Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 42


__ADS_3

Malam telah tiba, Saskia belum bisa memejamkan matanya. Yoga masih saja berada di sampingnya sambil mengelus perut istrinya yang masih terlihat sangat rata itu.


"Jangan di elus terus mas...geli tahu" kata Saskia terhadap sang suami.


" Memangnya kenapa biar dia cepat tidur" jawab Yoga sambil tertawa kecil.


"Malu tahu ada Mama juga sama Papa di sini" kata Saskia.


Ia sangat malu ketika diliatin oleh mertuanya, Yoga memperlakukannya dengan cara seperti itu.


"Biarin Mama sama papa juga pernah muda" jawab Yoga tanpa rasa malu.


Akhirnya Saskia pun membiarkan Yoga melakukan aktivitas sesuai dengan keinginannya. Lagi pula meskipun mulutnya berbicara seperti itu, akan tetapi hatinya merasa bahagia ia diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


Sebab Selama Ini Yoga tidak memperlakukannya dengan baik, hanya cacian dan Makian yang ia terima selama ini.


Baru hari ini Yoga memperlakukannya dengan cara seperti ini, sekarang berubah menjadi baik diakibatkan karena Yoga mengetahui bahwa Saskia sedang mengandung anaknya.


"Ma, Pa...kenapa kalian nggak pulang saja! Biarkan di sini aku dan Saskia saja berdua" kata Yoga sambil menatap kedua orang tuanya yang masih berada di ruang rawat inap.


"Kamu mengusir Papa sama Mama, Kalau kami nggak pulang nanti kamu apa-apain Saskia lagi. kamu Ingat harus puasa terlebih dahulu sebelum keadaan Saskia baik" kata Sang Mama sambil menatap lengkap wajah Yoga, ia takut jika ditinggalkan Yoga melakukan hal yang tidak diinginkan.


Yoga mengerut kan alisnya.


"Puasa...ini kan lagi nggak bulan puasa, Apa maksud Mama" tanya Yoga terhadap sama mama.


Seketika sang Papa tertawa melihat wajah anaknya seperti orang kebingungan.


"Ya kamu harus puasa, jangan menyentuh istrimu! kandungannya terlalu lemah, beresiko jika kamu melakukan itu. Makannya Mama akan tetap berada di sini sampai pulang ke rumah pun Mama akan mengawasi mu" kata Sang mama.

__ADS_1


"Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang Mama ucapkan" jawab Yoga dengan sangat heran ia belum bisa memahami apa yang diucapkan sang Mama.


Yoga pun meminta penjelasan kepada sang Papa, apa yang dimaksud oleh sang Mama. Akan tetapi sang Papa pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat Yoga sangat kebingungan.


Saskia yang sudah paham karena pembicaraan dari ibu mertuanya itu, ia hanya tersenyum tipis.


"Sudahlah lebih baik kamu yang pulang, biarkan Saskia di sini Mama yang menemani. Lagipula besok kamu harus bekerja kan, istirahat yang cukup" kata Sang Mama memerintahkan Yoga untuk pulang terlebih dahulu dan beristirahat di rumah.


" Mama ini gimana sih Saskia itu istriku mana bisa aku meninggalkannya dalam keadaan seperti ini, lagi pula dia sedang mengandung anakku" jawab Yoga ia tidak terima jika mamanya mengusir dirinya untuk pulang.


" Kamu ini bagaimana sih Saskia juga sedang mengandung cucuku, jadi aku berhak berada di sini menemaninya" sang Mama juga tidak mau kalah dengan anaknya.


Akhirnya sang Papa menjadi penengah di antara anak dan Mamanya itu.


"Ya sudah Mengapa kalian harus berdebat kita sama-sama di sini menjaga Saskia, lagi pula kamu itu kan bos di perusahaan tidak datang ke kantor pun tidak jadi masalah"


Akhirnya Yoga mendapatkan angin segar dari sang Papa.


Setelah perdebatan panjang diantara mereka, akhirnya selesai sudah.


Kedua orang tua Yoga tidur di atas sofa yang ada di ruang tersebut, karena mereka menggunakan ruangan VVIP Jadi bebas melakukan apapun di ruangan ini.


Bahkan terdapat fasilitas seperti berada di dalam kamar pribadinya di rumah.


Yoga tidak mau jauh dari sang istri, ia sudah berada di atas ranjang yang sama beserta sang istri.


Laki-laki itu terus memeluk tubuh Sang istrinya sesekali ia mengusap perut istrinya yang masih rata.


Saskia merasa sangat bahagia dan seperti Ratu diperlakukan seperti ini oleh suaminya, ternyata menjadi wanita hamil itu sangat istimewa dan dimanjakan oleh semua orang.

__ADS_1


Mengapa sebagian orang tidak mau hamil dan melahirkan apakah itu hanya sekedar tidak mau bodinya menjadi jelek dan melar. Dan bagian dadanya menjadi kendor akibat memberi ASI kepada bayi mereka nantinya. Akan tetapi bagi Saskia mengandung itu sangat menyenangkan ternyata bisa diperlakukan seperti ini.


Tanpa terasa mereka semua sudah tertidur lelap meskipun berada di rumah sakit, mereka semua tidak merasakan hal itu.


Sebab ruangan yang mereka tempati adalah sangatlah nyaman dan luas. Saskia sudah memejamkan matanya, terlalu nyaman baginya jika harus Menunda untuk tidur.


Lagi pula ia sangatlah lelah, meskipun rasa mual dan pusing itu belum juga hilang. Akan tetapi ia tidak mau melewatkan suasana yang sangat indah dan membahagiakan ini.


Waktu bergulir begitu cepat tanpa terasa Saskia Sudah dirawat di rumah sakit ini selama 3 hari. Selama itu pula orang tua Yoga selalu menjaga Saskia. Terlihat dengan jelas bahwa mereka sangat sayang terhadap menantunya itu.


Akhirnya hari ini ia diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Akan tetapi di dalam hati Saskia ia merasa risih dan takut ketika harus kembali ke rumah itu.


Apalagi di rumah itu ada Sarmila, yang sekarang ia sudah mengetahui bahwa perempuan itu tidak menyukai kehadiran dirinya di rumah itu. Yoga meyakinkan Saskia bahwa Sarmila tidak bisa melakukan apapun, Sebab ia selalu mengawasinya.


Dan ada juga beberapa pelayan yang selalu menjaga Saskia nantinya di sana, begitu juga dengan sang Mama ia tidak rela jika Saskia harus kembali ke rumah itu dan bersama dengan Sarmila.


Bisa saja perempuan itu nekat dan mencelakai calon bayi yang ada di dalam kandungan Saskia pada saat ini.


"Apa tidak sebaiknya kalian untuk sementara tinggal di rumah Mama saja" kata Sang mama terhadap Yoga.


"Sebetulnya aku juga tidak mau kembali ke rumah itu Ma...tapi mau bagaimana lagi Mas Yoga tetap mau tinggal di rumah itu" jawab Saskia dengan nada bicara yang lembut.


"Kalian semua jangan khawatir aku ada bersama Saskia, tidak akan ada seorangpun yang berani mencelakainya" jawab Yoga dengan penuh keyakinan.


Ia akan berusaha semampunya dan melindungi Saskia dari siapapun yang akan berbuat jahat.


"Kamu itu tidak 24 jam berada di samping Saskia, bisa saja Sarmila melakukannya saat kamu berada di kantor atau bisa saja menyuruh orang lain untuk menyakiti istrimu" kata Sang Mama ia merasa takut jika Sarmila nekat dan melakukan hal yang tidak diinginkan.


"Jangan khawatir sekarang aku akan mengurangi jam kerjaku, mungkin pergi ke kantor jika ada hal-hal yang sangat penting. Selain itu aku akan selalu berada di samping Saskia menjaganya" jawab Yoga.

__ADS_1


Mendengar pernyataan seperti itu hati Saskia merasa sangat senang dan bahagia, ternyata Yoga sangat mencintai bayi yang ada di dalam kandungannya.


__ADS_2