Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 38


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, Sarmila semakin hari Semakin menjadi, ia terus merencanakan untuk melakukan kejahatan terhadap Sasikia. Akan tetapi perempuan itu tidak pernah berhasil dengan semua rencananya.


Hari ini ia berencana ingin pergi ke apartemen milik kekasihnya itu, sekarang ia tidak ada cara lain harus bertemu dengan Defan, ia ingin meminta bantuan laki-laki itu. Sebab dulu juga Sarmila banyak menelurkan uang untuk kelangsungan perusahaan kekasihnya.


Sekarang Sarmila tidak memiliki apapun, Yoga tidak mau memberikan uang kepada dirinya.


Dengan langkah yang semangat Sarmila segera pergi melangkah kan kakinya untuk segera pergi ke tempat Defan tinggal. Sarmila pergi ke sana dengan menggunakannya angkutan umum, tidak ada lagi fasilitas yang dulu di miliki. Bahkan ia juga sudah di berhentikan oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja. Uang yang selama ini ia kumpulkan dari hasil kerja nya sudah habis oleh Defan.

__ADS_1


Sarmila sudah sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya, dengan langkah yang buru-buru ia segera masuk ke dalam gedung tersebut. Lalu ia segera masuk ke dalam lift untuk segera sampai di lantai tujuan di mana unit yang di tempsti oleh Defan. Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama, lift sudah berhenti di tujuan. Sarmila langsung keluar dan melangkah kan kakinya untuk segera sampai, setelah beberapa saat ia sudah berdiri di depan pintu lalu menekan angka untuk segera masuk.


Akan tetapi itu tidak bisa, mungkin Defan sudah menggantinya, padahal dulu Sarmila bebas masuk ke apartemen milik Defan. Mengapa sekarang tidak bisa, ia menekan bell sebab Sarmila tahu bahwa Defan ada di dalam.


Setelah beberapa saat akhirnya pintu sudah terbuka, Sarmila langsung menerobos masuk tanpa permisi terlebih dahulu.


"Ngapain kamu datang ke sini, sekarang pergi dari tempat ini! " usir Defan terhadap Sarmila.

__ADS_1


"Memang menggunakan uang mu tetapi atas nama ku, jadi secara hukum ini adalah hak milik ku. Berhak mengusir siapa pun yang datang ke sini jika diriku tidak menyukai nya" kata Defan.


"Owhh seperti itu ya, terus bagaimana uang yang aku keluar kan untuk menutupi kerugian perusahaanmu. Apakah sekarang bisa di kembalikan pada ku, itu di pakai untuk usaha seharusnya ada hasil yang bisa ku terima dari uang itu"


"Berisik... cepat pergi dari sini sebelum aku memanggil petugas keamanan! "


"Owh ternyata kamu ini hanya seorang lelaki pengecut dan tidak tahu malu, sudah di tolong tidak tahu terimakasih. Jika bukan karena aku, mungkin perusahaan mu sudah bangkrut. Tapi apa balasan darimu seperti ini, memang manusia jaman sekarang hanya mau menerima" kata Sarmila.

__ADS_1


"Apa sih sayang ribut terus, aku lagi tidur ganggu saja, memangnya siapa yang datang" kata seorang perempuan yang baru keluar dari salah satu ruangan yang ada di tempat ini, dengan menggunakan baju kurang bahan. Perempuan itu mendekat ke arah Defan lalu bergelayut manja.


"Jadi karena ****** ini, kamu mengusir ku... memang kalian sangat serasi, yang satu penipu dan yang satu nya juga sama" kata Sarmila sambil tertawa kecil.


__ADS_2