut merebahkan tubuh nya di samping sang istri dengan posisi terlentang, ia menatap langit-langit kamar sambil membatin
__ADS_1
"Aku harap kejadian ini hanya mimpi buruk, rasanya masih belum percaya kamu setega ini"
Waktu terus berputar, akan tetapi Yoga belum bisa memejamkan matanya. Semua yang di lihat nya selalu terbayang di kepala, rasa marah, kecewa bercampur jadi satu. Akhirnya Yoga bangkit lalu berjalan perlahan untuk segera pergi ke balkon untuk mencari udara segar, meski di dalam kamar sudah terpasang alat pendingin ruangan. Hawa panas itu menguasai diri Yoga, ia sudah berada di luar dan menyalakan korek api untuk membakar tembakau yang akan menemani nya untuk malam ini.