Hanya Sebatas istri kedua

Hanya Sebatas istri kedua
Bab 49


__ADS_3

Saskia merasa terpuruk dengan keadaan seperti ini, ia menangis histeris. Yoga memeluk sang istri agar lebih tenang, dan pada akhirnya Saskia lebih tenang.


Waktu bergulir begitu cepat, kedua orang tua Yoga baru mendapatkan kabar. Bahwa Saskia mengalami keguguran, mereka langsung menuju rumah sakit di mana Saskia di rawat.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang, terlihat dengan jelas wajah sedih dari menantunya itu.


Akan tetapi ia berusaha untuk tetap tersenyum agar tak terlihat sedih oleh menantunya.


"Bagaimana kabar mu?" tanya sang Mertua terhadap Saskia, lalu ia duduk di tepi ranjang.


"Maafkan aku, Ma... tidak bisa menjaga nya dengan baik" jawab Saskia sambil memalingkan pandangan nya ke arah lain, ia ingin mengeluarkan air mata lagi. Akan tetapi tidak mau di lihat oleh mertua nya.


"Apa yang perlu di maafkan, di sini tidak ada yang salah. Mungkin Tuhan belum mengijinkan kalian untuk merawat nya, bisa saja ini pertanda darinya agar kalian semakin dekat dan saling memahami satu sama lain" ibu mertua nya, berkata sambil menatap lekat wajah Saskia.


"Tapi sungguh aku tidak menginginkan hal ini, bahkan belum sempat melihat mata nya, senyumnya tapi di sudah kembali kepada-Nya"


" Jangan bersedih, ikhlas kan! dia yang akan menolong mu, dan membawa mu ke syurga kelak di akhirat. Anggap saja ini tabungan untuk kalian " ucap sang Mama dengan nada bicara sangat lembut.


Hal ini sudah berhasil membuat Saskia sedikit lebih tenang.


"Sarapan dulu ya, Mama bawakan makan kesukaan mu. Sini di suapi" kata mertua.


Saskia merasa tidak enak hati di perlakuan seperti itu oleh ibu mertuanya.


"Ngakak perlu, Ma... bisa sendiri" jawab Saskia sambil perlahan untuk duduk, akan tetapi merasa kesulitan untuk melakukan hal itu.


"Jangan sungkan, anggap saja mama mu sendiri"


Akhirnya Saskia pun mendengar kan sang Mama mertua nya, ia pasrah ketika sendok makanan mengarah ke mulutnya.


Sejujurnya ia tidak ingin makan apapun, pikiran nya saat ini hanya satu. Yaitu belum bisa menerima kenyataan bahwa sang buah hati mereka sudah tidak bisa di selamat kan.


Terlihat dengan jelas, Yoga dan sang Ayah telah membicarakan hal yang sangat serius.


Entah apa yang di bicarakan kedua laki-laki itu, hingga pada akhirnya. Yoga meminta izin terhadap sang Mama dan juga istrinya.

__ADS_1


" Ma... tolong jaga Saskia dulu, aku sama Papa ada yang harus di urus terlebih dahulu " Yoga meminta izin terlebih dahulu.


" Hati-hati jangan ngebut bawa mobil nya! "pesan sang Mama.


" Iya, Ma... "


"Aku pergi" kata Yoga sambil melangkah kan kaki dengan perlahan untuk segera keluar dari ruangan tersebut.


Setelah kepergian Yoga, Saskia terus terdiam bahkan makan saja hanya beberapa sendok.


Di saat keduanya saling diam, datang lah seorang perawat ke dalam ruangan untuk memberikan obat agar di minum oleh Saskia.


"Jangan lupa di minum obat nya, yah Bu... " kata perawat itu sambil meletakkan obat di atas nakas sambil tersenyum menatap dua perempuan yang ada di sana.


"Aku nggak mau minum obat lagi, perutku sakit dan kehilangan bayi ku. Itu semua gara-gara minum vitamin"


"Vitamin? maksudnya? " tanya sang Mertua, ia ingin tahu lebih jelas.


" Iya, kemaren aku periksa ke dokter kandungan, dan dia memberiku vitamin untuk di minum dan tablet tambah darah. Biasanya juga setelah minum itu Baik-baik saja, entah mengapa tadi malam merasa kesakitan banget. Sehingga ada darah yang mengalir " jawab Saskia.


"Ah bukan nya Vitamin itu sudah bisa di konsumsi ibu hamil"


Kedua semua laki-laki itu kembang duduk di kursi yang berada di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar akan tetapi sangat nyaman dan tertata dengan rapi.


Setelah beberapa saat mereka menunggu akhirnya orang yang mempunyai janji dengan mereka sudah keluar dan menemui mereka.


"Maaf baru selesai, sudah lama kalian menunggu? " tanya orang tersebut.


"Tidak kami baru saja sampai, ini adalah obat yang anda minta waktu tadi pagi" kata Yoga sambil menyerahkan obat yang tadi malam diminum oleh Saskia.


Yang menurut Yoga itu adalah Vitamin yang diresepkan oleh dokter kandungan saat mereka memeriksakannya kemarin di rumah sakit kesehatan ibu dan anak.


Dokter itu pun mengeluarkan tangannya untuk mengambil tablet obat yang diserahkan oleh Yoga. Lalu dokter itu melihat dengan seksama dan memperhatikan obat yang ada di botol kecil itu yang memang kalau dilihat dari luar itu vitamin, akan tetapi dokter langsung mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.


Sebagai seorang dokter ia sangat hafal betul dengan jenis obat bahkan bentuknya saja ia sudah hafal.

__ADS_1


"Ini adalah bukan vitamin, melainkan obat anti depresi.Jika dikonsumsi oleh ibu hamil maka akan mengakibatkan keguguran" kata dokter sambil terus melihat obat itu.


"Apa, dok... Obat anti depresi"


s?Seketika Yoga merasa kaget begitu juga dengan Ayahnya, Mengapa bisa obatnya tertukar seperti ini.


Ia berusaha mengingatnya dan yang mengambil obat itu adalah Sarmila sewaktu kemarin mereka di rumah sakit.


" Apa mungkin Sarmila yang sudah melakukan hal ini? " kata Yoga sambil menatap wajah sang ayah.


" Memangnya kemarin Sarmila yang mengambil obat ke Apotek? "tanya balik sang ayah terhadap Yoga.


"kemarin dia ikut pergi bersama kami ke rumah sakit, lalu dia yang mengambil Obatnya ke Apotek, kami tidak merasa curiga sedikitpun karena memang perubahan dia selama ini aku pikir perempuan itu sudah tobat dan menyadari semua kesalahannya" kata Yoga.


" Dasar bodoh begitu saja kamu percaya dengan orang itu kalau sudah seperti ini bagaimana bisa mengembalikan semuanya ini terjadi gara-gara kebodohan dan kecerobohan kamu " sang Ayah sangat marah terhadap Yoga.


Dokter yang menyaksikan itu hanya diam.


"Obat itu sangat keras dan tidak di jual sembarangan, hanya orang tertentu yang mengonsumsi nya. Apakah ada anggota keluarga yang mempunyai depresi berat, sehingga ada obat seperti ini? " tanya dokter.


Selama ini Yoga dan juga yang lainnya tidak mengetahui bahwa sarmila selalu mengkonsumsi obat seperti ini, jika ia tidak meminumnya maka ia tidak bisa mengendalikan amarah dan gejolak yang ada di hatinya.


Setelah cukup lama mereka berada di ruangan dokter, dan dokter itu memberi penjelasan dan pernyataan bahwa obat yang diminum tadi malam oleh Saskia adalah bukanlah jenis vitamin akan tetapi itu adalah sebuah obat anti depresi.


"Baiklah, dok... terimakasih atas penjelasan nya Kalau begitu kami permisi terlebih dahulu" ucap Yoga sambil bangkit dari duduknya, lalu mengajak sang Ayah untuk segera keluar dari ruangan dokter.


Setelah berada di luar, sang Ayah langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki orang yang telah mengkhianati anaknya.


Yoga merasa sangat ganjal dengan yang terjadi tiba-tiba kepada anaknya ini, seperti ada yang sengaja merencanakan ini semua agar Yoga hancur dan terpuruk dengan semua ini.


Sang ayah pun tidak mau diam saja dengan semua yang terjadi pada anaknya saat ini, ia berusaha untuk menyelamatkan anaknya dari himpitan goyahnya perusahaan.


Dan sekarang juga ditambah masalah Saskia yang keguguran dengan tiba-tiba setelah meminum vitamin.


Ia juga langsung menelpon ke rumah Yoga untuk memastikan bahwa Sarmila ada di rumah atau tidak.

__ADS_1


Dan ternyata menurut penjelasan dari orang yang bekerja di rumah, perempuan itu sudah tidak ada lagi di kamarnya bahkan pakaiannya saja sudah kosong di dalam lemari.


Entah kapan perempuan ini pergi meninggalkan rumah ini, padahal tadi malam masih terlihat baik-baik saja dan seperti tidak ada yang terjadi di rumah ini.


__ADS_2