Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 11 Merasa kehilangan


__ADS_3

Sepasang kekasih yang telah melakukan percintaan panas enggan untuk saling melepaskan, mereka masih asik saling menempel satu sama lain. Ponsel Sarmila terus berdering tetapi perempuan itu malah mengabaikan nya, padahal suami nya yang menelpon tapi kenapa tidak di jawabnya.


"Jawab dulu telepon nya, jangan sampai menimbulkan kecurigaan terhadap nya... bermain lah yang cantik, jangan sampai dia tahu sebelum kita bisa meraih apa yang kita inginkan" kata Defan terhadap Saskia.


"Malas sekali harus berbicara dengan manusia itu, aku lebih suka menghabiskan waktu bersama mu! " katan Saskia tangan nya sambil menjelajah tubuh lelaki itu.


"Jawab dulu, berhentilah melakukan aku dengan seperti ini gairah ku sudah mulai bangkit lagi ini nanti kamu akan ku gempur habis-habisan" Defan berkata sambil mengecup kening Sarmila, ia ingin Sarmila menjawab panggilan dari Yoga agar tidak menimbulkan kecurigaan sedikit pun.


"Iya, aku jawab dulu! " kata Sarmila dengan malasnya mengambil ponsel yang tergeletak di di atas nakas yang berada di samping nya.


Ia langsung menjawab panggilan telepon dari sang suami, meskipun dalam hati ia tidak menginginkan hal itu. Ia berusaha untuk meyakinkan Yoga agar tidak menimbulkan kecurigaan, Ia menjalin hubungan dengan Defan jauh sebelum mengenal Yoga. Setelah Sarmila menikah Defan sempat pergi dan menjauh sebab merasa sakit hati dengan perlakuan Sarmila, dan beberapa bulan terakhir ini mereka kembali bersama dan saling menghangatkan di ranjang. Bahkan Sarmila jarang pulang ke rumah meskipun sedang tidak ada penerbangan, ia lebih memilih di kamar hotel bersama Defan dan saling memuaskan satu sama lain.


Setelah cukup lama Sarmila bebicara lewat telepon bersama sang suami akhirnya panggilan berakhir, dan Saskia berhasil meyakinkan Yoga bahwa ia malam ini tidak pulang karena esok hari akan ada penerbangan. Alasan nya malam ini sudah larut, terlalu capek jika harus bolak-balik. Yoga yang sangat mencintai Sarmila percaya begitu saja.


Sarmila dan Defan kembali melanjutkan percintaan mereka untuk yang kesekian kalinya, untuk saat ini Sarmila lah yang memimpin percintaan itu. Sarmila desa bringas melakukan itu, hingga suara di antara keduanya yang saling menikmati percintaan itu. Memang Sarmila sangat luar biasa jika urusan soal di ranjang, ia lebih dominan saat bercinta. Kamar hotel yang selalu menjadi saksi percintaan mereka. Sarmila tidak berfikir bahwa ada suami yang menunggu nya untuk pulang, ia malah asik memadu kasih bersama pria lain. Entah apa yang di cari perempuan itu, padahal ia bisa meminta Yoga untuk melakukan itu atau kenapa sampai melakukan nya dengan pria lain. Sudah jelas ada suami yang bisa saling memuaskan satu sama lain, padahal Yoga punya segalanya tapi Sarmila tega melakukan ini terhadap sang suami.

__ADS_1


Akhirnya percintaan mereka telah berada di puncak dan sudah mendapatkan pelepasan, Defan merasakan lelah yang sangat luar biasa begitu juga dengan Sarmila. Mereka masih dengan posisi saling memeluk.


"Sayang kamu harus janji sama aku, jangan pernah mengandung akan si bajingan itu! " kata Defan sambil membelai lembut rambut Sarmila.


"Tenang saja, aku juga nggak mau melahirkan anak. Saat ini sudah punya perempuan yang ku bayar untuk mengandung anaknya dan setelah melahirkan akan di serahkan terhadap ku. Aku mau hamil jika itu anak mu, kapan kamu memperbolehkan aku mengandung anak mu. Kita setiap melakukan ini selalu menggunakan pengaman, apa kamu tidak mau memiliki anak dari ku? " tanya Sarmila yang sudah tidak waras. Ia tidak mau mengandung anak dari sang suami tapi mau dari pria lain. Memang perempuan itu sudah kehilangan akal sehatnya.


"Tunggu saatnya tiba, kamu tahu sendiri kan! perusahaan ku saat ini sedang tidak baik-baik saja, pikiran ku masih terbagi dan belum buda fokus terhadap kamu. Mungkin perusahaan itu akan bangkrut jika tidak ada investor" kata Defan dengan raut wajah yang sedih, ia melakukan itu agar Sarmila percaya dengan apa yang terlontar di bibirnya.


"Memangnya berapa uang yang di butuhkan untuk permusuhan mu saat ini? mungkin aku bisa membantu mu" kata Sarmila.


"Nggak perlu sungkan, kita kan bukan orang asing. Berapa yang kamu butuhkan? " tanya Sarmila lagi.


"Nggak banyak sih, paling sekitar dua miliar itu sudah bisa menutupi kerugian perusahaan"


"Baiklah nanti kamu kirim no rekening nya saja aku akan transfer ke kamu, mungkin jika jumlah nya hanya segitu aku bisa bantu" kata Sarmila dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya sayang, kamu memang yang terbaik" kata Defan sambil mencium kening Sarmila, lalu ia mengajak perempuan itu untuk tertidur dengan posisi saling memeluk.


Di tempat lain.


Yoga yang di rumah hanya sendiri merasa tidak bisa tertidur dan gelisah, ia terus memikirkan keadaan Sarmila apakah perempuan itu tidak memiliki rasa capek setiap hari di pergunakan untuk bekerja, padahal ia sudah melarangnya untuk bekerja. Jika soal uang tidak pernah kekurangan, tapi perempuan itu masih tetap saja ingin bekerja.


Apa aku kembali ke rumah Mama, bosan juga tinggal di rumah hanya sendirian. Ahh kalau aku datang ke sana pasti Saskia juga sudah tidur, lagian nanti Papa sama Mama mempertanyakan keberadaan Sarmila. Tidur saja lah, besok pagi ke sana nya sekalian minta di masakin Saskia. Dia kan pintar memasak dan meracik kopi.


Akhirnya Yoga pun berusaha untuk tertidur setelah melewati banyak pikiran yang ada di kepalanya. Akan tetapi hatinya belum bisa untuk tidur, matanya merem hati dan pikiran nya melayang ke mana-mana.


***


Saskia masih belum tertidur ia, masih merasakan kesedihan akibat di tinggal pergi oleh sang ibu untuk selama nya, ia terus memandang wajah ibu nya lewat photo yang tersimpan di galeri ponsel nya. Ia mengelus wajah sang itu lalu tersebut.


Bu bahagia di sana semoga bertemu dengan Bapak, bilang sama dia sekarang aku sudah menikah. Meskipun ini sebuah pernikahan yang tujuan nya hanya untuk mendapatkan uang dengan mudah, akan tetapi itu sah di mata agama dan aku berusaha untuk menerima nya. Meskipun hanya sebagai istri ke dua dan aku tidak terlalu berharap bahwa suami ku akan berlaku adil. Bu semoga aku bisa menjadi istri yang baik seperti mu, yang selalu menjaga dan mengurus keperluan sang suami, dan aku akan selalu berada di rumah menanti kehadiran suami di saat ia pulang bekerja. Aku tidak mau bekerja untuk orang lain sedangkan sampai tidak ada waktu untuk mengurus suami.

__ADS_1


Di saat Saskia sedang asik memandang photo sang ibu, dan mengajak nya berbicara meskipun itu hanya di dalam hati. Ia mendengar suara pintu kamar terbuka, dan berapa terkejutnya saat melihat orang yang berdiri di ambang pintu. Lalu berjalan perlahan mendekat ke arahnya.


__ADS_2