Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 45


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang sangat besar, Yoga memimpin rapat dadakan karena ada masalah serius di perusahaannya yang harus segera diselesaikan. Setelah para petinggi perusahaan mengeluarkan argumen mereka, terungkap bahwa pembangunan di Kota A terkendala oleh belum dibayarnya para buruh dan pembayaran pembebasan lahan yang belum selesai. Padahal, sebelum gedung dibangun, pembayaran lahan harus sudah diselesaikan. Ternyata ada seseorang di perusahaan ini yang telah mengkhianati Yoga dengan membawa kabur uang perusahaan yang sangat banyak, mencapai triliunan rupiah. Sebagai akibatnya, perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar dan baru saja bangkit dari kebangkrutan. Apakah Yoga mampu bangkit kembali dari situasi ini?


Meski ingin berusaha sendiri dan membuktikan dirinya secara mandiri, Yoga menyadari bahwa tidak mungkin ia bisa menutupi kerugian perusahaan dalam waktu yang cepat. Setelah pembahasan dan mencari solusi, perusahaan memutuskan untuk mencari investor yang mau menanamkan modalnya untuk menutupi kerugian perusahaan. Meski Yoga kerap lembur di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, ia sadar harus pulang ke rumah melewati jalanan yang padat kendaraan di malam hari.


Setelah melihat sang istri tertidur di atas sofa, Yoga memutuskan membawanya ke kamar. Namun, di tempat lain, seorang perempuan merasa bahagia karena berhasil membuat seseorang berada di bawah kendalinya dan sedang tertawa-tawa lepas melalui sambungan telepon.

__ADS_1


"Kerja bagus. Kapan-kapan, aku akan mengajakmu bekerja sama lagi. Bonusnya nanti akan aku kirim melalui nomor rekeningmu," kata Sarmila sambil tertawa terbahak-bahak di balik teleponnya. Ia sedang berbicara dengan seseorang yang ternyata sudah merencanakan semuanya, yakni Sarmila sendiri.


Sarmila dibantu oleh orang kepercayaannya, yoga, yang selama ini begitu dipercayainya untuk mengurus semuanya. Bahkan proyek di luar kota pun orang itu yang menanganinya, sampai pelunasan tanah dan semuanya itu diserahkan kepada orang tersebut. Dan ternyata orang tersebut masih bisa dikendalikan oleh Sarmila. Saat ini, Sarmila merasa bahagia karena berhasil merebut sebagian hartanya lewat jalur yang salah, meskipun Yoga yang mengabaikannya.


Setelah berhasil membuat Yoga kelimpungan akibat kerugian perusahaan yang dialaminya, ternyata uang sebanyak itu ada di tangan Sarmila. Orang yang melakukan itu hanya mendapatkan upah 30% dari uang yang digelapkan dari perusahaan. Sarmila sedang merencanakan banyak lagi jahatnya untuk mengambil uang dari perusahaan.

__ADS_1


Tentunya, Sarmila juga tidak bekerja sendirian. Ia didukung oleh ayahnya dalam melakukannya. Ia mengatakan kepada orang tuanya bahwa Yoga tidak memberinya nafkah dan tidak memperdulikannya. Bahkan, Yoga lebih mementingkan istri keduanya. Sarmila mengadu kepada orang tuanya, tetapi ia tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Di mata keluarga Sarmila, Yoga yang bersalah, sehingga orang tua Sarmila merasa sakit hati dengan apa yang dilakukan Yoga terhadap anaknya. Akhirnya, orang tua Sarmila mau membantu untuk menjatuhkan perusahaan Yoga dengan cara menyuruh orang menggelapkan uang perusahaan yang begitu besar, sehingga mengakibatkan kerugian di perusahaan yang dikelola oleh Yoga.


Meskipun Sarmila tidak mendapatkan cinta Yoga kembali dan diperlakukan seperti orang asing di rumah, setidaknya ia masih bisa mengambil uang perusahaan karena Sarmila berfikir bahwa perusahaan itu juga miliknya. Awalnya, setelah menikah dengan Sarmila, Yoga masih mengelola perusahaan sang ayah. Namun, Yoga memutuskan untuk membangun perusahaannya sendiri yang bertolak belakang dengan perusahaan sang ayah, karena Yoga tidak menyukai bisnis yang dielola ayahnya. Itulah sebabnya Yoga membangun perusahaannya sendiri.

__ADS_1


Sarmila merasa puas dengan hal ini, karena ternyata ada begitu banyak uang perusahaan yang berada di tangannya. Akhirnya, perempuan ini merendahkan diri menjadi orang bodoh dan penurut hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia merasa sangat puas dengan kemenangannya.


"Selamat, Mas Yoga. Semoga kamu stres dengan keadaan ini. Sekarang saatnya aku tertawa puas penuh kemenangan," kata Sarmila dalam hati.


__ADS_2