Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 56


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, hari-hari berlalu seperti biasa 6 bulan telah berlalu.


Sarmila sudah berada di balik jeruji besi mempertanggungjawabkan atas apa yang telah menjadi kesalahan nya, akan tetapi perempuan itu tidak pernah merasa bersalah sedikit pun.


Sarmila di kenai hukum pidana dengan penjara lima belas tahun, denda satu miliar.


Akan tetapi tidak sedikit pun perempuan itu merasa bersalah atau mengakui kesalahan nya, memang Sarmila anggkuh sekali.


Kabar terakhir yang di terima Yoga tentang Sarmila yaitu sangat memprihatinkan, menurut info saat ini Sarmila mengalami gangguan jiwa setelah 2 bulan berada di dalam penjara dan sekarang perempuan itu menjadi penghuni rumah sakit jiwa. Mungkin ini semua balasan atas apa yang telah di perbuat nya di masa lalu, kali ini kebahagiaan telah menyelimuti keluarga Yoga.


Saskia sedang mengandung anak kedua nya, kali ini Yoga benar-benar menjaga nya dengan baik.


Sekarang usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke lima, sehingga ia sudah merasakan memperlakukan ada di dalam perut nya.


Saskia sering Jalan-jalan pagi agar ia tidak merasa jenuh, lagipula baik juga untuk ibu hamil jika rajin berolahraga.


Kali ini Saskia benar-benar menjadi ratu di keluarga Yoga, limpahan kasih sayang dari mertua dan juga suaminya tidak terhingga.


Bahkan sebelum nya ia tidak pernah berfikir bahwa akan mendapatkan kehidupan seperti ini, awal menikah dengan Yoga banyak sekali cobaan dan rintangan. Bahkan kesakitan dan perlakuan tidak adil dari suami, sehingga ia pernah putus asa dan ingin mengakhiri ikatan pernikahan bersama Yoga. Akan tetapi takdir Tuhan berkata lain, sekarang kebahagiaan menghampiri nya.


Saskia berjalan perlahan untuk segera masuk ke dalam kamarnya, kebetulan ini hari minggu jadi sang suami ada di rumah dan belum terbangun dari tidurnya.


Setelah sampai di dalam kamar Saskia duduk di samping sang suami yang masih tertidur, ia menatap lekat wajah suaminya yang masih memejamkan mata.


"Terimakasih banyak, Mas.. atas limpahan kasih sayang yang telah kau berikan untuk ku, sekarang aku menjadi perempuan yang sangat bahagia bisa berada di samping mu. Semoga kita bisa menjaga calon bayi kita dengan baik" Saskia bicara dalam batin, lalu mengelus wajah suaminya.


Yoga yang sensitif akan sentuhan, ia langsung membuka matanya. Dan ternyata sang istri tercinta yang berada di hadapan nya pada saat ini, ia tersenyum sambil menatap sang istri.


"Apa kau menginginkan sesuatu? " tanya Yoga terhadap sang istri dengan suara khas bangun tidur.


Saskia bukan nya menjawab pertanyaan suaminya malah menangis.

__ADS_1


"Haii mengapa menangis, apa aku menyakiti mu? " tanya Yoga, ia langsung bangun lalu membawa istrinya kedalam dekapan.


Saskia hanya menggelengkan kepala, entah mengapa ia menangis tiba-tiba. Dan ia menangis bukan karena sedih akan tetapi merasa sangat bahagia bisa mendapatkan suami penyayang seperti Yoga.


Yoga terus mengelus rambut sang istri dengan lembut, sungguh rasa nyaman lah yang di terima Saskia untuk saat ini.


"Katakan, mengapa menangis apa ada yang sakit atau kenapa? " tanya Yoga lagi dengan suara lembut nya.


"Maafkan aku, yang selalu membuat mu repot. Terkadang saat malam saja kamu kurang tidur akibat mengelus punggung ku yang terasa sakit. Padahal besok nya harus bekerja" kata Saskia sambil menangis sesenggukan, entah mengapa Saskia hamil anak kedua menjadi cengeng seperti ini.


"Mengapa harus minta maaf, kamu itu istriku sudah sepantasnya memperlakukan mu dengan baik. Bahkan aku yang sedih di saat kamu merasakan kesakitan atau mual di saat masa ngidam dan aku nggak bisa melakukan apapun, selama aku masih mampu melakukan apapun untuk membuat mu bahagia maka aku akan melakukan nya, sampai akhir hayat" kata Yoga, setelah itu ia mencium kening sang istri. Lalu di tangkup kedua pipi Saskia dan di tataplah mata perempuan yang ada di hadapan nya, dengan mata yang sudah mulai bengkak karena dari tadi menangis.


"Aku sudah banyak merepotkan mu"


"Sudah yah, jangan menangis lagi! "kata Yoga sambil menatap lekat wajah sang istri, lalu di usahlah air matanya.


Akhirnya perempuan itu berhenti menangis, memang menghadapi mood ibu hamil itu butuh kesabaran yang luar biasa. Tapi selama ini Yoga berusaha menjadi suami yang bisa memahami mood istrinya, ia bahkan rela tidak tidur di waktu malam hanya karena istrinya mengeluh sakit punggung. Padahal ini baru masuk lima bulan usia kandungan Saskia, tapi perempuan itu banyak keluhkan nya. Entah ini bawaan bayi atau memang Saskia ingin di manja karena hamil. Memang hormon ini hamil itu sangat berpengaruh terhadap mood.


Setelah beberapa saat akhirnya Saskia pun lebih tenang, Yoga meminta ijin terhadap sang istri untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


Saskia pun mengangguk, ia setuju dengan perkataan suami. Lalu ia melepaskan tangan nya yang masih melingkar di pinggang suaminya.


"Hanya sebentar saja ko, tunggu di sini ya aku akan cepat kembali" kata Yoga sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk menuju kamar mandi.


Setelah suaminya tidak terlihat Saskia pun, mengambil ponsel nya. Seperti biasa jika mood nya lagi bagus ia suka membaca novel online, ia sangat menyukai cerita di aplikasi gratis itu. Selama suaminya berada di kamar mandi ia tersenyum sendiri kala membaca kata demi kata cerita novel yang ia baca yaitu menceritakan sebuah kisah seorang istri yang sedang mengidam dan suka menangis tanpa alasan.


Ia merasa cerita yang di bacanya mirip dengan kisah nya.


Yoga sudah keluar dari kamar mandi, ia mengerutkan alisnya saat menatap sang istri sedang tersenyum sambil menatap layar ponsel nya.


Lalu Yoga mendekat ke arah sang istri, dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Jika seperti ini terus aku senang melihat nya, bahagia terus yah...! " kata Yoga sambil tersenyum tipis.


"Mas... ini ada novel seru loh, masa iya istrinya hamil tapi nggak tahu kenapa dia sering menangis tanpa alasan, sehingga menjadikan suaminya kebingungan" kata Saskia sambil meletakkan ponsel nya lalu, beralih menatap sang suami yang terlihat lebih segar dengan aroma sabun yang melekat di tubuhnya.


"Terus suaminya menyikapi istri yang seperti itu bagaimana, jika tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Maka aku akan mengunjungi rumah penulis itu agar merubah alurnya"


"Emangnya, Mas tahu rumah orang itu di mana? " tanya Saskia dengan wajah yang serius.


"Mana aku tahu, kan yang baca cerita nya kamu" jawab Yoga sambil tertawa.


Akhirnya sepasang suami istri tertawa bersama, Yoga mengajak sang istri untuk sarapan pagi.


Saat ini Saskia sudah tidak mual dan muntah lagi sehingga bisa menikmati sarapan pagi bersama.


Yoga mengandeng tangan sang istri hingga sampai di ruang makan, Yoga pun menarik kursi lalu mempersilakan istrinya untuk duduk dan setelah Saskia duduk ia langsung mengisi piring sang istri dengan menu sarapan.


Saskia benar-benar di perlakuan seperti ratu oleh Yoga, para pelayan merasa iri dengan kebersamaan majikan mereka.


"Aku juga bisa melakukan nya sendiri, jangan seperti ini" Saskia merasa tidak enak hati di perlakuan seperti ini terus, padahal di dalam hatinya ia bersorak gembira.


" Jangan membantah, sekarang saat nya aku yang melayani kamu. Makan yang banyak karena di dalam perut mu terdapat dua nyawa yang membutuhkan banyak nutrisi" kata Yoga.


"Terimakasih banyak ya, Mas... telah menjadikan ku perempuan yang paling bahagia untuk saat ini, semoga kebahagiaan kita tetap terjaga sampai akhir hayat" ucap Saskia sambil menatap sang suami desa penuh cinta.


"Ngakak perlu mengucapkan terimakasih, toh kita di sini sepasang suami istri sudah sepantasnya aku membuat dirimu bahagia. Itu juga tugas seorang suami dan juga calon Ayah dari mereka, menjaga dan menyayangi kalian tanpa karena dan tanpa tapi, Aku sangat mencintaimu wahai istri ku. Sudah bersedia menerima ku dengan lapang dada, menerima dari setiap kekurangan ku" Yoga berkata dengan tulus dari dalam hatinya bahwa ia sangat mencintai Saskia, yang sudah sabar selama ini menerima perlakuan darinya yang kurang baik. Saatnya Yoga menebus semua kesalahan nya sekarang, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan ada lagi air mata Saskia karena dirinya.


Sarapan sudah selesai, mereka berdua berencana untuk pergi ke tempat wisata. Berburu kuliner dan membahagiakan diri sendiri, sudah sejak lama mereka tidak pergi ke tempat wisata, apalagi saat Saskia masih dalam masa ngidam nya.


Perencanaan itu full di rumah tanpa pergi ke manapun, begitu juga dengan Yoga.


Hari ini mereka akan pergi bersama dengan rasa bahagia yang mereka rasakan.

__ADS_1


Akhirnya Yoga dan Saskia pun keluar dari rumah untuk segera pergi ke tempat yang akan mereka kunjungi, kali ini bukan hanya mereka berdua. Akan tetapi ada kedua orang tua dari Yoga juga, mereka akan berbahagia bersama. Anggap saja ini sebuah perayaan kehamilan Saskia, mereka juga berencana akan mengadakan syukuran tujuh bulan kehamilan Saskia sekaligus mengenalkan Saskia kepada dunia, bahwa Saskia satu-satunya wanita milik Yoga.


Yoga dan Saskia sudah berada di dalam kendaraan dan mereka sudah siap untuk berangkat, kendaraan perlahan maju meninggalkan area pekarangan rumah.


__ADS_2