
Waktu bergulir begitu cepat hari telah berganti dengan malam satu minggu telah berlalu, Sarmila sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.
Selama 1 minggu itu tidak ada seorangpun yang menemani Sarmila di rumah sakit, Saskia tidak diperbolehkan untuk datang ke rumah sakit oleh Yoga.
Jika memaksakan dirinya untuk datang ke tempat itu, maka Yoga akan marah sekali dengan Saskia. Karena Saskia adalah istri yang nurut dan patuh terhadap suami, ia tidak berani membantah dan menentang suaminya itu.
Begitu juga dengan keluarganya mereka tidak berani bertanya lebih lanjut, hanya saja hari ini Yoga diperintahkan oleh sang ayah untuk datang ke rumahnya, ada hal yang ingin dibicarakan olehnya dengan anak laki-lakinya itu.
Selama ini sang ayah selalu Diam tidak banyak pertanyaan apapun terhadap Yoga, hari ini sang ayah ingin berbicara hal yang penting terhadap dirinya.
Sarmila pulang dari rumah sakit tidak ada yang menjemput, ia sendiri datang ke rumah dengan menggunakan kendaraan umum.
Ia tidak memiliki uang untuk membayar angkutan umum itu, setelah sampai di rumah. Ia meminta uang untuk membayar ongkos kepada Saskia.
Saskia yang merasa prihatin dengan keadaan Sarmila pada saat ini, akan tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk bisa menolong Sarmila pada saat ini.
Ia juga tidak mempunyai kekuatan untuk melawan suaminya, Yoga selalu menginginkan dirinya untuk melakukan hal-hal yang membuat dirinya kesulitan.
Setelah kejadian itu Yoga selalu memperlakukan Saskia dengan kasar, membentak. Saskia mulai terbiasa dengan bentakan dan Makian dari suaminya, Entah mengapa laki-laki ini sekarang berubah menjadi seorang yang sangat pemarah. Padahal sebelumnya Yoga tidak pernah membentak atau memakinya, mungkinkah ini diakibatkan gara-gara Sarmila yang telah mengkhianatinya. Jadi Saskia juga ikut mendapatkan pelampiasan amarah dari Yoga.
Sekarang Yoga tidak pernah lagi berkata lembut, dan manis seperti dulu. Hanya ada kemarahan dan yang diluapkan setiap harinya kepada Saskia, meskipun Saskia telah melakukan yang terbaik selalu mengurusi dan mempersiapkan semua keperluan suaminya.
Tetap saja selalu ada kemarahan yang diciptakan oleh Saskia dan membuat Yoga berteriak dan memaki dirinya.
Saskia berusaha untuk sabar menerima semua itu.
Ketika Sarmila datang dari rumah sakit, untung saja Yoga sudah pergi ke rumah orang tuanya. Jadi Sadkia tidak perlu meminta izinnya terlebih dahulu untuk memberikan Sarmila uang hanya untuk membayar kendaraan yang tadi mengantarkannya pulang.
" Maaf ya Mbak aku tidak bisa menjemput, tau sendiri Mas Yoga melarang ku untuk datang ke rumah sakit. Aku nggak bisa membantahnya "kata Zaskia dengan nada bicara penuh permohonan.
" Tidak masalah, aku bisa pulang sendiri kok. Lagian ini sudah sembuh, nggak perlu khawatir " jawab Sarmila dengan nada bicara yang sangat lembut, ia mulai berperan di sini sebagai wanita lemah yang tersakiti oleh suaminya.
"Lebih baik mbak istirahat terlebih dahulu, jika mau makan tinggal bilang saja nanti aku akan mengantarkannya ke kamar! "kata Sarmila dengan wajah tersenyum.
" Jangan memperlakukanku seperti itu, nanti Mas Yoga marah jika tahu kamu membawakan makanan untukku. Lagian kalaupun Aku lapar nanti juga akan pergi ke dapur mencari, aku juga bukan tahu di rumah ini" jawab Sarmila sambil menatap lekat wajah Saskia.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu aku pergi ke belakang dulu harus Menyiapkan makan siang, sebab sebentar lagi Mas Yoga pasti akan pulang makan siang di rumah " ucapan Saskia sambil bangkit dari duduknya.
"Sekarang Mas Yoga sudah terbiasa ya makan-makan di rumah? "tanya Sarmila terhadap istri kedua dari suaminya itu.
Semenjak Yoga menikah dengan Saskia, laki-laki ini selalu makan makanan istrinya.
Baik itu sarapan pagi, makan siang dan juga makan malam.
Yoga selalu menikmati masakan yang disediakan oleh istri keduanya, ia tidak pernah melewatkan makan makanan yang sudah tersedia.
Padahal sebelumnya ia jarang sekali makan di rumah, apalagi harus pulang terlebih dahulu dari kantor hanya untuk makan siang dan menikmati masakan istrinya.
Entah mengapa setelah menikah dengan Saskia Yoga merasa tidak enak jika menikmati makanan yang bukan disajikan oleh tangan Saskia.
"Sekarang Mas Yoga sudah terbiasa makan makanan rumahan, jadi aku harus mempersiapkan semuanya sebelum dia pulang " jawab Saskia sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera menuju dapur.
Setelah beberapa saatnya, Saskia sudah berada di dapur. Ia mempersiapkan semuanya, dan mengambil beberapa bahan masakan. Bagi Saskia berada di dapur dan berperang dengan semua alat masak itu adalah sangat menyenangkan, menghilangkan rasa jenuh dan stress berada di rumah mewah tetapi baginya terasa sangat sepi.
Setelah kepergian Saskia ke dapur, Sarmila juga pergi untuk segera menuju Kamarnya.
Padahal dulu waktu ia memegang kendali rumah ini, selalu dihormati oleh seluruh pelayan yang ada di sini. Akan tetapi hari ini mereka semua tidak memperdulikan kehadiran dan keberadaannya.
"Tidak masalah kalian sekarang memperlakukanku dengan cara seperti ini, tapi ingat satu hal Sarmila tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia di atas penderitaan yang ku alami pada saat ini " kata Sarmila dalam batin.
Ia akan merencanakan sesuatu untuk membuat kehidupan nya lebih baik. Ia akan menyusun rencana untuk mengambil kembali hati Yoga.
Melalui drama yang ia ciptakan dengan berpura-pura tersakiti dan lemah di rumah ini.
*****
Di tempat lain.
Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar itu, akan tetapi sangat nyaman dan rapi.
Kedua laki-laki sedang berbicara sambil duduk berhadapan, mereka terlihat sangat serius dengan apa yang dibicarakannya.
__ADS_1
"Selama ini Papa tidak pernah ikut campur atas rumah tangga kamu, kali ini mohon dengan sangat ceritakan apa yang terjadi antara kamu dengan Sarmila.! Bukankah kamu sangat mencintainya, lantas mengapa sekarang memperlakukannya dengan seperti itu apakah ini semua karena kehadiran Saskia di dalam keluargamu. Sehingga rasa cinta dan sayang kamu sudah beralih kepada Saskia, apa ada hal lain yang membuat kamu memperlakukan Sarmila seperti itu? " tanya sang Papa terhadap anak laki-lakinya.
Yoga tidak langsung menjawab pertanyaan sang Papa,Iya diam sejenak lalu menarik nafas dan membuangnya secara perlahan.
" Apakah Papa akan memaafkan seseorang jika orang itu sudah menghianati dan menyakiti hati papa?" kata Yoga sambil menatap lekat wajah sang Papa.
" Mengapa kamu bertanya seperti itu, siapa yang sudah menghianati kamu? "
" Sarmila selingkuh, Pa...dan ternyata selama ini dia selalu pergi ke luar kota bersama kekasihnya. Dulu Papa sangat menentang ketika aku ingin menikahi Sarmila, bahkan pada saat itu aku hampir melarikan diri dan menikah tanpa restu dari kalian. Hingga pada akhirnya Papa merestui kami untuk menikah, andai saja pada saat itu aku mendengar kan semua perkataan Papa. Mungkin rasa sakit ini tidak akan terjadi sedalam ini" kata Yoga sambil menatap lakat wajah sang Papa.
Ia menyesali perbuatannya di waktu dulu.
" Papa dulu melarang kamu menikah dengan Sarmila itu karena sudah mengetahui sifat aslinya dia, hanya saja walaupun waktu itu Papa memberitahukan kamu. Tidak akan pernah menerimanya, di mata kamu Sarmila adalah wanita terhormat yang sangat menyayangi dan mencintai kamu. Sekarang kamu sudah tahu sendiri tanpa harus Papa kasih tahu" kata sang Papa.
" Aku menyesali semua itu, sekarang rasa sakit ini mungkin tidak akan pernah sembuh sampai kapanpun! " ucap Yoga.
"Lantas mengapa kamu tidak menceraikannya? lebih baik kamu lepaskan perempuan itu lalu bangun kembali rumah tanggamu dengan Saskia. Nanti juga perlahan rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya, daripada kamu hidup di dalam dendam dan amarah di dalam hati kamu. Semua itu akan menyakiti dirimu sendiri " nasehat sang Papa terhadap anaknya.
"Jika Papa memintaku datang kemari hanya untuk membicarakan ini, agar aku menceraikan Sarmila. Maaf aku tidak bisa, sebab Ini caraku membalaskan padanya "
"Kamu ingin membalas dendam terhadap Sarmila, tetapi kamu juga lupa bahwa di rumah itu ada Saskia juga. Mungkin saja Istri kedua kamu itu merasa tersakiti atau terganggu dengan kehadiran Sarmila di rumah itu, bisa saja Sarmila berbuat jahat Saskia, kamu di rumah tidak ada 24 jam mengawasi Sarmila. Kamu juga harus berpikir bahwa keselamatan Saskia juga harus diperhatikan, kamu tahu sendiri kan seberapa nekatnya Sarmila.bKemarin saja dia berusaha untuk mengakhiri hidupnya " kata Sang Papa.
"Sarmila tidak akan berani berbuat jahat terhadap Saskia, dia takut di usir dari rumah itu"
"Semua itu tidak menjamin untuk tidak berbuat jahat"
Setelah cukup lama mereka berdua berbicara, akhirnya Yoga berkata.
"Jangan sampai tahu Mama soal masalah ini, nanti kepikiran akan hal ini" kata Yoga terhadap sang Papa.
"Seorang ibu itu sangat peka, mungkin dia sudah tahu semuanya. Hanya saja enggan untuk bertanya, dia menunggu anaknya untuk datang dan bercerita" jawab sang Papa.
"Ya sudah, aku pamit pulang. Pasti Saskia sudah menunggu untuk makan siang"
"Jaga istri mu baik-baik, perlakuan mereka sebagai mana mesti nya"
__ADS_1
Yoga tidak menjawab perkataan sang Papa, ia pergi berlalu dari ruangan itu. Untuk segera pulang ke rumah nya.