Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 20 Mabuk berat.


__ADS_3

Akhirnya Saskia pun dia, ia tidak mau bertanya lebih jauh lagi. Mungkin jika Saskia terus bertanya juga tidak akan ada gunanya, Yoga tidak mungkin juga berkata jujur.


Acara makan malam sudah selesai, sepasang suami istri itu sudah kembali ke kamar nya.


Yoga sudah berjanji akan bertemu Sanco di klub yang letaknya tidak jauh dari tempat ini, mungkin Yoga akan meninggalkan Saskia untuk sementara. S3moga saha perempuan itu tidak masalah, toh hanya sebentar.


"Kia, tunggu di sini sebentar yah. Aku ada urusan sebentar di luar, Sanco sudah menungguku di sana. Mungkin hanya beberapa jam saja di sana, setelah urusan kami selesai. Aku janji Secepatnya akan kembali, jangan pernah bukakan pintu jika ada yang mengetuk. Aku akan menelponmu terlebih dahulu ketika sudah sampai di depan pintu "kata Yoga terhadap Saskia.


Akan tetapi perempuan itu merasa heran, bilangnya mau bulan madu. Mengapa ia ditinggal sendiri di dalam kamar hotel.


Apakah ini yang disebut bulan madu, Ia terus berpikir ada apakah ini. meskipun ia kecewa di dalam hati ia berusaha untuk tersenyum sambil menatap lengkap wajah suaminya


" Iya nggak papa kok lagi pula aku sangat lelah sekali mungkin kalau tidur lebih cepat rasa lelah ini akan segera hilang"kata Zaskia sambil tersenyum manis, lalu ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah tempat tidur dan ia langsung naik ke atas tempat tidur setelah menyingkirkan kelopak bunga yang bertaburan di atas tempat tidur tersebut.


Ia tidak nyaman dengan bunga-bunga yang ada di sana, makanya sebelum tidur ia harus membersihkan itu terlebih dahulu yang berada di atas tempat tidur.


Setelah berbicara seperti itu Yoga terburu-buru langsung keluar dari dalam kamar tersebut, Ia langsung menuju tempat yang sudah dijanjikan bersama dengan Sanco.

__ADS_1


Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama, Yoga sudah sampai di tempat tujuan. Ia melihat ke sekeliling mencari keberadaan sahabatnya itu.


Ia langsung melihat sahabatnya sudah berada di sudut ruangan, mungkin ini tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa fokus membicarakan hal yang menurut mereka itu sangat penting.


Akan tetapi meskipun pengunjungnya tidak terlalu banyak, musik yang terdengar di sini sangat bising sekali sehingga mengakibatkan pendengaran kurang jelas. Mungkin ini hal yang wajar terjadi di klub seperti ini, Yoga langsung melangkahkan kakinya menuju sahabatnya yang sudah duduk manis menunggu dirinya.


Yoga langsung duduk di salah satu tempat yang berhadapan dengan Sanco, ia langsung meminta pelayan yang ada di klub tersebut untuk membawakannya minuman yang sangat mahal dan enak untuk dinikmati, akan tetapi sanko berkata.


"Sejak kapan bos minum, bukannya selama ini tidak pernah mengkonsumsi hal-hal seperti itu "kata Sanco sambil menatap heran wajah bosnya yang terlihat sudah sangat kacau, ia sangat yakin bahwa ini terjadi akibat perempuan yang tidak mempunyai harga diri dan sangat rendah itu.


" Malam ini aku ingin menikmati air yang bisa membawaku ke dalam kedamaian "kata Yoga sambil melirik ke arah pelayan yang sedang membawa botol minuman tersebut.


Waktu bergulir begitu cepat, Yoga sudah menghabiskan banyak minuman. Bahkan selama di tempat ini tidak ada pembicaraan hal yang sangat penting, Sanco hanya menemani Yoga menghabiskan semua nya.


Setelah Yoga mabuk berat, akhirnya Sanco berinisiatif untuk mengantarkan bosnya itu ke kamar. Ia juga merasa kasihan terhadap Saskia yang di perlakuan seperti ini.


Sanco sudah berada di depan kamar hotel sambil menunggu Saskia membuka pintu, dengan keadaan Yoga merancau nggak karuan di dalam bawah sadarnya laki-laki itu terus memanggil nama Sarmila.

__ADS_1


Setelah di pangil berkali-kali mengunakan sambungan telepon barulah pintu di buka, betapa terkejutnya Saskia melihat keadaan suaminya yang seperti itu.


Saskia berdiri di hadapan Yoga yang di bopong oleh Sanco, dan perempuan itu mempersilakan Sanco untuk membawa Yoga ke atas tempat tidur. Setelah merasa aman, dan Yoga sudah di antar ke tempat sebagai mana mestinya.


Saskia menatap lekat wajah sang suami yang terus memanggil nama Sarmila, sakit mungkin itu yang di rasakan Saskia pada saat ini. Ia berusaha membantu suaminya untuk mendapatkan posisi tidur yang pas, sebab tadi Sanco meletakkan nya di pinggir tempat tidur. Fikir Sakia takut terjatuh jika posisi nya terus seperti ini, akan tetap Yoga memegang kuat tanggan Saskia sambil merancau.


Entah setan dari mana yang merasuki Yoga, laki-laki itu langsung terbarun meskipun dalam keadaan pengaruh alkohol. Ia mendorong tubuh Saskia hingga terlentang di hadapan nya, laki-laki itu langsung membuka seluruh pakaian nya, dan menarik paksa kain yang menutup tubuh Sakia. Betapa terkejutnya Saskia dengan perlakuan kasar dari Yoga, ini baru pertama kalinya Sakia melihat sang suami tanpa mengenakan sehelai benang pun. Lalu Yoga ******* bibir Sakia dengan rakus, mungkin hal ini pertama kalinya perempuan itu. Yoga seperti orang kesetanan hingga tubuh Sakia sudah di penuhi tanda merah, perempuan itu tidak bisa menolak sebab. Tenaganya kalah kuat oleh Yoga, ia pasrah dengan apa yang di lakukan Yoga meskipun itu sangat menyakitkan. Setelah cukup puas dengan menjelajahi pegunungan himalaya, Yoga langsung menancap kan pusaka milik nya. Hal itu di sertai teriakan Sakia, akan tetapi laki-laki itu tidak menghiraukannya, bagi Yoga mempunyai sensai yang luar biasa saat bercinta dengan seperti ini.


Air mata Saskia terus mengalir di iringi dengan hentakan yang di lakukan oleh Yoga, sebab pusaka nya belum berhasil masuk ke dalam lebih yang membawa nya ke syurga dunia.


"Tolong jangan lakukan ini, Mas... hentikan. Sakit... " kata Saskia dengan suara lirih menahan sakit.


"Apa kamu bilang, sakit! lalu apa yang kamu lakukan bersama pria lain, apakah aku kurang perkasa atau kurang kasar. Atau mau seperti ini" kata Yoga sambil menghentakkan nya dengan kasar. Di mata Yoga saat ini yang sedang bersama nya itu Sarmila, akan tetapi ia telah berhasil melukai perempuan yang tidak berdosa.


"Hentikan... "


Setelah cukup lama akhirnya pusaka sudah berhasil masuk, dan Yoga sangat menikmati itu semua. Rasa nikmat yang sangat luar biasa, bahkan ia baru merasakan hal seperti ini. Hingga pada akhirnya, Yoga sudah mencapai puncak nya.

__ADS_1


"Kenapa malam ini begitu sulit ya, bukan nya kita sering melakukan. Bahkan saat kita malam pertama juga sangat mudah bagiku, tapi ini susah sekali. Tapi aku suka kamu yang seperti ini Sarmila... ahh sayang" kata Yoga lalu ambruk di atas tubuh Sakia, laki-laki itu memeluk perempuan yang sekarang perasaan dan hatinya sudah hancur.


Bukan ia tidak ikhlas memberikan nafkah batin untuk sang suami, akan tetapi bukan dengan cara seperti ini.


__ADS_2