
Keesokan harinya, Yoga masih belum bisa menemukan Saskia. Sebab ia masih terus berputar-putar di area pantai dan tempat-tempat yang lain yang mungkin dikunjungi perempuan itu.
Waktu sudah menunjukkan jam 08.00 pagi, padahal Sanco sudah memperingati Yoga bahwa ia juga membutuhkan istirahat. Akan tetapi setelah Sanco pergi ke kamarnya, Yoga terus berkeliling mencari keberadaan sang istri.
Pagi yang sangat Cerah matahari sudah menampakkan wajahnya tanpa malu-malu, Yoga masih duduk di sebuah bangku di pinggir pantai yang menghadap ke laut dimana ia tadi malam menemukan sandal saskia di sana.
"Apa benar kamu itu di bawah hantu, atau terbawa arus saat bermain air laut. Jangan bikin aku khawatir pulanglah, atau beri aku petunjuk agar bisa menemukan Keberadaan mu. Aku janji setelah ini kita akan pulang dari tempat ini, dan tidak akan memperlakukan kamu dengan kasar seperti waktu itu. Maafkan aku dengan segala kesalahan yang telah diperbuat" batin Yoga sambil menatap ke tengah laut, ia terus memandang deburan ombak yang tiada henti menerjang batu karang dan pasir yang ada di pinggir pantai.
Setelah cukup lama dan merasa lelah, semalam suntuk ia tidak bisa tertidur akibat memikirkan keadaan sang istri. Ia takut Saskia dalam keadaan sakit, kedinginan, atau bahkan orang jahat menyakitinya.
Yoga bangun dari duduknya, lalu berjalan perlahan dengan niat ia akan kembali ke kamar terlebih dahulu sebelum mencari kelanjutannya keberadaan sang istri.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk segera masuk ke dalam kamar, laki-laki itu sudah berdiri di depan pintu lalu membuka pintu itu dengan mudah sebab Ia memegang akses untuk masuk ke dalam sana, setelah berada di dalam kamar ia belum menyadari bahwa Saskia sudah ada di dalam kamar dengan posisi masih tertidur.
__ADS_1
Yoga langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, lalu menatap langit-langit kamar hotel tersebut sambil berpikir dan mengkhawatirkan sang istri sebab Saskia hilang semalaman. Ia merasa lelah, setelah cukup lama akhirnya ia merasa sedikit ringan bebannya entah kenapa, seperti merasakan kehadiran Saskia di tempat ini.
Yoga berniat membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, dan melanjutkan pencariannya. Yoga akan melangkahkan kakinya tanpa disengaja ia melirik ke atas tempat tidur, dan melihat sosok perempuan yang masih tertidur tertutup tubuhnya dengan selimut hanya menampakan kepalanya saja.
Dengan perlahan Yoga mendekat ke arah tempat tidur, lalu menatap lekat-lekat apa yang ada di sana.
Takutnya ia salah melihat atau hanya halusinasinya saja, Yoga masih belum percaya dengan apa yang di liat nya pada saat ini. Dan bagaimana bisa Saskia masuk,sedangkan kuncinya di pegang dirinya.
Tangannya bergerak perlahan untuk menarik selimut yang menutup tubuh Perempuan itu, dan betapa terkejutnya yang di atas tempat tidur dalam keadaan tertidur dengan nyenyak yaitu benar saja itu adalah Saskia sang istri yang semalaman ia cari tanpa mengenal kata lelah.
Sedangkan orang yang dikhawatirkan dan dicarinya adalah tertidur nyenyak di atas ranjang dan kasur yang empuk di dalam hotel, yang tadinya Yoga merasa kasihan dan prihatin tentang keadaan sang istri. Akan tetapi semua itu berubah menjadi kemarahan yang memuncak sampai ke ubun-ubun, akhirnya Yoga menarik Zaskia agar dia terbangun dari tidurnya.
" Kamu tidak mempunyai otak yah, aku di luar mencari Keberadaan mu dan sangat khawatir, di mana kamu tadi malam? sedang apa? ngapain saja? Apakah kamu itu kedinginan, atau kelaparan mikir nggak kamu orang lain sangat mengkhawatirkan kamu. Sedangkan banyak orang yang disusahkan oleh kelakuanmu tadi malam, kamu tidur enak-enakan di sini apa susahnya sih kamu itu menghubungiku. Memberitahuku jika mau pergi ke manapun, aku ini suami kamu jangan pernah kamu pergi kemanapun tanpa izin dariku, paham tidak! kamu harus tahu aturan sebagai istri harus bersikap seperti apa terhadap suaminya, dasar perempuan sama saja tidak ada bedanya hanya membuat drama saja dan membuat orang pusing dengan kelakuan-kelakuannya " Yoga berkata dengan penuh amarah, ia paksa Saskia untuk terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Sedangkan perempuan itu belum menyadari apa yang dikatakan oleh sang suami, sebab ia bangun juga dengan terpaksa.
Betapa kagetnya ia dibangunkan dengan cara ditarik lalu duduk, nyawanya saja belum terkumpul dengan sempurna bagaimana ia bisa mencerna perkataan Yoga.
Setelah beberapa saat, Saskia masih terpejam matanya meskipun ia dalam keadaan sudah duduk. Akan tetapi perempuan itu belum bisa mengingat dengan sempurna apa yang terjadi saat ini di hadapannya, dan mengapa suaminya itu marah-marah sambil membentak dirinya.
" Bisa nggak sih mas....kalau ngomong itu nggak harus teriak-teriak aku ini nggak tuli tahu, masih bagus pendengaranku "kata Saskia dengan nada bicara khas bangun tidur, ia belum mampu untuk membuka matanya sebab terlalu ngantuk dan lelah dirinya.
Padahal sudah tertidur semalaman bahkan di pinggir pantai saja ia sudah tidur begitu lamanya, Setelah pindah ke kamar hotel pun ia melanjutkan tidurnya tanpa halangan dan gangguan apapun Zaskia kalau sudah tidur Iya seperti orang yang sudah meninggal.
" Kamu sadar nggak apa yang kamu lakukan tadi malam? sudah membuat semua orang khawatir dengan menghilangnya mu, apalagi saya menemukan sandal yang kau gunakan di pinggir pantai. Sedangkan kamu nya tidak ada, siapa yang tidak berpikir jelek tentang keadaanmu saat itu. Apalagi Sanco mengira bahwa kamu sudah hanyut di bawah ombak, sedangkan pikiranku pergi kemana-mana takut orang jahat menculikmu atau membunuhmu. Perbuatanmu itu tidak bisa dibiarkan, bisa nggak sih jadi perempuan itu menghargai dan menghormati keberadaan suaminya. Walau bagaimanapun aku ini suamimu, yang perlu Kamu hargai dan hormati. Jangankan kamu untuk pergi keluar kamar, bahkan hanya mengedipkan mata saja tanpa izin dariku Itu adalah sebuah kesalahan. Apalagi kamu pergi keluar, sampai menghilang membuat semua orang stress dengan kehilanganmu. Belum sadar juga tentang kesalahanmu? apa perlu saya siksa terlebih dahulu, agar kau meminta maaf dan mengakui seluruh kesalahanmu yang dilakukan tadi malam" kata Yoga dengan nada bicara yang sangat tinggi, Iya belum bisa meredakan amarahnya akibat kelakuan Sang istri tadi malam.
Ia sibuk mencarinya di luar dan sangat mengkhawatirkannya, sedangkan perempuan yang dicarinya adalah tertidur nyenyak di atas ranjang dan kasur empuk di dalam hotel. Memang melakukan Saskia sudah membuat Yoga di kuasai amarah, bahkan semua rasa marahnya saat ini hanya untuk Saskia. Perempuan yang sudah berhasil membuat dirinya stres dalam waktu semalam, dan tidak bisa tertidur karena memikirkan kejadiannya.
__ADS_1