
Setelah cukup lama antara Sarmila dan Defan terus berdebat, dan perempuan yang bersama Defan juga telah menghina Sarmila habis-habisan.
Sarmila tidak terima dengan perlakuan Defan dan juga kekasihnya itu, akhirnya ia menjambak rambut perempuan itu lalu ditampar dihajar dengan penuh amarah dan emosi yang meluap di dalam diri Sarmila.
Perkelahian pun terjadi di antara kedua perempuan itu, sehingga Defan kesusahan untuk memisahkan kedua wanita yang sedang di kuasai amarah.
Sarmila tidak terima di perlakuan seperti ini oleh Defan, padahal ia telah berkorban banyak untuk Defan. Akan tetapi apa balasan untunknya seperti ini, Sarmila membabi butacseperti orang yang kesetanan.
Defan tidak bisa membiarkan ini semua, ia tidak suka Sarmila melakukan itu terhadap kekasih hatinya. Apalagi di sini statusnya Sarmila hanyalah seorang tamu, meskipun Apartemen ini dibeli oleh Sarmila dari hasil uang kerja kerasnya selama ini.
Akan tetapi tempat ini adalah atas nama Defan, memang laki-laki ini mengakui kalau tempat ini adalah punya Sarmila, kepemilikannya adalah atas nama dirinya sendiri.
Secara hukum pemilik sah dari tempat ini adalah Defan, Sarmilab berteriak memakai Defan dan juga kekasihnya. Akan tetapi ia tetap kalah, Defan memanggil petugas keamanan. Untuk membawa paksa Sarmila keluar dari tempat ini.
Meskipun Sarmila berteriak memakai Defan, petugas keamanan itu terus membawa paksa perempuan ini hingga sampai keluar dari gedung.
Setelah sampai di luar gedung, Sarmila dihempaskan oleh petugas itu, hingga tersungkur.
"Sekarang kalian boleh memperlakukanku dengan cara seperti ini tapi lihat saja nanti aku akan membalas dendam pada kalian semua! " kata Sarmila sambil menunjuk dua petugas keamanan yang sudah menghempaskan dirinya sehingga tersungkur.
"Sudah miskin belagu lagi, coba saja kalau kamu bisa melakukannya terhadap kami kalau saja kamu punya uang tidak akan pernah diusir oleh orang tadi " kata kedua petugas keamanan sambil menatap sinis wajah Sarmila.
Setelah berbicara seperti itu, kedua petugas tersebut langsung pergi meninggalkan Sarmila yang masih berada di luar gedung itu.
Bagi Sarmila semua orang di hari ini sangat menjengkelkan, ia bangkit lalu menatap gedung yang tinggi di hadapannya.
__ADS_1
" kalian boleh berbahagia untuk saat ini menikmati hasil kerja kerasku, akan tetapi suatu saat nanti aku akan merebutnya dari kalian. Sarmila tidak akan pernah memaafkan siapapun orang-orang yang telah menyakitinya" Sarmila berkata dalam hati, sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Setelah cukup lama ia menatap gedung itu sambil membatin, akhirnya ia pergi melangkahkan kakinya dengan perlahan dengan semua rasa kecewa yang ada di dalam hatinya.
Dengan harapan dia datang ke tempat ini akan mendapatkan sedikit kebahagiaan, ternyata orang yang selama ini dia anggap sangat mencintai dan menyayanginya. Bahkan dia rela mengorbankan Semua yang dia miliki untuk orang tersebut, ternyata itu semua hanyalah sebuah Kepalsuan.
Sekarang ia tidak memiliki apapun, hasil kerja kerasnya selama ini sudah habis terkuras oleh Defan, mungkin hanya ada beberapa perhiasan lagi yang belum ia jual.
Mungkin itu bisa untuk mencukupi kebutuhannya beberapa bulan ke depan, akan tetapi ia juga tidak mungkin terus-menerus dalam keadaan seperti ini.
Sarmila juga tidak bisa bertahan dalam kemiskinan, iq yang selalu berpenampilan glamor tidak akan pernah mungkin bertahan dalam keadaan seperti ini.
Setelah berada di pinggir jalan raya, ia juga langsung menghentikan kendaraan yang akan mengantarkannya pulang.
Sebetulnya ia ingin pulang ke rumah orang tuanya, akan tetapi ia juga tidak mau kedua orang tuanya mengetahui sifat buruk yang telah dilakukannya.
Sudah pasti Ia juga akan diusir dari rumah itu, menurut mereka pasti Itu adalah sebuah kesalahan atau Aib di dalam keluarga.
Walau bagaimanapun keadaannya untuk saat ini, ia tidak akan pernah pulang ke rumah kedua orang tuanya kalau statusnya masih istri sah Yoga.
Beda lagi ceritanya kalau ia sudah diceraikan oleh Yoga, mau tidak mau ia juga harus pulang ke rumah orang tuanya.
Fiterima atau tidak itu urusannya nanti,
Sarmila sudah berada di dalam kendaraan yang akan mengantarkannya ke tempat tujuan, selama di dalam kendaraan itu ia terus diam dan merenung, ia mencari cara untuk bisa membalas dendam kepada Defan dan juga orang-orang yang menyakitinya.
__ADS_1
Padahal di sini bukanlah orang lain yang menyakitinya, akan tetapi dia sendiri yang telah menyakiti dirinya.
Waktu bergulir begitu cepat siang telah berganti dengan malam, hari ini Sarmila belum pulang ke rumah.
Ia menghabiskan sepanjang hari untuk berkeliling tanpa arah dan tujuan, waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam.
Ia berniat ingin segera pulang ke rumah, kendaraan yang ditumpanginya sudah mengarah ke perumahan di mana tempat ia tinggal.
Setelah beberapa saat akhirnya kendaraan pun berhenti tepat di depan rumah yang sangat mewah.
Kendaraan sudah berhenti Ia langsung keluar, dan berjalan perlahan untuk segera masuk ke dalam rumah.
Kedatangannya disambut oleh Saskia sang istri kedua dari suaminya itu.
" Baru pulang Mbak?" tanya Saskia terhadap Sarmila.
" Kamu lihat sendiri kan aku baru datang, itu artinya baru pulang! Jangan sok perhatian, urus aja urusanmu sendiri jangan pernah ikut campur urusanku" jawab Sarmila dengan nada bicara yang sangat Ketus.
" Aku bukan mencampuri urusanmu hanya bertanya, tinggal jawab saja spa susahnya sih. Aku disini tidak merugikan mu, tidak pernah menyakitimu juga bahkan aku menikah dengan Mas Yoga saya atas permintaan darimu. Lantas Salahku di mana? sehingga setiap hari kamu menganggap diriku adalah yang paling bersalah di sini dan kamu merasa tersakiti olehku. Padahal Sebetulnya aku lah di Sini yang menjadi korban keegoisan kamu dan masih Yoga" kata Saskia dengan nada bicara penuh penekanan.
" Apa kamu bilang korban? Hahaha nggak salah tuh, bukannya sekarang kamu sudah menikmati semuanya. Sedangkan aku hanyalah orang asing di rumah ini, bahkan untuk mendapatkan uang sepuluh ribu saja harus mengemis padamu. Seharusnya kamu membujuk Mas Yoga agar memberikanku nafkah lahir dan batin tidak membedakan antara aku dan kamu. Kita di sini sama-sama istrinya, sudah kewajibannya adalah berlaku adil terhadapku " kata Sarmila sambil menatap lekat wajah Saskia.
" Mas Yoga melakukan ini, karena semua kesalahanmu Seharusnya kamu itu sadar atas apa yang telah kamu lakukan di masa lalu bukannya seperti ini" ucap Saskia sambil menatap heran terhadap Sarmila.
"Kamu tahu soal apa kejadian di masa lalu? yang kamu tahu itu hanya sebagian, Apa pernah kamu mendengarkan cerita dariku? tidak kan! kamu hanya tahu dari Mas Yoga tidak tahu yang sesungguhnya itu seperti apa" kata Sarmila sambil menatap wajah Saskia, ia berusaha membalikkan fakta, agar Saskia merasa iba terhadap dirinya.
__ADS_1
"Yang aku tahu adalah Mbak Sarmila telah berselingkuh dan mengkhianati cinta Mas Yoga, tidak akan ada seorang laki-laki pun yang menerima istrinya berbagi cinta dengan laki-laki lain. Sudah untung Mas Yoga masih menerima kamu dan menampung di rumah ini, bagaimana kalau dia Kebaikanmu dan mengembalikan ke rumah orang tuamu. Apa kata mereka jika orang tuamu tahu putrinya telah berselingkuh dengan laki-laki lain dan menghabiskan banyak uang untuk selingkuhannya itu " kata Saskia.
"Jaga bicaramu....Aku tidak pernah berselingkuh dari Mas Yoga, itu hanyalah sebuah kesalahan pahaman" jawab Sarmila tidak merasa bersalah sedikitpun dengan apa yang telah dilakukannya di masa lalu.