
Keesokan harinya.
Seperti biasa Saskia melakukan aktivasi sebagaimana seorang istri, selalu menyiapkan keperluan suami.
Jujur dari dalam hatinya yang paling dalam ia sangat kecewa terhadap Yoga, akan tetapi ia tidak akan pernah melupakan tugasnya sebagai Seorang istri.
Saskia perempuan yang sangat luar biasa, ia masih bisa melakukan ini semua meskipun hatinya masih berdua atas kepergian sang buah hati mereka. Hal ini tidak menjadikan Saskia terus terpuruk dengan keadaan, hanya saja ia belum bisa ikhlas sepenuhnya dan belum memaafkan Yoga atas kesalahan yang telah di perbuatannya.
Setelah semuanya selesai dan sudah tersaji di atas meja, Saskia pun pergi ke belakang untuk melihat tanaman bunga yang ia tanam.
Sebab ia sangat menyukai tanaman bunga itu, makanya ia membuat taman kecil di belakang rumah. Saskia juga suka duduk di kursi sambil menghadap bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman itu, apalagi di pagi hari sangat sejuk dan menenangkan jika menatap bunga-bunga yang masih segar.
Ia meliat-liat beberapa bunga yang terlihat seperti layu, dan ia juga ingin menambahkan beberapa tanaman lagi. Mungkin itu akan terlihat lebih bagus. Setelah ia rasa cukup lalu ia duduk dengan santainya di kursi yang ada di di tempat itu.
Ia menarik nafas panjang lalu dibuang dengan perlahan, ia Mengafirmasi dirinya bahwa ia akan sehat memiliki anak banyak dan kehidupannya akan bahagia setelah ini.
Mungkin ini cara Saskia untuk mengikhlaskan keadaan yang sudah terjadi di dalam hidupnya. Setelah merasa lega dan cukup untuk menghadapi kenyataan selanjutnya Saskia pun bangkit dari duduknya dan untuk segera masuk ke dalam rumah dan memanggil sang suami untuk melakukan sarapan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor, tidak membutuhkan waktu yang sangat lama Saskia pun sudah berada di depan kamar miliknya.
Ia akan membuka pintu kamar, akan tetapi pintu sudah terbuka. Dan ternyata itu adalah suaminya yang akan keluar dan sudah rapi dengan setelan kerjanya.
"Baru saja aku mau panggil untuk sarapan, aku sudah siapkan makanan kesukaan mu" kata Saskia yang masih berada di ambang pintu.
" Emangnya kamu sudah masak? kan sudah diingatkan jangan memasak lagi kamu itu belum sehat sepenuhnya. Jadi biar mereka saja yang melakukan itu semua " kata Yoga sambil menatap lekat wajah sang istri.
__ADS_1
"Jenuh aku nggak ngapa-ngapain di pagi hari" jawab Saskia yang menjawab perkataan suaminya tanpa menatap wajahnya.
"Baiklah kalau kamu jenuh di rumah silakan mandi terlebih dahulu, pakai baju yang rapi terus ikut ke kantor bareng aku biar kamu nggak merasa jenuh lagi!" ajak Yoga terhadap sang istri.
Saskia yang mendengar ini semua merasa tidak percaya, sebab selama ini ia belum pernah menginjakkan kakinya di kantor milik suaminya itu bahkan Saskia juga tidak banyak orang yang mengenalnya bahwa dirinya adalah istri dari pengusaha muda yang bernama Yoga.
Entah mengapa hari ini Yoga mengajak Saskia untuk ikut ke kantornya, Yoga juga berencana ingin mengenalkan perempuan yang sekarang berada di hadapannya itu kepada seluruh karyawan yang bekerja bahwa Saskia adalah istrinya.
Meskipun saat ini Saskia masih sebagai istri kedua darinya, akan tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama lagi Saskia akan menjadi satu-satunya istri yang dimiliki Yoga, bahkan Yoga sudah berencana akan mengadakan pesta besar untuk mengumumkan kepada dunia bahwa Saskia itu adalah istrinya.
" Nggak mau ah malu sama karyawanmu, nanti mereka mencibirku dan menyebutku adalah pelakor " jawab Saskia.
"Siapa yang berani memanggilmu sebagai pelakor, biar aku langsung mengecat orang itu" jawab Yoga.
"Pokoknya kali ini kamu harus ikut, aku nggak akan pernah membiarkanmu di rumah. Nanti jika kamu di rumah dan tidak ada aku sudah pasti kamu akan mengerjakan hal-hal lain, pekerjaan rumah dan lain sebagainya pasti kamu akan melakukannya sendiri padahal untuk apa ada para pelayan di rumah ini kalau harus mengerjakan sendiri " kata Yoga.
"Ya sudah kalau begitu aku bersih-bersih dulu silakan kamu tunggu di ruang makan, kalau mau sarapan. Sarapan saja dulu nanti aku nyusul" kata Saskia sambil menerobos masuk ke dalam kamar, sebab Yoga masih berdiri di ambang pintu.
Waktu bergulir begitu cepat Saskia sudah selesai dengan ritualnya. Ia sudah rapi dan siap untuk ikut pergi ke kantor bersama suaminya, Saskia keluar dari kamar. Lalu turun dengan perlahan kakinya menuruni anak tangga satu demi satu dengan sangat hati-hati, setelah beberapa saat ia sudah berada di ruang makan menemui sang suami yang sudah menunggunya di sana.
Setelah sampai di ruang makan ia langsung mengisi piring suaminya dengan menu sarapan pagi
Memang Yoga sangat menyukai masakan istrinya, akan tetapi untuk saat ini ia lebih baik dikasih makan dari masakan sang pelayan yang ada di rumah ini.
__ADS_1
Yoga juga Mengingat bahwa saat ini Saskia sedang tidak baik-baik saja, tujuannya mengajak Saskia ke kantor adalah untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkannya.
Seperti Saskia suka mengerjakan hal-hal yang berat, bahkan beberapa hari ini Saskia terlihat sangat Murung ketika sedang sendirian.
Yoga mengajaknya agar dia bisa melihat aktivitas sang istri selama seharian penuh, Yoga baru menyadari betapa ia sangat mencintai Saskia untuk saat ini.
Sebelumnya Yoga tidak menyadari bahwa ini adalah sebuah cinta yang ia miliki untuk Saskia.
Kemarin ia terlalu dibutakan cintanya oleh Sarmila, dan ternyata cinta itu salah.
Sehingga membuat ia menyakiti hati Saskia juga, akan tetapi sekarang ia ingin menembus semua itu. Dan membuat Saskia berada dalam pelukannya dengan penuh cinta, sarapan pagi pun mereka nikmati dengan sangat lahap.
Yoga Sudah beberapa hari tidak memakan masakan Saskia, hari ini memang sangat luar biasa nafsu makannya jadi bertambah ketika menu yang disajikan hasil masakan istrinya.
Sarapan pun sudah selesai, sepasang suami istri itu sudah siap untuk berangkat, Yoga berjalan sambil menggandeng tangan sang istri untuk segera keluar rumah dan menuju kendaraan yang akan mengantarkan Mereka pergi ke kantor.
Hari ini mereka akan menggunakan sopir pribadi yang akan mengantarkannya ke kantor.
Yoga tidak mau jauh dari sang istri bahkan ia tidak melepaskan tangan Saskia sebentar saja, keduanya sudah berada di luar rumah.
Yoga membukakan pintu kendaraan dan mempersilahkan Saskia untuk masuk ke dalamnya. Setelah istrinya berada di dalam kendaraan lalu ia menyusulnya juga untuk segera masuk ke dalam, Yoga dan Saskia telah siap untuk segera berangkat ke kantor.
Yoga memberi isyarat kepada Pak sopir untuk segera melajukan kendaraannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan perintah dari sang Tuan, sopir pun langsung menyalakan kendaraannya lalu menginjak gas dengan perlahan, kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area rumah yang sangat mewah.