Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 46


__ADS_3

Waktu bargulir cepat hari-hari yang dilalui seperti biasa, kandungan Saskia juga semakin hari semakin besar, perempuan itu sudah melewati masa ngidamnya.


Sekarang sudah terlihat lebih kuat dan tidak mual-mual lagi.


Yoga yang melihat perubahan Sarmila yang menunjukkan bahwa perempuan itu tidak membuat ulah lagi dan seperti sangat menyayangi Saskia.


Hal itu membuat hati Yoga sedikit meluluh kepada perempuan itu, ternyata selama ini Sarmila juga sangat menyayangi Saskia dan mengharapkan kehadiran anak yang ada di dalam kandungan.


Dan selama itu pula Yoga tidak mengetahui kelicikan Sarmila yang dilakukan di belakangnya, ternyata perempuan ini sangat rapi menutupi semua kebusukannya di belakang Yoga.


Yoga sudah mengetahui bahwa orang yang menggelapkannya uang perusahaan itu adalah orang kepercayaan yang, akan tetapi ia juga belum bisa menemukan keberadaan orang itu.


Memang ayahnya Sarmila juga sangat berpengaruh di negara ini, sehingga tidak terlalu sulit untuk menyembunyikan hanya satu orang saja.


Beberapa bulan terakhir ini, Sarmila menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya di depan mata Yoga.


Perempuan ini sudah bisa memasak dan mengurus rumah tangga seperti yang lainnya, bahkan Sarmila juga kerap sekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti yang dikerjakan oleh Saskia pada saat perempuan itu belum mengandung.


Bahkan hati Yoga sedih sedikit kasihan melihat Sarmila pada saat ini, bahkan perempuan ini melupakan gaya hidupnya yang dulu sangat glamor dan selalu tampil cantik.


Kali ini selalu berpenampilan sederhana bahkan ketika di rumah saja perempuan ini selalu menggunakan daster layaknya ibu rumah tangga yang lain.


Akan tetapi dibalik Daster yang ia gunakan tersimpan akal licik dan sebuah rencana untuk menghancurkan keluarga Yoga dan juga Saskia.


Ternyata Ia hanya berpura-pura baik dan rela mengorbankan semuanya demi tercapainya sebuah cita-cita dan impiannya untuk menjadi kenyataan.


Sarmila berpikir untuk sukses itu harus membutuhkan pengorbanan yang begitu banyak, dalam arti sukses menurut sarmina adalah ketika bisa menghancurkan kehidupan Yoga beserta Saskia.


Sampai kapanpun ia tidak akan pernah rela membiarkan Yoga bahagia bersama Saskia apalagi ditambah kehadiran buah hati dari pernikahan kedua suaminya itu.


Semua orang sudah berkumpul di ruang makan untuk melaksanakan sarapan bersama, kali ini Sarmila menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Saskia dan juga Yoga sudah duduk dan semua menu sudah tersaji, Sarmila mengisi piring Yoga dan juga Zaskia.


Dan ia mempersilakan Yoga dan Saskia untuk menikmati sarapan pagi yang sudah ia siapkan.


"Kalian mau pergi ke rumah sakit untuk periksa kandungannya Saskia kan?" tanya Sarmila terhadap Yoga.


" Iya kami akan memeriksakannya, akhir-akhir ini perutku sering keram" jawab Saskia.


"Bolehkah aku ikut dengan kalian, ingin sekali melihat bayi yang ada di dalam perut Saskia. Andai saja aku diberi kepercayaan untuk bisa hamil, dan kamu bisa memaafkan kesalahanku di waktu dulu. Mungkin aku juga akan merasa sangat bahagia seperti Saskia pada saat ini. Sayangnya Sekarang aku tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan semua itu, karena kamu juga Mas...belum bisa menerima dan membiarkanku atas semua kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu" kata Sarmila dengan wajah sendu, di sini ia sedang menunjukkan wajah sedihnya di hadapan Yoga dan juga Saskia.


Dengan harapan ia juga bisa meluluhkan hati Yoga, dengan sikap dan perubahannya saat ini.


" Semoga kamu juga segera menyusul dan bisa mengandung" jawab Saskia.


Meskipun ia sangat tahu bahwa Yoga selama ini tidak pernah pergi ke kamar Sarmila walau hanya sedetikpun.


Akan tetapi Saskia juga Sempat berpikir, mungkin saja Yoga pergi ke kamar Sarmila tanpa sepengetahuannya. Karena mereka tinggal satu rumah tidak membutuhkan waktu yang sangat lama untuk masuk ke dalam kamar Sarmila.


" Ayo kita makan bersama,? "ajak Saskia terhadap Sarmila yang masih berdiri menatap mereka berdua.


"Tidak perlu...kalian saja dulu nanti aku terakhir makannya" jawab Sarmila.


" Katanya kamu mau ikut ke rumah sakit, Nanti kita terlambat" jawab Saskia.


Betapa bahagianya Sarmila di saat Saskia mengiyakan bahwa ia boleh ikut ke rumah sakit bersama mereka, untuk memeriksakan kehamilan Saskia pada saat ini.


"Yess mereka percaya dengan aktingku, sepertinya sudah pantas menjadi pemain sinetron " kata Sarmila dalam batin.


Akhirnya Sarmila pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana lalu ia juga ikut sarapan bersama menikmati semuanya.


Setelah pembicaraan di meja makan dan sarapan pun sudah selesai, Saskia dan juga Yoga sudah menunggu Sarmila yang sedang berganti pakaian pada saat ini.

__ADS_1


Perempuan itu pun sudah kembali dengan pakaian rapinya saat ini, akan tetapi ada sedikit berbeda dari Sarmila.


Biasa selalu menggunakan pakaian terbuka, saat Sarmila menggunakan pakaian dengan lengan panjang dan rok panjang.


Terlihat sekali sangat berbeda penampilannya tidak seperti dulu, Yoga menatap Sarmila dari atas hingga ke bawah.


Ia sangat heran dengan perubahan perempuan yang berpenampilan aneh dan menutup tubuhnya dengan pakaian seperti ini.


Di mata Yoga ini sangatlah aneh akan tetapi Sarmila menggunakan pakaian ini dengan tujuan ia ingin terlihat menjadi perempuan yang Alim dan baik.


Mereka bertiga pun akan segera pergi menuju rumah sakit yang akan mereka kunjungi.


Yoga mengendarai kendaraannya sendiri, Saskia duduk di depan di samping sang suami.


Sedangkan Sarmila duduk di kursi belakang, Sarmina tidak menunjukkan reaksinya bahwa ia cemburu dengan kedekatan Saskia dan juga Yoga.


Ia berusaha untuk menahan semua ini dengan senyum dan berpura-pura menjadi wanita yang sangat Alim dan sudah berubah.


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi pun melaju dengan kecepatan sedang, tidak membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampai di sebuah klinik kesehatan ibu dan anak itu.


Memang tempat ini adalah sudah menjadi langganan mereka, di sini juga terdapat beberapa dokter kandungan yang sangat dipercaya dan sudah memiliki jam terbang yang sangat luas.


Makanya Yoga begitu percaya dengan klinik ini, untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk Saskia.


Kendaraan yang mereka tumpangi sudah berhenti di area parkir dengan sempurna, Yoga turun terlebih dahulu lalu membuka pintu untuk Saskia.


Dan perempuan itu langsung keluar dari dalam kendaraannya, akan tetapi Yoga tidak melakukan itu untuk Sarmila.


Dalam hatinya Sarmila merasa sakit hati dan ia bersumpah, akan mengutuk dua orang yang sekarang berada di hadapannya dan memperlakukannya dengan cara seperti ini.


Ia yakin bahwa setelah ini akan ada penderitaan yang akan dialami oleh Saskia.

__ADS_1


__ADS_2