Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 28 Kembali


__ADS_3

Yoga dan Zaskia sudah meninggalkan hotel, di mana tempat mereka menginap. Selama di sini bagi Saskia tidak ada hal yang membahagiakan dirinya, hanya rasa sakit dan kekecewaannya yang didapat dari sang suami. Akan tetapi beda lagi dengan Yoga, walaupun dia mendapatkannya dengan cara paksa. Hal itu sudah berhasil membuatnya candu akan nikmat dari tubuh Zaskia, hari ini mereka akan segera pulang ke kota di mana mereka tinggal.


Semua urusan sudah selesai menurut Yoga, Sanco belum bisa kembali ke kota asal, ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu di kota ini.


Setelah menunggu beberapa saat, waktunya pesawat yang akan mengantarkan mereka ke kota tujuan akan segera berangkat. Dengan berjalan perlahan Yoga segera menuju ke dalam pesawat, diikuti oleh Saskia dari belakang. Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama mereka sudah berada di dalam pesawat, rasa takut dan gugup yang dirasakan oleh Saskia tidak bisa ditutupi. Sebisa mungkin ia tidak menunjukkannya kepada Yoga, karena saat ini Saskia sedang marah terhadap suaminya. Yang sudah mencaci maki dirinya tanpa henti, bahkan Yoga sudah keterlaluan. Sarmila yang membuat kesalahan Saskia yang dimaki-maki. Itu adalah sebuah ketidakadilan dari suami terhadap istrinya, jika memang Yoga itu mempunyai hati dan pikiran yang baik. Pasti tidak akan pernah menyakiti Saskia atas kesalahan dari Sarmila, setelah pertengkaran tadi di kamar hotel Saskia sama sekali belum berbicara sepatah kata pun terhadap sang suami.


Ia menghindari untuk berbicara kepada suaminya, lelah rasanya yang dirasakan rahasia pada saat ini. Meskipun ia berbicara panjang lebar dan melakukan pembelaan atas apa yang tidak ia lakukan, akan tetapi Yoga tidak akan pernah menerima semua alasan yang keluar dari bibir Zaskia.


Makanya lebih baik terdiam daripada berbicara tanpa didengarkan atau selalu diabaikan oleh suaminya.


Mungkin dia itu lebih baik daripada bicara tanpa makna yang bermanfaat.


Waktu bergulir begitu cepat siang telah berganti dengan malam, Saskia dan juga Yoga sudah sampai di kota tujuan. Mereka sampai dengan selamat, tidak selang beberapa lama , sopir sudah menjemput kedatangan mereka. Sepasang suami istri itu langsung disambut hangat oleh sopir yang menjemput mereka, tanpa berbicara sepatah kata pun Saskia langsung masuk ke dalam mobil setelah dipersilahkan oleh sopir yang menyebutnya.


Mereka sudah siap untuk segera menuju ke rumah, perjalanan yang mereka lalui begitu lancar sehingga tidak ada halangan sedikitpun untuk segera sampai ke tempat di mana peristirahatan mereka. Rumah tempat ternyaman yang akan menghilangkan rasa lelah dan capek. Akan tetapi setelah di tengah perjalanan mobil yang membawa mereka itu bukan menuju rumah Saskia, Saskia juga tidak bertanya apapun terhadap Yoga.

__ADS_1


Karena mungkin saja suaminya itu ada urusan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah, Setelah cukup lama di perjalanan sebuah kendaraan yang mereka tumpangi sudah berhasil berhenti di depan rumah mewah dan megah itu.


Setelah sampai di sana Yoga langsung turun dari dalam kendaraan, lalu memerintahkan Saskia juga untuk segera turun dan mengikutinya masuk ke dalam rumah ini.


Dengan patuh saat ia mengikuti langkah suaminya segera masuk ke dalam rumah, setelah sampai di dalam Yoga mengajak saat dia untuk naik ke lantai atas di mana terdapat kamar keduanya.


Saskia masih belum bertanya apapun soal kedatangan mereka ke rumah ini, tujuannya apa. Sebab dirinya tidak mengerti, mengapa tiba-tiba bisa dibawa ke rumah mewah ini.


Padahal tempat tinggal mereka adalah di sebuah rumah kecil yang sangat sederhana, akan tetapi Saskia sangat menyukai tempat itu.


"Mulai saat ini akan tinggal di rumah ini dan kamar Ini adalah kamar milikmu, yang akan ditempati mulai sekarang dan seterusnya"kata Yoga.


"Aku tidak mau pindah ke rumah ini, sudah nyaman di tempat lama lagi pula barang-barang saya masih di sana.Ini kan rumahnya Mbak Sarmila, mana bisa dua istri dalam satu rumah aku nggak mau! "jawab Saskia dengan nada bicara yang sangat judes, ia belum bisa memaafkan perbuatannya Yoga dikala waktu itu.


Apalagi sekarang ya harus tinggal satu rumah bersama istri pertamanya, apakah suaminya itu sudah gila menempatkan dua istri dalam satu rumah.

__ADS_1


Yoga sangat mencintai Sarmila, bisa-bisa Saskia merasa sakit hati setiap hari melihat mereka berdua.


" Siapa bilang kamu akan bersama Sarmila di rumah ini!? mulai saat sekarang rumah ini adalah yang akan kamu tempati bersama saya tanpa ada Sarmila di rumah ini! " kata Yoga dengan nada bicara penuh penekanan.


" Apa kamu akan mengusir bahasa Mila dari rumah ini? jangan seperti itu jika kamu ingin berbuat adil terhadap istrimu, jangan bawa aku ke rumah ini. Maka belikan lah aku rumah yang sama seperti ini! bukan mengambil milik Mbak Sarmila untuk diriku. Meskipun aku istri kedua, tapi aku tidak mau dikasih barang bekas istri pertamamu"jawab Saskia sambil menyilangkan tangannya di atas dada.


"Suka atau tidak saya tidak butuh pendapat kamu, yang harus kamu ingat yaitu nurut dan patuh terhadap perkataan suami. Sebab itu adalah kewajiban seorang istri! "jawab Yoga sambil menatap tajam wajah Saskia, yang terlihat sangat kesal terhadap suaminya itu.


" Kalau saya tidak mau ya tidak mau, jangan Paksa kehendak orang. Saya tidak mau! " tegas Saskia.


"Bukan saya tidak mampu membelikan rumah mewah untukmu, bahkan 10 rumah seperti ini saja saya mampu akan tetapi saya ingin memberikan rumah ini untukmu. Sebagai hadiah pernikahan, dan surat-surat kepemilikan rumah ini sudah ada di laci sana. Tinggal kamu tanda tangani bahwa kepemilikan rumah ini adalah hak milik kamu Sebab saya sudah mengalihkannya atas nama Saskia" kata Yoga sambil menunjuk ke salah satu laci yang ada di kamar ini.


" Jangan seperti ini, rumah ini sudah lama Mbak Sarmila tempati bersama kamu. Jadi saya tidak pantas untuk mendapatkan itu semua, apalagi kamu memberikan rumah ini terhadap saya bukan hadiah pernikahan. Akan tetapi sebuah balas dendam, dengan memberikan rumah ini terhadapku maka kamu akan merasa puas dan bahagia. Kamu lupa satu hal, pasti Mbak Sarmila sangat membenciku. Bahwa diriku telah merebut hak nya, dan itu semua saya tidak mau. Karena memang saya dari awal tidak ada niat merebut apapun dari siapapun " kata Saskia dengan nada bicara penuh penekanan.


"Jangan banyak bicara, lakukan tugas mu sebagai seorang istri yang baik dan membuat suaminya puas dengan pelayanan yang di berikan. Seorang istri harus pandai dalam hal apapun, bukan hanya urusan dapur" kata Yoga, dan setelah mengatakan itu lalu pergi meninggalkan Saskia yang masih berdiri.

__ADS_1


__ADS_2