
Perjalanan yang cukup lama untuk ditempuh dan sampai di kantor.
Ini semua bukan karena jarak yang mereka lalui terlalu jauh, akan tetapi mereka terjebak di dalam kemacetan kota ini.
Ketika mereka berangkat bekerja di pagi hari, sudah pasti jalanan dipenuhi oleh berbagai jenis kendaraan yang menghiasi sepanjang jalan.
Kali ini mereka juga terjebak di dalam padatnya jalanan, sehingga mengakibatkan mereka membutuhkan waktu yang sangat lama berada di jalanan.
Akan tetapi bagi Yoga tidak masalah lah menuju jalan yang penting bisa dekat dengan Saskia.
Ia merasakan kehangatan kenyamanan serta kebahagiaan ketika berada di samping perempuan yang sudah lama ia nikahi.
Akan tetapi rasa ini baru ia menyadari ketika Saskia mengandung anaknya, lalu perempuan itu kehilangan sang buah hati mereka tetapi Saskia juga masih bisa memaafkan Yoga dengan semua kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya, is sadar ternyata selama ini telah menyakiti hati perempuan yang sangat baik dan lembut serta sangat mencintai dirinya.
Yoga sudah berjanji di dalam hatinya akan memperlakukan Saskia dengan baik, dan menunggu semua kesalahannya di masa lalu.
Ia akan berusaha untuk memperbaiki diri agar terciptanya keluarga yang bahagia dan harmonis, serta mendapatkan banyak anak dari hasil pernikahan mereka.
Meskipun awalnya Yoga hanya ingin mencari pelampiasan karena kesepian, akibat istri pertama nya selalu sibuk dan tidak ada waktu untuk bersama nya. Seiring berjalan nya waktu dan ketulusan yang di miliki Saskia untuk berbakti terhadap suaminya, walaupun Saskia juga awalnya tidak mencintai Yoga.
Akan tetapi pada akhirnya mereka berdua saling mencintai.
Setelah cukup lama mereka di perjalanan, akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi sudah masuk area gedung perkantoran, akhirnya kendaraan pun sudah terparkir dengan sempurna di tempat seperti biasa.
Yoga turun terlebih dahulu dari dalam kendaraan itu, lalu membuka pintu dan mengulurkan tangannya agar Saskia ikut turun bersamanya. Ia langsung menggandeng tangan Saskia dan diajak masuk ke dalam gedung ia tidak melepaskan tangan sang istri sepanjang perjalanan menuju ruangannya, Yoga menyapa para karyawannya yang berpapasan di jalan, tidak sedikit juga dari mereka yang berbisik akan kehadiran perempuan lain di kantor ini.
Sebab bagi mereka ini adalah pemandangan yang sangat asing sebelumnya yang datang ke tempat ini adalah selalu Sarmila. Belum pernah melihat keberadaan Saskia, meskipun itu pernikahannya sudah tercium oleh para karyawannya.
__ADS_1
Akan tetapi mereka semua belum pernah melihat langsung wajah dari istri kedua sang Bos.
Dengan bangganya Yoga menggandeng Saskia masuk ke dalam kantor, Saskia merasa malu ketika memasuki gedung perkantoran milik suaminya dan ia melangkahkan kakinya perlahan merasa diperhatikan oleh semua orang Saskia pun melirik kanan kiri lalu atas bawah ia pikir Ada yang salah dengan penampilannya.
"Apakah ada yang salah dengan pakaianku?" tanya Saskia terhadap sang suami.
"Memangnya kenapa dengan pakaianmu? tidak ada yang salah kok malah kamu terlihat sangat cantik jika menggunakan dress seperti ini, aku sangat menyukainya" jawab Yoga.
"Kalau tidak ada yang aneh Mengapa mata mereka melotot seperti itu melihat aku di tempat ini, apakah mereka tidak menyukaiku dengan hadirnya Aku di tempat ini tatapan mereka sangat aneh " kata Saskia menggerutu, ia tidak nyaman dengan tatapan tajam para karyawan suaminya itu ketika ia berada di kantor ini.
"Nereka bukan tidak suka akan kehadiranmu, akan tetapi mereka sangat mengagumi kecantikanmu " Yoga berusaha membuat hati Saskia merasa senang.
Dengan berkata seperti ini berharap Saskia tidak merasa minder ketika berada di kantor milik nya
"Jwngan membodohi ku dengan rayuan manismu, jika mereka tidak suka padaku lebih baik katakan yang Sejujurnya.
" Jangan pikirkan mereka, kamu di sini adalah istri dari pemilik perusahaan. Jika ingin memecatnya bisa saja kamu memecat perempuan itu" jawab sang suami.
"Kamu juga sebagai pemilik perusahaan harus tahu aturan, tidak sepantasnya memecat karyawan tanpa alasan yang jelas. Hanya karena memandang istri mu dengan cara seperti itu langsung memecatnya, itu bukan bos yang baik" kata Saskia sambil terus melangkah beriringan bersama suaminya.
Setelah beberapa saat mereka sudah berada di lantai paling atas, di sanalah terdapat ruangan kerja milik Yoga.
Dengan perlahan Yoga pun menempelkan kartu akses untuk segera masuk ke dalam ruangan pribadi miliknya, setelah berada di dalam Saskia pun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang ada di sana lalu menyadarkan tubuhnya.
Menarik napas panjang lalu dibuang dengan perlahan ia berusaha menetralkan perasaan yang ada di hatinya yang berkecamuk menjadi satu.
"Apa kamu lelah? "vtanya Yoga terhadap sang istri yang terlihat kelelahan, Padahal mereka berjalan tidak terlalu jauh naik ke lantai atas pun mereka menggunakan alat bantu yaitu lift agar segera sampai di ruangan.
__ADS_1
Akan tetapi sepertinya Saskia kelelahan, apa mungkin lelahnya Saskia bukan diakibatkan dari berjalan, melainkan ada hal yang membuat Saski menjadi lemah seperti itu.
"Tidak, aku hanya memikirkan mereka Mengapa menatapku tajam seperti itu ya, apa mereka menganggap aku seorang pelakor yang telah merebut suami orang" kata Saskia dengan tatapan mata lurus ke depan.
"Kamu itu ngomong apa sih? tidak ada mereka yang berkata seperti itu terhadap kamu!" jawab Yoga.
"Buktinya mereka menatapmu seperti itu " kata kata Saskia.
"Baiklah apa perlu sekarang mengumpulkan seluruh karyawan untuk memberi tahu mereka,bahwa kamu itu istri ku bukan pelakor. Dan akan mengenalkan dirimu kepada semua karyawan yang bekerja di tempat ini agar dia bisa menghargai dan menghormati kamu seperti layaknya mereka memperlakukanku dengan baik di perusahaan ini, sebab perusahaan ini adalah milikmu juga"
"Perusahaan ini bukan milikku, dan sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milikku seharusnya yang lebih pantas mendapatkan perusahaan ini mbak Sarmila, sebab dia yang ada saat kamu merintis perusahaan ini dari nol bersama dia bukan bersama ku. Aku tidak mau dianggap serakah sudah menguasai seluruh harta yang pernah kalian punya bersama, kamu sudah memberikan rumah yang dulu ditempati bersama Mbak Sarmila" kata Saskia
"Tidak seperti itu juga, bukankah apa yang dimiliki suami itu juga milik istrinya" kata Yoga.
" Sudahlah mulailah bekerja, aku akan tidur di sini sambil menunggu kamu selesai" kata Saskia sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Jika kamu mau istirahat jangan tidur di situ, ada ruangan khusus untuk beristirahat. Yuk masuk ke sana" kata Yoga sambil mengajak istrinya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Memangnya kenapa kalau aku di sini "kata Saskia, ia sudah mencium ada sesuatu yang di rencanakan suaminya.
"Pokoknya tidak ada bantahan jika kamu mau istirahat Ayo ikut" kata Yoga sambil mengulurkan tangannya dan mengajak sang istri untuk masuk ke salah satu ruangan yang ada di sana, memang ruangan itu tidak terlalu besar akan tetapi ada satu buah tempat tidur satu lemari dan kamar mandi juga di sana.
"Baiklah" Saskia pun mengikuti ajakan suaminya.
Setelah beberapa saat mereka sudah berada di dalam ruangan tersebut.
"Di sini kan lebih leluasa melakukan nya" kata Yoga.
__ADS_1
Dan hal itu membuat Saskia membayangkan sesuatu, bahwa dirinya akan bekerja keras dan mengeluarkan keringat di atas ranjang.