
Waktu bergulir begitu cepat, siang telah berganti dengan sore. Sudah saatnya Yoga untuk pulang kerja.
Saskia juga seharian berada di dalam ruangan tertutup menemani suaminya bekerja, akan tetapi tidak merasakan bosan.
Ia malah merasa senang jika selalu bersama suaminya, meskipun sudah lama menikah akan tetapi sebelum nya Yoga tidak pernah memperlakukan Saskia dengan cara seperti ini.
Yoga menggandeng sang istri untuk segera keluar dari gedung perkantoran itu, akan tetapi ia akan pergi ke sebuah tempat di mana orang kepercayaan sang Ayah sudah memberi tahu lokasi mereka membuat janji.
Setelah beberapa saat, Saskia dan Yoga sudah berada di dalam kendaraan. Ia pun memberi isyarat agar sopir segera melajukan kendaraan nya, kendaraan pun sudah berjalan dengan pelan untuk keluar dari area parkiran kantor.
Yoga memberi tahu sopir bahwa mereka tidak langsung pulang, akan tetapi pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.
Saskia tidak banyak bertanya, Ia diam saja menikmati pemandangan sore hari. Sinar senja sudah terlihat, itu semua pertanda sebentar lagi malam akan tiba.
Perjalanan yang mereka lalui lumayan lama hingga pada akhirnya. Kendaraan berhenti di sebuah Villa akan tetapi tempat itu seperti tidak terurus dan terbengkalai.
Yoga langsung turun dan mengajak sang istri untuk segera masuk ke dalam tempat yang ada di hadapan nya.
"Ini tempat apa sih, mas... ko serem yah? aku nunggu di sini saja ah takut" kata Saskia menghentikan langkah nya, ia tidak ingin ikut masuk bersama sang suami.
"Nggak apa-apa, kan ada aku bersama mu. Apa yang di takut kan" jawab Yoga sambil menggenggam tangan sang istri, lalu di ajak lah masuk.
Meskipun ragu, Saskia mengikuti langkah suaminya.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya mereka sudah sampai di sebuah ruangan yang pencahayaan nya kurang, terlihat samar-samar seorang perempuan sedang duduk dan di ikat.
"Siapa kalian, lepaskan aku...! " teriak Sarmila sambil memberontak untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut.
"Aku datang ke tempat ini hanya untuk bertemu dengan kamu untuk yang terakhir kalinya, mungkin setelah ini kamu akan membusuk di penjara. Menanggung semua dosa yang telah kau perbuat, dan ini adalah balasan dari ku atas pengkhianatan yang kau berikan. Bagaimana rasanya? " kata Yoga sambil menaikan kakinya satu ke atas kursi yang sedang di duduki Sarmila, lalu mencengkram kuat rahang wanita itu. Sehingga Sarmila meringis kesakitan.
"Cuihh, berani nya sama perempuan. Dasar laki-laki tidak punya nyali" kata Sarmila meludah, ia sudah tidak takut lagi akan apa yang terjadi dengan dirinya.
"Apa kamu tidak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah kamu lakukan? "
"Untuk apa Aku merasa bersalah, nggak ada gunanya juga. Dan sekarang aku sangat bahagia saat melihat dia menangis kehilangan bayi itu, meskipun harus berakhir di jeruji besi itu tidak akan pernah menundukkan kepala di hadapan kalian berdua" kata Sarmila sambil menyeringai.
"Sombong sekali kamu, apakah hati mu terbuat dari batu sehingga mempunyai sifat yang sangat keras dan begitu angkuh, mulai saat ini dan detik ini juga kamu bukan lah sebagai istri ku lagi. Aku sudah melepaskan ikatan pernikahan di antara kita" ucap Yoga sambil menatap tajam wajah Sarmila, yang tidak merasa bersalah sedikit pun.
"Nggak malu apa, kamu meminta hak. Setelah apa yang kamu lakukan terhadap perusahaan, yang kamu curi sudah lebih dari cukup jadi tidak ada lagi hak mu"
"Itu belum seberapa, jika semua aset yang di miliki di jual maka bagian ku lebih dari itu. Ingat satu hal, bahwa kalian tidak akan pernah hidup bahagia" kata Sarmila sambil mengeratkan giginya.
Yoga sudah mengangkat tangan nya ingin memukul Sarmila, akan tetapi Saskia berteriak untuk tidak melakukan itu.
"Jangan biarkan tangan mu kotor di gunakan untuk menampar nya, yang pantas memberi hukuman bukanlah manusia. Ada Tuhan yang mempunyai keadilan, lebih baik kita pulang. Jangan pernah membuang waktu untuk hal yang tidak penting! " Saskia mengajak Yoga untuk segera pulang, ia sambil menarik tangan Yoga untuk segera pergi dari tempat ini.
"Tunggu sebentar, urusan ku dengan nya belum selesai! "
__ADS_1
"Sudah tidak ada lagi yang perlu kita lakukan di sini, biar mereka yang mengurus nya" kata Saskia.
Ia sudah tidak mau berada di tempat seperti ini, apalagi melihat Sarmila dalam keadaan seperti itu saja tidak mau mengakui kesalahan nya. Perempuan itu tetap teguh dengan pendirian nya, bahwa ia tidak bersalah sedikit pun. Hal itu yang membuat Yoga hilang kendali, hampir saja Yoga melayangkan tamparan untuk Sarmila. Untung ada Saskia yang menyaksikan itu semua.
Akhirnya Yoga ikut apa yang di katakan oleh Saskia, dan ia menyerahkan semua urusan Sarmila terhadap orang kepercayaan sang Ayah. Setelah ini Sarmila akan di serahkan terhadap pihak yang berwajib dengan tuntutan percobaan pembunuhan .
Setelah beberapa saat Saskia dan Yoga sudah berada di dalam kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang, ketika sudah berada di dalam Saskia pun berkata.
"Aku tidak suka saat melihat mu kasar seperti tadi" kata Saskia sambil menatap wajah Yoga.
"Maafkan Aku, tadi aku terpancing dengan kata-kata nya. Janji tidak akan mengulangi nya lagi"
"Baiklah, Ayok kita pula! " Saskia memberi perintah sopir untuk segera pergi dari tempat ini. Saskia juga sangat tidak nyaman terlalu lama di tempat ini, baginya terlalu menyeramkan.
Akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi, perlahan menjauh dari tempat ini. Sepanjang perjalanan Saskia diam saja, ia mengamati setiap jalan yang mereka lalui.
Setelah perjalanan yang sangat lama, Saskia pun tertidur dan bahu Yoga menjadi sandaran untuk Saskia tertidur, Yoga menatap lekat perempuan yang sedang tertidur. Terlihat sangat lelah, Yoga mengusap lembut rambut sang istri, dan ternyata Saskia terlihat sangat cantik meskipun sedang tertidur. Ia melihat bagian leher sang istri yang di penuhi bercak merah akibat ulahnya tadi siang, Ia pun tersenyum saat mengingat pergulatan panas di waktu pagi tadi.
Kendaraan sudah berhenti dengan sempurna di depan rumah mereka, Yoga tidak berani membangunkan Saskia. Ia menggendong sang istri agar tidak membuat wanita itu terbangun dari tidurnya.
Setelah beberapa saat Yoga sudah berhasil sampai di dalam kamar, ia langsung menidurkan sang istri di atas tempat tidur. Lalu tubuh sang istri di balut dengan selimut, setelah memastikan bahwa Saskia dalam keadaan baik. Ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.
Waktu terlalu singkat untuk kita gunakan dengan hal yang tidak penting, Yoga sudah berganti pakaian dengan piyama tidur lalu naik ke atas tempat tidur dengan posisi miring sambil memeluk sang istri.
__ADS_1