
Menantu dan mertua itu duduk berdampingan, akan tetapi keduanya tidak ada yang berbicara sedikitpun.
Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing, Saskia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Sarmila pada saat ini, di sisi lain Ia juga sangat takut terhadap suaminya.
Bahkan tadi Yoga sempat mengancam dirinya di dalam telepon ketika Yoga pulang kantor Saskia masih berada di rumah sakit, maka laki-laki itu akan marah terhadap dirinya.
Akan tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan Sarmila dalam keadaan seperti ini, ia sangat bingung dengan situasi seperti ini.
Sedangkan sang mertua Sedang berpikir Mengapa Sarmila bisa melakukan hal ini, ada masalah apakah di antara Yoga dan juga Sarmila. Ia juga tidak bisa bertanya terhadap Saskia, mungkin istri kedua dari anaknya itu tidak mengetahui apapun.
Lebih baik is diam dan menanyakannya nanti kepada anaknya sendiri jika sudah bertemu.
Apa benar Sarmila bisa melakukan hal ini akibat frustasi karena suaminya menikah lagi, atau ada hal lain yang mereka sembunyikan dan tidak diketahui olehnya.
Perempuan yang sudah tidak lagi muda tapi masih terlihat sangat cantik, terus berpikir dan menebak-nebak ada masalah apakah antara anak dan menantunya ini.
Setelah cukup lama mereka saling diam, akhirnya ada Seorang perawat yang keluar dari ruangan tersebut.
"keluarga Nyonya Sarmila! "Panggil pelayan tersebut." Saskia dan ibu mertuanya berdiri secara bersamaan.
"Iya Mbak saya keluarganya" jawab mereka secara bersamaan.
"Pasien sudah sadarkan diri jika ingin mengunjunginya silahkan tapi bergantian saja "kata perawat tersebut memberitahu bahwa Sarmila sudah sadarkan diri.
" Silakan Mama saja dulu! "Saskia mempersilakan sang mertua untuk masuk terlebih dahulu.
Akhirnya Amira masuk ke dalam ruangan, untuk segera bertemu dan melihat keadaan menantunya itu.
Di depan ruangan tinggal Daskia dengan sang Bibi, dari tadi perempuan yang berstatus sebagai Bibi dari suaminya itu selalu menatapnya dengan tatapan yang sangat membunuh.
Saskia ingin menghindari sang Bibi dan akan pergi ke kantin, ia bangkit dari duduknya untuk segera pergi.
__ADS_1
Sebab ia sudah merasa tidak nyaman dan mencium akan merasakan sakit hati, akibat dari perkataan yang sangat menyakitkan dari Sang Bi Lani. Baru saja Saskia bangkit dari duduknya dan akan melangkahkan kakinya.
"Mau pergi ke mana kamu? duduk dan dengarkan saya bicara! "kata Sang Bibi sambil menatap tajam ke arah Saskia.
Akhirnya Saskia pun duduk kembali sambil tertunduk, iya sekarang akan siap cacian dan makian dari sang Bibi.
" Iya, Bi....saya akan mendengarkanmu "jawab Saskia sambil menggangguk.
" Jangan panggil Bibi, Sebab aku adalah bukan bibimu." kata Bi Lani sambil menatap tajam Saskia.
Perempuan ini tidak suka dengan kehadiran Saskia di keluarga mereka, Lani selalu berpikir bahwa Saskia datang ke keluarga Yoga hanya untuk menghancurkan dan menginginkan harta kekayaan yang dimiliki oleh Yoga.
"Coba kamu katakan terhadap saya Bagaimana bisa Sarmila melakukan hal itu, apa terjadi sesuatu di rumah itu yang kami tidak tahu? " tanya sang Bibi dengan sorot mata yang sangat tajam.
"Daya juga tidak tahu, setelah mas Yoga pergi ke kantor saya ingin bertemu dengan Mbak Mila, akan tetapi setelah sampai di kamarnya sudah melihat tidak sadarkan diri dan bersimbah darah "jawab Saskia dengan sejujurnya, memang ia menemukan Sarmila dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.
" Emangnya ada masalah apa antara Yoga dan Sarmila, sehingga ia ingin mengakhiri hidupnya?" Lani ingin menggali informasi dari Zaskia, Sebab bagi Lani Sarmila itu menantu idaman menurutnya.
Mungkin saja itu semua karena mereka tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan perempuan itu di belakang suaminya, Yoga juga mempunyai alasan tidak memberitahu seluruh anggota keluarganya dengan kelakuan Sarmila di luar sana.
Saskia juga bukan tidak tahu permasalahannya, akan tetapi ia tidak mau memberitahu siapapun sebab itu adalah aib dari keluarga mereka tidak ada seorangpun yang berhak mengetahuinya.
"Kalau soal itu saya tidak tahu, Bibi. Bisa tanyakan langsung terhadap Mas Yoga jika nanti sudah pulang dari kantor" jawab Saskia sambil menundukkan pandangannya, sebab Ia merasa takut melihat sorot mata sang Bibi yang sangat tajam dan membunuh itu.
Ia ingin sekali kabur dan pergi dari sini untuk menghindari di Lani.
Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya sang mertua sudah keluar dari ruangan tersebut.
Amira mempersilahkan Saskia untuk pergi menemui sarmila, bahwa perempuan itu dari tadi selalu menanyakan Saskia.
Setelah mendapatkan izin dari ibu mertuanya, Saskia pun melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera menuju ruangan di mana Sarmila berada untuk saat ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ia sudah berada di dalam ruangan, Saskia langsung menuju tempat pembaringan sarmila. Lalu ia duduk di salah satu kursi di pinggir ranjang pasien, terlihat dengan jelas wajah Sarmila sangat pucat sekali.
"Bagaimana keadaanmu pada saat ini apakah masih ada yang terasa sakit? "tanya Saskia terhadap sarmila.
Bukanlah menjawab pertanyaan dari Saskia, akan tetapi perempuan itu menangis. Entah apa yang ada dipikiran Sarmila pada saat ini, Saskia juga merasa heran mengapa Sarmila malah menangis dikala ia bertanya akan kesehatannya untuk saat ini.
"Apa pertanyaan saya menyakiti hatimu, jika itu maka maafkanlah aku" kata Saskia dengan wajah penuh permohonan. Ia tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti hati Sarmila, bahkan ia hadir ke keluarga ini saja atas permintaan dari Sarmila.
Makanya jika ada orang yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pelakor, rasanya ia tidak terima dengan kata itu.
Akan tetapi walau bagaimanapun statusnya adalah sebagai istri kedua yang selalu dianggap rendah oleh orang lain.
"Kamu tidak perlu meminta maaf terhadap saya kok, seharusnya saya yang minta maaf kepadamu. Karena kebodohan ku kamu jadi harus repot" ucap Sarmila.
"Kalau ada masalah, mbak Mila bisa cerita ke saya. Sekarang kan sudah menjadi keluarga sudah sepantasnya kita berbagai suka dan duka" Saskia berkata sambil menatap wajah Sarmila yang masih terlihat sangat pucat .
"Karena saya kamu terseret ke dalam masalah keluarga ini, apalagi dengan sikap Bibi terhadap kamu yang selalu berkata bahwa kamu telah merebut kebahagiaan orang lain mungkin itu kata yang sangat menyakitkan bagi kamu. Tolong maafkan saya "kata Sarmila dengan nada bicara penuh permohonan.
Mungkin Sarmila merasa bersalah dengan kejadian ini, apakah memang permintaan maafnya tulus dari hati atau mungkin saja Ini adalah sebuah strategi untuk meluluhkan hati Saskia dan mendapatkan kepercayaan Yoga kembali.
"Mbak tidak perlu minta maaf, mungkin ini sudah menjadi takdir saya seperti ini. Saya sebagai manusia tidak bisa menolak takdir yang sudah digariskan oleh Sang Kuasa." jawab Saskia dengan nada bicara yang sangat lembut, memang perempuan ini selalu mempunyai tutur kata yang sangat lembut dan baik hati yang terkenal juga orang yang sangat santun terhadap orang yang lebih tua bahkan kepada yang lebih muda pun ia selalu memberikan contoh yang terbaik.
Mereka berdua sudah cukup lama berbicara, hingga pada pada akhirnya. Ada Seorang perawat yang datang menghampiri mereka berdua.
" Nyonya Sarmila saatnya pindah ruang rawat" kata perawat tersebut.
" Apakah saya harus dirawat di rumah sakit ini? tapi bagaimana saya bisa membayar perawatan di sini, sedangkan sangat mahal sekali. Saya tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar semua ini " kata Sarmila sambil menatap muka wajah perawat itu.
Saskiq yang mendengar ini langsung menyela perkataan Sarmila.
" Nggak usah memikirkan hal itu, yang penting Mbak sembuh terlebih dahulu, untuk biaya pengobatan nanti kita bicarakan lagi" kata Saskia sambil menatap lekat wajah Sarmila.
__ADS_1
Memang untuk saat ini Sarmila belum memiliki uang, kartu kreditnya sudah dibeli diblokir oleh Yoga. Hanya ada beberapa yang ada di tabungannya atas nama dirinya dan itu hasil bekerja dirinya. Akan tetapi mungkin itu tidak akan cukup untuk biaya pengobatan di rumah sakit ini, sedangkan sangat mahal sekali. Lagi pula Sarmila juga nantinya akan membutuhkan uang, jika harus digunakan untuk pengobatan bagaimana nanti ke depannya.