Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 54


__ADS_3

Yoga langsung memeluk sang istri dari arah belakang dan mencium pundak istrinya, perempuan itu merasa geli dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Apaan sih mas geli tahu" kata Saskia sambil berusaha untuk berontak dari pelukan sang suami, akan tetapi hal itu tidak membuat Yoga melepaskan sang istri.


Yoga terus menjelajahi leher jenjang sang istri, sehingga membuat Saskia merasakan hal yang aneh menjalar ke setiap aliran darahnya. Setelah merasa puas dengan hal itu ,Yoga membalik tubuh Saskia agar bisa berhadapan dengannya.


Tanpa basa basi Yoga langsung ******* bibir ranum milik sang istri, Yoga menikmati ini semua bahkan ia tak memberi celah sedikit pun terhadap sang istri. Yoga mendominasi permainan ini, sehingga Saskia merasa kesulitan untuk bernafas.


Akhirnya ciuman panas diantara keduanya pun terjadi, Saling menikmati di antara keduanya.


Yoga pun terus menjelajahi seluruh wajah sang istri, dan ia terus menyematkan tanda cinta di bagian leher sang istri.


Tangannya tidak mau diam, terus bergerak menelusup pembagian bawah, sehingga berhasil melepaskan dres yang dikenakan oleh sang istri.


Isa terus bermain di area Bukit kembar milik Saskia, sehingga perempuan itu mendesah merasakan hal yang sangat luar biasa, Saskia menginginkan hal yang lebih bukan hanya sekedar bermain dan saling bertukar saliva saja.


Yoga sudah berhasil membuka pakaian yang dikenakan oleh sang istri, setelah tidak mengenakan sehelai benang pun akhirnya digendong oleh Yoga untuk naik ke atas tempat tidur, Setelah berada di sana, Yoga pun melepaskan pakaian miliknya lalu masih masih bermain dengan bukit kembar.


Yoga masih belum puas naik gunung ia terus membuat jejak di ketinggian gunung agar tidak tersesat nantinya, Saskia terus mendesah ia sudah tidak kuasa menahan gejolak yang sudah meminta hal yang lebih dari suaminya.


Yoga sangat bahagia dengan suara seksi yang menurutnya itu menambah gairahnya, bagi Yoga ketika melakukan ini bersama Saskia rasanya sangat luar biasa.


Akhirnya Yoga pun melancarkan aksi selanjutnya untuk segera mendapatkan pelepasan, yang memasukkan tongkat sakti ke dalam gua yang dikelilingi rimbunan pohon.


Dengan sekali hentakan senjata itu sudah berhasil masuk ke dalam, Yoga menarik ulur senjata itu untuk mendapatkan kenikmatan. Dari gesekan itulah tercipta suara ******* dari bibir sang istri, hal itu membuat Yoga semakin bersemangat untuk menambah kecepatan yang dimiliki oleh Yoga.


Sehingga laki-laki itu semakin kencang memacu dan menarik senjata ulur miliknya itu. Percintaan berlangsung begitu luar biasa, keduanya sudah di basahi oleh keringat. Ruangan yang di lengkapi alat pendingin terasa sangat panas, kedua manusia itu saling memuaskan satu sama lain.


Setelah beberapa saat akhirnya Yoga pun melepaskan semburan lahar di dalam gua sehingga menyiram kan dalam rahim.


"Semoga saja ini adalah benih yang ku tanam akan menjadi janin kembar di dalam perutmu" kata Yoga sambil mencium kening sang istri lalu pindah ke bibir.


Ia berharap bercocok tanam di pagi hari akan mendapatkan hasil panen yang luar biasanya.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan olahraga panas di atas ranjang, Yoga pun turun dari atas tubuh sang istri.


Lalu berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Bagi Yoga setelah melakukan kegiatan pagi yang sangat panas dan menguras tenaga ini adalah sangat membuat dirinya bahagia dan bisa bersemangat ketika bekerja. Akan tetapi bagi Saskia ini adalah sangat melelahkan setelah menerima gempuran dari sang suami ia sangat tidak berdaya bahkan hanya untuk bangun saja ia malas.


Tubuhnya sudah ditutupi oleh selimut ketika Yoga hendak turun, laki-laki itu langsung menarik selimut dan menutupi tubuh sang istri.


Setelah beberapa saat Yoga pun sudah keluar dari dalam kamar mandi berganti pakaian.


Selesai dengan aktivitasnya, Yoga mendekat ke arah sang istri.


" Istirahatlah di sini, nanti aku akan membangun jika sudah waktunya untuk makan siang "kata Yoga berbisik di telinga sang istri lalu mencium kening sang istri.


Saskia sudah memejamkan mata bukan karena Saskia tertidur. Akan tetapi perempuan itu merasa lelah dengan aktivitas yang telah dilakukannya tadi.


Setelah berbicara seperti itu, Yoga pun melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari kamar tersebut. dan memulai pekerjaannya yang beberapa hari sempat tertunda.


Waktu bergulir begitu cepat, Yoga menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna.


Selama Yoga bekerja Saskia tidak keluar dari dalam kamar, Mungkin perempuan itu merasa sangat kelelahan, sebab permainan yang mereka lakukan tadi pagi itu sangat luar biasa dan menguras tenaga.


Yoga pun menyudahi aktivitasnya, sebab waktu istirahat telah tiba. Ia juga akan membawa sang istri ke tempat makan, sudah pasti perempuan itu merasa sangat lapar.


Yoga pun bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera menemui sang istri dan mengajaknya keluar.


Setelah berada di dalam ruangan, ternyata Saskia sudah berada di dalam kamar mandi.


Yoga pun duduk di tepi ranjang untuk menunggu sang istri keluar dari sana, setelah beberapa saat Saskia pun sudah keluar dengan wajah yang lebih segar mungkin perempuan itu sudah mandi.


"Apakah kamu mau ganti baju atau menggunakan yang itu saja?" tanya Yoga terhadap sang istri.


"Kalau aku tidak memakai pakaian yang itu lantas mau memakai apa! jangan bilang ada baju mbak Sarmila di lemari itu" jawab Saskia.

__ADS_1


"Nggak ada baju perempuan di sana, hanya beberapa kemejaku saha, tapi aku bisa menyuruh sekretaris untuk membeli pakaian untukmu, lagi pula tidak jauh dari sini ada pusat perbelanjaan. Mungkin hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk bisa kembali ke sini dengan membawa baju baru untukmu" jawab Yoga sambil menatap lekat wajah sang istri, yang selalu menambah gairahnya ketika melihat wajah itu, rasanya saat ini juga ia ingin mengulangi kegiatan yang tadi pagi.


Akan tetapi ia berpikir lagi Kasihan dengan istrinya, baru saja beberapa waktu lalu pulang dari rumah sakit pasti dia tidak mau membuat istrinya semakin kelelahan dengan aktivitas yang dilakukannya.


Walaupun di dalam hatinya yang paling dalam dia ingin terus mengulangi dan mengulanginya bersama Saskia.


Sebab bagi Yoga Itu adalah sebuah asupan vitamin yang sangat luar biasa yang bisa mengembalikan Moodbooster yang tadinya rusak langsung menjadi baik telah melakukan itu semua.


"Tidak perlu membelinya yang baru, aku akan menggunakan ini saja aku lagi pula ini masih bersih kok. Tapi ini tanda merah di leher terlihat sangat jelas yah, kamu seperti drakula suka nya menggigit leger" jawab Saskia sambil mengambil baju tersebut, lalu ia memakainya dengan perlahan.


Yoga tertawa saat dirinya di katain mirip drakula, dan memang sih dia lebih ganas dari drakula. Sehingga tercipta lah lukisan indah di seluruh tubuh sang istri termasuk di leher nya.


Saskia berganti pakaian disaksikan oleh suaminya sendiri, sekarang ia sudah tidak perduli lagi dengan laki-laki yang ada di hadapannya.


Sekarang ia sudah tidak malu lagi ketika tidak mengenakan pakaian berada di hadapan Yoga, Saskia sudah terbiasa dengan hal itu.


"Ayok kita berangkat? " ajak Yoga.


"Tapi aku malu" jawab Saskia sambil memegang leher nya yang di penuhi bercak merah.


"Kenapa harus malu, itu tanda cinta ku untuk mu. Apa perlu kita nggak usah ke luar dan melanjutkan seperti yang tadi pagi"


"Seperti nya ide bagus" jawab Saskia.


maksudnya Saskia tidak usah keluar dan lebih baik memesan makanan saja dan makan siang di kantor.


Akan tetapi Yoga menyimpulkan hal yang berbeda, laki-laki ini mengira dengan jawaban yang di berikan sang istri adalah mengulangi di atas ranjang.


"Yakin kamu ingin melakukan nya lagi, dan jangan pergi ke luar untuk mencari makan" jawab Yoga sambil menatap wajah sang istri.


"Maksud kamu apa sih mas, lebih baik pesan makan saja nggak usah ke luar. Malu aku pasti semua orang menatap ku" jawab Saskia sambil cemberut


"Yaaaah kirain mau mengulangi nya lagi" jawab Yoga dengan nada bicara lemas nya.

__ADS_1


Setelah cukup lama akhirnya, Yoga hanya memesan makanan dan tidak jadi pergi ke luar.


__ADS_2