
Siang hari telah tiba, Yoga baru saja bangun dari tidurnya. Saat malam sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, sebab Ia terus kepikiran dengan apa yang ia lihat melalui foto-foto yang dikirim oleh nomor tidak dikenal.
Hari ini ia akan memerintahkan orang kepercayaannya untuk menyelidiki keberadaan sang istri, sebab sebelum mengetahui kebenarannya dia juga belum bisa tenang
Bahkan ia sangat yakin terhadap sang istri tidak akan pernah melakukan itu, jika benar hal itu terjadi maka ia tidak akan pernah memaafkan perempuan yang sudah mengkhianatinya. Selama ini Yoga sangat menyayangi dan mempercayai Sarmila, bahwa perempuan itu adalah satu-satunya yang dicintainya. Bahkan setelah ia menikah dengan Saskia pun, ia tidak bisa memberikan separuh hatinya untuk perempuan lain selain daripada sarmila.
Padahal awalnya ia sangat tertarik terhadap Saskia, entah kenapa ketertarikan nya itu hanya sebagai teman yang bisa menemaninya dan memberikan kenyamanan untuknya. Bukan sebagai perempuan yang mengisi hatinya, seperti Sarmila.
Saskia baru saja kembali dari belakang, dan ia langsung mengambil pakaian kotor yang ada di keranjang lalu menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Meskipun ini sudah terlalu siang untuk berangkat ke kantor tetapi ia menyiapkan baju kantor, bagi pemilik perusahaan datang di jam berapa pun tidak akan ada masalah begitu pikir Saskia.
Setelah cukup lama Yoga telah selesai dengan ritualnya dan segera berganti pakaian dengan yang sudah di siapkan oleh sang istri.
"Kalau seperti ini terus berasa punya istri ada yang menyiapkan semua keperluan, beda lagi saat berada di rumah Sarmila. Semua di siapkan oleh pelayan bahkan hanya untuk menemani saat makan pun terkadang nggak ada waktu"batin Yoga sambil memakai pakaian yang sudah tersedia.
Selesai sudah Yoga berganti pakaian, tidak berselang lama Saskia datang mengajaknya untuk sarapan.
" Sarapan dulu sebelum pergi ke kantor, masak nya dari pagi mungkin rasa nya sudah dingin "kata Saskia sambil mengajak sang suami untuk segera menuju ruang makan, rumah yang mereka tempati saat ini tidak terlalu besar hanya terdapat dua kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Akan tetapi meskipun sempit, perabotan yang ada di rumah ini tertata dengan rapi sehingga menjadikan penghuni rumah ini menjadi nyaman termasuk juga dengan Yoga.
Mereka sudah berada di meja makan, seperti biasa Saskia mengisi piring suami nya dengan menu sarapan pagi ini. Dengan cekatan tangan perempuan itu menyiapkan semuanya agar laki-laki yang berstatus sebagai suaminya tidak kekurangan apapun, dengan senang hati Saskia melakukan itu semua. Meskipun Yoga belum menjadi suami yang bertanggungjawab dengan statusnya, akan tetapi Saskia berusaha menjadi istri yang bisa memenuhi kebutuhan suaminya.
Waktu bergulir begitu cepat, acara sarapan sudah selesai. Yoga berpamitan untuk segera pergi ke kantor, sedangkan Saskia ia merapikan peralatan yang telah di gunakanlah.
__ADS_1
Seperti biasa yang di lakukan Saskia ketika suaminya tidak di rumah, berusaha untuk menyibukkan diri dengan hal yang positif. Ia berencana akan membuka rumah makan atau toko kue, agar ada yang di lakukan saat sang suami tidak mengunjungi nya. Ia juga harus bersiap untuk masa depan nya nanti, bisa saja hal buruk terjadi pada hidupnya. Sebagai perwakilan juga harus mempunyai penghasilan sendiri agar tidak bergantung pada laki-laki, atau bisa saja Yoga mengalami kebangkrutan. Jadi seorang istri juga harus berfikir ke arah sana, jangan hanya ingin menikmati dan menghamburkan uang hasil kerja keras suami.
*****
Di tempat lain
Yoga sudah berada di kantor, hari ini dia sudah berjanji dengan orang kepercayaan nya. Bahwa mereka akan membahas hal yang sangat penting, hanya Sanco lah sang asisten kepercayaan yang bisa memecahkan masalah yang sedang di hadapi nya.
Yoga tidak berani berbicara kepada kedua orng tuanya, sebab sudah pasti ia akan di olok-olok oleh mereka. Jadi sebisa mungkin ia menutupi apa yang terjadi dengan Sarmila dan dirinya, ia juga belum yakin bahwa yang ada di photo itu benar istrinya atau bukan. Saat ini semua alat begitu cangih sehingga dengan mudahnya mereka bisa meng edit hal semacam itu.
Setelah cukup lama Yoga menunggu akhirnya orang yang ia tunggu pun datang.
"Maaf, Bos ada sedikit masalah soal pembangunan gedung di kota A jadinya harus membereskan terlebih dahulu" kata Sanco sambil membungkukkan badannya.
Mereka berdua sudah duduk berhadapan, sedangkan Sanco masih berfikir informasi apa yang di butuhkan sang bos. Jika soal perusahaan ia sudah tahu semua nya, jadi soal apa yang menurut nya ini sangat penting.
"Kalau boleh tahu, informasi seperti apa yang di butuhkan bukan nya soal perusahaan dan pembangunan itu sudah jelas informasi nya" jawab Sanco sambil menatap lekat wajah Yoga.
"Coba kamu liat itu terlebih dahulu, perhatikan baik-baik. Apakah itu benar atau hanya editan untuk menghancurkan kita" Yoga berkata sambil menyerahkan ponsel nya, dan di sana menampilkan photo-photo Sarmila bersama laki-laki lain, dan itu tidak pantas untuk di liat.
Betapa terkejut nya Sanco saat melihat photo tersebut, akan tetapi ia juga jangan percaya dulu dengan apa yang di liat nya. Karena yang diliat dan di dengar belum tentu kebenaran nya, ia harus mencari tahu terlebih dahulu soal ini.
__ADS_1
"Mendapatkan ini semua dari mana? " tanya Sanco sambil terus menatap gambar yang ada di layar ponsel, ia tidak menyangka istri dari bosnya itu bisa melakukan hal keji macam itu.
"Ada nomor tidak di kenal mengirim itu semua, jadi saya butuh informasi secepatnya tentang hal itu. Sarmila meminta ijin untuk pergi ke bali bersama teman-teman nya, kamu bisa cek di sana. Bukan masalah besar bagi mu hal seperti ini, mungkin dia check in menggunakan namanya" kata Yoga.
"Baiklah secepatnya akan saya kasih informasi nya" jawab Sanco dengan penuh keyakinan, dengan cepat ia akan mendapatkan informasi tersebut.
"Saya tunggu! "
"Jika hanya itu yang dibicarakan, boleh saya pergi. Sebab banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, saya akan hubungi team yang ada di kota itu biar dengan mudah melacak nya" kata Sanco.
"Pergilah, saya juga tidak bisa berfikir dengan baik. Untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda juga tidak bisa, otak ku benar-benar buntu" kata Yoga sambil memijat pelipisnya. Ia merasakan pusing di kepala nya.
Setelah kepergian Sanco, Yoga menyandarkan tubuh nya di sofa yang sedang ia duduki sambil memejamkan matanya. Berharap yang di lakukan nya saat ini bisa sedikit meringankan rasa pusing.
Di saat ia sudah menutup mata, ada notif pesan di ponsel nya. Lalu Yoga mengambil ponsel tersebut dan membuka pesan tersebut, dan ternyata isinya gambar sang istri yang sedang tidak menggunakan sehelai benang pun di atas pangkuan seorang lelaki.
"Sangat lezat sekali untuk di nikmati" kata orang tesebut yang di tulis melalui pesan singkat nya.
Yoga mengepalkan tangan nya dengan keras, hatinya sudah di kuasai oleh amarah. Ini sudah tidak bisa di biarkan, ternyata ini semua benar adanya. Bahwa perempuan yang selama ini sangat di cintai, sudah mengkhianati nya.
Setelah beberapa saat ia menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Siapkan penerbangan ke Bali untuk dua orang saat ini juga! " perintah Yoga terhadap orang yang di hubungi nya lewat sambungan telepon.