Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 14 Pertama kali menginap di rumah Saskia


__ADS_3

Malam hari telah tiba, Saskia sudah menyiapkan menu makan malam untuk dirinya beserta sang suami. Seba Yoga akan menginap di rumah nya, mungkin hal ini baru pertama kali Yoga menginap di rumah istri ke duanya. Mungkin kali ini juga tidak akan terjadi jika Sarmila ada di rumah, sebab Yoga selalu mengutamakan istri pertama nya. Dan mengabaikan istri ke dua. Saskia yang statusnya sebagai istri kedua, ia tidak bisa menuntut apapun. Ia sangat sadar bahwa pernikahan nya terjadi atas dasar saling menguntungkan, Yoga butuh seorang perempuan yang mengurus semua keperluan nya sedangkan Saskia butuh uang untuk pengobatan sang ibu. Akan tetapi takdir berkata lain, sang ibu di panggil lebih dulu oleh sang kuasa sebelum Saskia datang. Sedih, memang itu yang di rasakan Saskia akan tetapi ia juga tidak bisa menentang takdir Tuhan yang sudah digariskan untuknya.


Saskia duduk di teras rumah sambil menunggu kedatangan sang suami, biasanya ia tidak pernah menunggu laki-laki itu meskipun statusnya sebagai suami. Tapi kali ini ia menunggu nya, sebab Yoga tadi pagi sudah berkata bahwa hari ini akan menginap di rumah nya.


Waktu bergulir begitu cepat, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam akan tetapi Yoga belum juga pulang. Bahkan masakan yang sudah di siapkan sudah dingin, mungkin rasanya juga sudah tidak enak. Dengan penuh rasa kecewa Saskia kembali ke dalam rumah dan menuju ke dapur, lalu duduk di kursi sambil menatap masakan yang sudah tersaji.


Satu jam Saskia duduk sambil menunggu kehadiran sang suami belum juga datang, hingga pada akhirnya Saskia tertidur di dapur karena terlalu lama menunggu suaminya untuk pulang. Ini pertama kali bagi Saskia menunggu seperti ini, entah bodoh atau apa perempuan ini. Kenapa juga tidak menghubungi Yoga melalui sambungan telepon, mungkin Saskia lupa.


Di tempat lain, Yoga baru saja mendapatkan kiriman photo Sarmila bersama lelaki lain yang terlihat sangat mesra. Hati Yoga seperti terbakar amarah saat melihat photo tersebut, ia berusaha untuk menepis apa yang di lihatnya. Pikiran nya dan hatinya tidak sejalan.


Kenapa kamu melakukan ini padaku, bukan kah kamu tahu. Bahwa aku sangat mencintaimu, bagaimana bisa ini terjadi. Ahhh mungkin ini sebuah strategi bisnis dari saingan ku, mereka mengharapkan aku tidak fokus dengan pekerjaan dan memikirkan hal lain. Sehingga mereka punya kesempatan untuk menyingkirkan ku dari dunia bisnis, ya benar ini hanya sebuah trik bisnis untuk menghancurkan lawan nya.


Yoga bangkit dari duduknya, lalu menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku jas. Lalu keluar dari ruangan setelah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon dan mencari tahu akan kebenaran photo tersebut, jika saha itu semua benar maka. Tidak akan pernah ada ampun lagi untuk Sarmi, Yoga turun ke lantai dasar dengan menggunakan lift. Sebab ia sudah di tunggu sopir di sana, ini sebetulnya sudah lewat dari jam pulang kantor. Sebab para karyawan yang bekerja di perusahaan ini jam empat sore sudah pulang, hanya saja ada beberapa orang yang lembur.

__ADS_1


Yoga sudah sampai di area parkir dan pak sopir dengan cekatan langsung membuka pintu kendaraan untuk sang majikan, lalu Yoga masuk tanpa berkata apapun.


Setelah sampai di tengah perjalanan, pak sopir bertanya kepada Yoga bahwa malam ini ia akan pulang ke mana?


Yoga baru ingat dan ternyata malam ini ia sudah janji dengan Saskia bahwa akan pulang ke rumah nya malam ini, dan Yoga menjawab pertanyaan sopir tersebut untuk mengantarkan nya ke rumah Saskia yaitu istri kedua.


Sudah cukup lama di perjalanan akhirnya mereka sudah tiba di depan sebuah bangunan sederhana, tetapi terlihat sangat rapi dan memang Saskia orang yang sangat rajin semuanya tertata dengan sempurna.


Betapa terkejutnya saat sampai di dapur dan melihat Saskia yang tertidur di meja makan, ada rasa bersalah yang terbesit di hati Yoga. Ia sangat bersalah sampai mengabaikan Saskia gara-gara photo yang belum jelas kebenaran nya, ia melihat ke atas meja dan sudah tersaji menu makan malam dan itu semua sudah dingin.


Yoga merasa terharu, di perlakuan seperti ini. Padahal ia menikah dengan Sarmila sudah lama tetapi perencanaan itu tidak pernah menunggu nya untuk makan malam bersama, bahkan makan saja yang menyiapkan pelayan yang bekerja di rumah ini. Yoga tidak tega untuk membangun kan sang istri, dengan perlahan Yoga mengambil gelas untuk menuangkan minuman namun hal naas terjadi. Malah gelas tersebut lepas dari tangan Yoga dan hal itu berhasil membuat Saskia terbangun.


Asataga tangan kenapa kamu nggak bisa di ajak kerjasama sih, tuh kan kia bangun gara-gara kamu yang nggak jelas. Untung ini gelas melamin jadi nggak ada pecahan beling. Yoga sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Udah pulang, Mas...? " tanya Saskia dengan suara khas bangun tidur, lalu mengucek matanya.


"Eh, iya.. maaf aku pulang telat tanpa ngasih kabar ke kamu, soal nya lagi banyak banget kerjaan yang harus kelar sebelum hari libur" dusta Yoga, padahal ia sibuk mikirin Sarmila.


"Ya nggak apa-apa, mau mandi dulu sana! biar aku hangat kan lagi makan nya, ini sudah dingin nggak enak. Apa mau di masakin yang baru lagi? " tanya Saskia sambil menatap sang suami.


Ini perempuan kenapa beda jauh dengan Sarmila, kalau saja saat ini Sarmila yang melakukan ini. Sudah pasti ngamuk dan marah-marah ketika suaminya pulang telat, nah ini orang terlihat bisa saja.


"Ngakak perlu, makan yang ini saja toh sama saja mau dingin ataupun hangat nggak akan merubah rasa dari masakan itu" kata Yoga sambil menarik kursi yang ada di samping Saskia.


Akhirnya Saskia mengisi piring sang suami desa menu yang sudah tersaji, meskipun itu sudah dingin tetapi bagi Yoga itu bukan sebuah masalah. Rasa bahagia nya ketika di sambut hangat oleh sang istri dan di perhatikan, Yoga mersa di anggap kehadiran nya oleh sang istri.


Acara makan sudah selesai, mereka berdua kembali ke kamar dan Yoga membersihkan tubuh nya setelah seharian bekerja. Meskipun itu di dalam ruangan tetap saja habis beraktivitas, Saskia menunggu sang suami menyelesaikan ritualnya di dalam.

__ADS_1


__ADS_2