
Waktu terlalu singkat untuk kita mengeluh dan melakukan hal yang tidak berguna. Tidak terasa kendaraan yang membawa Yoga dan juga Saskia Sundah sampai dan berhenti di depan unit gawat darurat di klinik kesehatan.
Dengan gerakan cepat Yoga langsung menggendong sang istri untuk segera dibawa masuk ke dalam ruangan unit gawat darurat.
Sebab perempuan ini belum juga sadarkan diri, padahal sudah terlalu lama tidak sadarkan diri. Padahal sepanjang perjalanan Yoga terus mengoleskan wangi aromaterapi ke hidung sang istri, akan tetapi belum ada respon juga dari sang istri.
Entah mengapa terlalu lama menurut Yoga, Setelah berada di dalam ruangan Yoga langsung menidurkan sang istri ke atas ranjang pasien.
Selang beberapa saat para perawat dan dokter langsung menghampirinya. Yoga memberitahu terhadap perawat dan a dokter mengapa istrinya itu bisa pingsan secara tiba-tiba.
Awalnya hanya mengeluh Mual pusing dan lemah, tetapi tiba-tiba Saskia langsung jatuh pingsan. Padahal sebelum nya Saskia tidak pernah seperti ini, Saskia termasuk perencanaan yang kuat ia tidak pernah mengeluh.
Dokter masih Fokus saat melakukan pemeriksaan, ia tidak menjawab perkataan dari Yoga.
Dokter terus melakukan tugas nya memeriksa Yoga dengan alat-alat kesehatan, setelah beberapa saat perawat pun memasangkan selang infus ke tangan Saskia.
Setelah beberapa saat belum ada tanda-tanda Saskia akan sadarkan diri, Yoga semakin khawatir meskipun sudah berada di dalam ruangan unit gawat darurat dan sudah cukup lama. Perempuan itu tidak sadarkan diri, Yoga akhirnya bertanya kepada dokter.
"Bagaimana dok? ini sudah terlalu lama pingsan Mengapa belum sadarkan diri, apakah tidak membahayakan dirinya" tanya Yoga terhadap sang dokter yang sedang memeriksakan kesehatan sang istri.
"Mungkin sebentar lagi akan segera sadar, sepertinya istri anda sedang hamil makanya dia merasa Mual pusing dan juga muntah-mentah. Pingsan juga diakibatkan karena tubuhnya terlalu lemah, sehingga jangan paksa dia untuk melakukan pekerjaan atau hal-hal yang membuat dirinya stress jadi karena stress juga bisa membahayakan bayi dan ibunya. Usahakan agar dia selalu bahagia" kata Sang dokter terhadap Yoga.
"Apa dok! hami..." Yoga merasa kaget dengan pernyataan dokter.
Ia belum percaya bahwa Saskia saat ini sedang mengandung, itu artinya sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.
Betapa sangat bahagianya Yoga bisa mendapatkan keturunan, tapi sayangnya itu bukanlah dari Sarmila.
Orang yang dulu sangat ia cintai dan dia banggakan.
Oernah bermimpi akan menjalin rumah tangga yang bahagia bersama Sarmila dengan kehadirannya seorang anak. Akan tetapi hadirnya seorang anak bukanlah dari rahim Sarmila melainkan dari istri keduanya.
__ADS_1
Yoga masih belum percaya jika Saskia saat ini sedang hamil.
Akhirnya pemeriksaan pun sudah selesai, Saskia juga belum sadarkan diri .
"Baiklah biarkan dia istirahat terlebih dahulu, mungkin sebentar lagi akan sadarkan diri, nanti ketika sudah sadar kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memastikan bahwa ia benar sedang mengandung, nanti ada dokter Shella yang akan melakukan pemeriksaan nya. Saya di sini hanyalah dokter umum" kata Sang dokter sambil tersenyum menatap lekat wajah Yoga
Lalu dokter itu pergi meninggalkannya Yoga yang masih berdiri di samping sang istri yang belum sadarkan diri.
Setelah kepergian dokter dan para perawat, Yoga menatap lekat wajah Saskia memang perempuan itu terlihat sangat pucat dan kurus. Sungguh ia menyesali perbuatannya telah menyakiti Saskia selama ini.
Waktu bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan malam, akhirnya Saskia juga telah sadarkan diri.
Sekarang perempuan itu sudah berada di ruang rawat inap, harus benar-benar istirahat dan harus menjaga kandungannya.
Sebab untuk saat ini kandungannya dalam keadaan lemah, tidak boleh melakukan aktivitas apapun.
Mertuanya juga sudah hadir di sini mereka semua sangat bahagia mendengar kabar bahwa Saskia sedang mengandung.
Sarmila memang belum sadarkan diri, semua yang terjadi di dalam hidupnya adalah tabur tuai dari hasil perbuatannya sendiri bukanlah salah dari siapapun.
Yoga terlihat sangat menyayangi Saskia untuk saat ini, semoga saja sampai seterusnya laki-laki ini memberikan perhatian kepada perempuan yang sedang mengandung anaknya.
Bahkan Yoga tidak meninggalkan Saskia sedikitpun untuk saat ini, ia seperti pelayan yang melayani istrinya.
Bahkan minum saja ia yang memegang gelasnya tidak boleh melakukan apapun untuk saat ini.
Mungkin juga ia merasa takut jika Sesuatu terjadi pada Saskia nantinya, apalagi dokter sudah berpesan padanya agar Saskia tidak melakukan aktivitas yang lain yang bisa bahaya kan janin yang ada di dalam kandungannya.
lagipula ini adalah pengalaman pertama bagi Yoga mempunyai istri mengandung, pokoknya rasanya bahagia yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Begitu juga dengan kedua orang tua Yoga mereka sangat antusias mendengar kabar baik bahwa menantu mereka sedang mengandung.
Saskia merasa pegal setelah seharian berbaring di atas tempat tidur, ia berusaha untuk bangun dan duduk.
__ADS_1
Akan tetapi Yoga dan membiarkannya untuk melakukan itu.
"Mas...Aku ingin pergi ke kamar mandi sebentar, udah nggak tahan ini! " kata Saskia ia berusaha ingin turun dari atas ranjang pasien itu.
"Nggak usah turun biar aku yang menggendong kamu" jawab Yoga.
"Aku nggak mau...masih bisa jalan sendiri" jawab Saskia.
Ia tidak mau Yoga memperlakukannya seperti Ia seorang bayi, hanya untuk berjalan saja ke kamar mandi Saskia masih sanggup sendiri tanpa harus dibantu oleh Yoga apalagi digendong seperti bayi.
Ia merasa sangat malu karena, di tempat ini ada kedua orang tua dari Yoga yaitu mertuanya Saskia.
Apalagi sang Bubi yang ikut hadir di sini, selalu menatapnya dengan tatapan yang sangat sinis.
Ia merasa tidak enak dikala melihat tatapan sang bibi seperti itu.
" Jangan membantah, pokoknya turuti apa yang akan aku lakukan" kata Yoga sambil menggendong sang istri untuk segera dibawa ke dalam toilet.
Ia tidak akan pernah membiarkan perempuan yang sedang mengandung anaknya dalam kesusahan, sebab ini keinginannya sejak dulu mempublikasikan keturunan.
Setelah berada di dalam toilet.
"Mas...Bisa nggak tunggu di luar? aku malu" kata Saskia menyuruh Yoga untuk menunggunya di luar.
"Kenapa harus malu, aku ini suami kamu. Bagian tubuh kamu yang mana yang belum pernah aku lihat" jawab Yoga.
Pernyataan Yoga sontak membuat Saskia merasa sangat malu.
"Pokoknya kamu tunggu di luar sebentar doang aku juga masih bisa sendiri nggak perlu ditungguin" kata Saskia merasa tidak enak jika harus diliatin sama suaminya ketika ia melakukan aktivitas di dalam kamar mandi ini.
Akan tetapi Yoga sama sekali tidak mau meninggalkan Saskia berada di dalam sendirian, ia takut istrinya jatuh pingsan lagi dan terjadi sesuatu dengan kandungannya.
__ADS_1
Daripada menyesal nantinya lebih baik ia selalu berada di samping sang istri dan tidak akan pernah meninggalkannya walaupun itu hanya satu detik.