
Keesokan kan harinya seperti biasa, Saskia selalu bangun pagi-pagi dan mempersiapkan kebutuhan suami dan sarapan pagi.
Meskipun para pelayan yang bekerja di rumah ini melarang Saskia untuk melakukan itu semua, akan tetapi Saskia tidak menghiraukan mereka semua. Malah mengusir mereka agar mengerjakan pekerjaan yang lain saja, jangan mengganggunya ketika lagi memasak sarapan untuk suaminya.
Pemandangan yang sangat indah di dapur seorang perempuan yang masih muda,akan tetapi sangat terlatih ketika menggunakan alat masak.
Bagi mereka yang sudah lama bekerja di rumah ini, selama ini tidak pernah melihat Nyonya besar rumah ini terjun ke dapur apalagi dalam keadaan masih pagi seperti ini.
Saskia sudah terbiasa bangun pagi sebelum waktu subuh, hari pertama di rumah suaminya ia sudah menguasai dapur. Bagi Saskia istana Seorang Istri adalah dapur, ia tidak mau diganggu oleh siapapun dan dilarang ketika ia lagi memasak.
Akhirnya para pelayan yang bekerja di rumah ini mengalah dan membiarkan saat dia memasak sesuai dengan keinginannya, hanya ada satu orang yang berada di dapur membantu nyonya besar di rumah ini Menyiapkan menu sarapan pagi.
Waktu bergulir begitu cepat semuanya sudah tersaji dan hidangkan di atas meja, Sudah saatnya ia kembali ke kamar membangunkan suaminya bahwa sarapan sudah siap. Dan mempersiapkan keperluan suaminya seperti seragam kantor dan lain sebagainya.
Setelah berada di kamar ternyata Yoga sudah berada di kamar mandi, perempuan itu duduk di atas tempat tidur sambil menunggu suaminya keluar.
Tidak membutuhkan waktu yang sangat lama, Yoga sudah keluar dari kamar mandi. Lalu Saskia membantu Yoga untuk berganti pakaian dengan kemeja yang sudah ia siapkan, laki-laki itu diam saja menerima perlakuan dari istrinya. Di dalam hatinya ia sangat bahagia diperlakukan seperti ini berasa dianggap akan kehadirannya.
" Semoga kamu bisa melahirkan penerus ku, dan mempunyai hati yang baik seperti kamu"batin Yoga sambil menatap lekat wajah Zaskia.
__ADS_1
" Aku nggak mau tinggal di rumah ini, Bolehkah antarkan aku pulang ke rumah yang lama! " Saskia meminta Yoga untuk mengantarkannya ke rumah yang lama, sambil mengancingkan kemejanya lalu memasangkan dasi.
" Harus berapa lagi aku bilang sama kamu, mulai saat ini akan tinggal di rumah ini dan seterusnya. Karena ini adalah rumahmu" kata Yoga sambil berjalan menjauh dari sang istri, lalu mengambil Amplop yang berwarna coklat lalu diserahkannya kepada Saskia.
" Aku merasa tidak enak dengan mbak Sarmila, jika saja kamu memberiku rumah yang sangat mewah dan banyak pelayan. Aku akan terima itu dengan ikhlas, akan tetapi jangan memberikan aku rumah ini, Sebab aku tidak mau menghancurkan kebahagiaan Mbak Sarmila dengan merebut semua ini darinya" ucap Saskia dengan suara lembutnya, ia berharap bahwa sang suami mengabulkan permintaannya untuk kembali ke rumah lama.
Saskia juga tidak akan menolak pemberian suaminya rumah mewah apartemen atau banyak pelayan, asalkan jangan rumah ini.
" Bukan aku tidak sanggup memberikanmu 10 rumah seperti ini, akan tetapi aku ingin memberikannya yang ini untukmu" kata Yoga.
"Jika memang kamu memberikan ini untukku dan sudah atas Namaku, Bolehkah aku menjual rumah ini lalu akan aku belikan lagi dengan rumah yang baru. Jika harus tinggal di rumah ini aku tidak mau! lebih baik tinggal di rumah sempit tapi sangat bahagia dan aku juga tidak mau hidup di dalam rumah bersama bayang-bayangmu bersama Mbak Sarmila"ucap Saskia.
Yoga tidak akan pernah mengizinkan Saskia menjual rumah ini, bagi Yoga Ini adalah cara balas dendam terbaik kepada Sarmila.
Yoga ingin Sarmila berada di rumah ini dan menyaksikan dirinya bersama Saskia, dan perempuan itu harus menderita seperti yang dirasakannya pada saat ini. Mau setuju atau tidak Saskia, ia akan memaksakan perempuan ini harus tinggal di rumah ini, ia tidak mau menerima penolakan dari istri keduanya.
Setelah selesai dengan semuanya, Yoga juga tidak menyetujui permintaan Saskia.
Akhirnya perempuan itu diam, Yoga sudah siap untuk berangkat ke kantor.
__ADS_1
Sarmila juga tidak lupa untuk mengajak suaminya sarapan terlebih dahulu, kesal memang itu yang dirasakannya pada saat ini. Akan tetapi perut suaminya juga harus diperhatikan, walaupun ia marah dan jengkel. Kewajiban seorang istri itu harus mengurus dan melayani suami dengan segenap jiwa dan raganya.
Mereka berdua sudah berada di ruang makan, seperti biasa perempuan ini selalu melayani suaminya dengan baik.
Yoga selalu menghabiskan makanan yang disediakan oleh Saskia, meskipun awalnya suasana hati Yoga sedang tidak baik-baik saja, tapi ketika mencicipi masakan yang dibuat oleh istri keduanya itu, rasa kesal dan marah itu seketika hilang. Dan ia lampiaskan ke makanan yang ada di hadapannya, sehingga menghabiskan semua masakan yang disediakan istrinya.
Memang Saskia itu masak tidak terlalu banyak, karena ia sudah tahu berapa banyak masakan yang akan dimakannya berdua ya sudah bisa mengukurnya.
Bahkan yang ia masak itu pas untuk makan berdua, acara sarapan pun sudah selesai.
Sudah waktunya Yoga untuk segera berangkat ke kantor, lalu Saskia mengantarkan Suaminya ke teras.
Sopir sudah menunggunya di depan, akhirnya Yoga berpamitan lalu berangkat ke kantor.
Mobil yang ditumpangi suaminya itu perlahan menghilang, ketika kendaraan itu sudah hilang dari pandangannya. Saskia pun kembali ke kamar, sebelum ia pergi ke kamarnya. Ia ingin melihat keadaan Sarmila terlebih dahulu meskipun Yoga tidak mengatakan apapun, ia sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Sebab tadi malam ia melihat dengan jelas sepasang suami istri itu sedang bertengkar, sudah pasti keadaan Sarmila saat ini sedang bersedih, akibat pertengkarannya bersama Yoga tadi malam.
Sekalian juga Saskia ingin meminta maaf terhadap Sarmila atas kejadian ini, bahwa ia juga tidak menginginkan ini terjadi ke dalam hidupnya.
__ADS_1
Saskia berjalan dengan perlahan untuk segera menuju kamar Sarmila, tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama. Akhirnya ia sudah sampai di depan pintu lalu, ia mengutuknya. Setelah beberapa saat ia menunggu jawab, dan tidak ada respon dari dalam. Saskia memutar gagang pintu dengan perlahan, pintu sudah terbuka lalu berjalan perlahan untuk segera masuk. Betapa terkejut nya, Saskia melihat keadaan Sarmila pada saat ini. Lalu Saskia berteriak memanggil pelayan yang bekerja di rumah ini, dan mereka semua juga sangat terkejut.