
Waktu bergulir begitu cepat, Yoga sudah selesai dengan aktifitas nya.
Saskia sudah berada di atas tempat tidur, ia sudah ngantuk sebab ini sudah terlalu larut. Lagipula ia tidak terbiasa ketika tidur terlalu larut, Yoga mendekat ke arah Saskia lalu mengambil bantal dan selimut terus pergi menuju sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Kenapa harus tidur di sana! kan ini tempat tidur sangat luas cukup untuk kita berdua" kata Saskia dengan rasa yang sulit di artikan, ia selama ini berusaha untuk tidak menuntut apapun dari Yoga sebab tujuan awalnya menikah juga bukan karena cinta akan tetapi semua itu karena uang. Walaupun seperti itu tetap saja Saskia tidak terima jika di perlakuan tidak adil oleh suaminya sendiri.
"Ngga apa-apa, tidur lah ini sudah terlalu larut! " kata Yoga tanpa melihat ke arah Saskia, ia sambil merubah tubuh nya di atas sofa dan berusaha untuk memejamkan mata. Akan tetapi bayangan photo Sarmila bersama laki-laki lain terus menghantui nya.
Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Saskia langsung merebahkan tubuhnya di sisi tempat tidur dengan posisi miring dan membelakangi suaminya. Agar ia tidak melihat sang suami tidur di tempat terpisah. Padahal mereka statusnya sebagai pasangan suami istri, alangkah tidak baiknya perlakuan seperti ini. Bahkan Yoga tidak memperdulikan perasaan Saskia untuk saat ini.
Padahal dulu yoga yang menginginkan Zaskia untuk menjadi istrinya, tapi mengapa saat ini ia tidak mau tidur bersama Zaskia titik padahal itu sudah menjadi kewajiban suami memberikan nafkah baik lahir maupun batin. Saskia juga tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun mertuanya selalu membicarakan soal cucu, Bagaimana mungkin Ia memiliki anak tanpa berhubungan dengan sang suami. Selama ini Saskia sadar diri bahkan tidak pernah mengutarakan keinginannya untuk diperhatikan oleh suaminya, selama ini Yoga selalu mengutamakan Sarmila tanpa memikirkan hati Saskia padahal Saskia juga adalah istrinya yang harus disayangi dan dijaga perasaannya, bukan hanya Sarmila saja yang jadi utama.
__ADS_1
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terduga Saskia juga sudah memejamkan matanya dan berada di alam bawah sadarnya, dengan tertidur Saskia bisa melupakan apa yang terjadi di hidupnya pada saat ini. Beda lagi dengan Yoga ia sama sekali belum bisa memejamkan matanya, bahkan bayangan-bayangan Sarmila selalu ada di ingatannya. Foto-foto yang dikirim oleh orang asing terhadap dirinya yaitu menghantui kepalanya, Iya bingung haruskah percaya dengan semua itu atau tidak, ingin rasanya mempercayai sang istri. Akan tetapi hati nuraninya berkata bahwa Sarmila sedang membohonginya, ia berusaha berperang antara hati dan pikirannya Iya berusaha untuk tidak menerima kenyataan bahwa Sarmila telah berselingkuh dengan laki-laki lain dan sekarang telah berlibur ke Pulau yang sangat indah dan mengarungi Indahnya Cinta Bersama.
Ia juga menghubungi Sarmila beberapa kali, akan tetapi perempuan itu mengabaikan panggilannya. Bahkan pesan singkat yang dikirim oleh Yoga pun hanya dibaca tanpa membalasnya. Apakah acara berlibur itu terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengabari suami, akan tetapi Yoga berusaha meyakinkan hatinya bahwa istrinya benar sedang berlibur bersama teman-temannya. Bukan bersama pria yang ada di dalam foto itu, ia selalu berpikir bahwa ini adalah jebakan dari rekan bisnisnya untuk menghancurkan karier dirinya. Melalui Sarmila sangat yakin sekali bahwa Sarmila itu sangat setia dan menyayanginya akan tetapi perasaan itu sungguh di luar dugaan, istri yang di cintai dan di bangga kan telah menghianati nya.
Waktu bergulir begitu cepat tanpa terasa Jam sudah menunjukkan jam 05.00 pagi, Yoga sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Beda lagi dengan Zaskia, Iya sudah berada di dunia mimpi dan mengarungi indahnya Malam ditemani mimpi-mimpinya, sebab dunia mimpi itu lebih indah daripada kenyataan.
Perempuan ini merasa sudah cukup ia berada di alam mimpi, Sudah saatnya bangun dan menatap dunia di pagi hari dengan angin yang berhembus bahkan saat ini Saskia lupa bahwa Yoga sang suami ada di rumah ini, saking sudah terbiasa nya tanpa Suami di sampingnya. Ia langsung bangkit dari atas tempat tidur dan merenggangkan otot-ototnya, lalu ia menggeser gorden yang ada di kamarnya agar cahaya masuk ke dalam kamar.
" Kamu nggak tidur Mas Apa sudah bangun?" Tanya Zaskia terhadap sang suami.
"Aku tidak bisa tidur, Entah kenapa pikiranku selalu tertuju pada Sarmila. Padahal saat ini aku sedang berada di rumahmu Seharusnya aku bisa melupakannya saat bersama dirimu tapi kenapa aku nggak bisa "kata Yoga sambil menatap lengkap wajah Zaskia, seharusnya Yoga Tidak perlu Berbicara seperti ini dengan perkataannya Zaskia merasa bahwa dirinya tidak pernah dianggap ada oleh sang suami.
__ADS_1
" Apa kamu sangat merindukannya? Padahal kan baru satu hari kamu berada di sini, terus memangnya Mbak Sarmila itu akan pergi lama? Apa kamu juga tidak akan pernah memberikan hati yang sama terhadapku? Aku juga berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang darimu, soalnya sekarang aku sudah menjadi tanggung jawabmu untuk disayangi dan dijaga. Apa kamu tidak akan menyesal nantinya jika ada laki-laki lain yang memperhatikanku Dan mencintaiku? "Kata Sarmila sambil menatap muka wajah sang suami yang terlihat frustasi.
Setelah berbicara seperti itu, dan tidak ada respon apapun dari Yoga. Ia langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar, tujuannya yaitu dapur. Meskipun Saskia merasa sangat kesal terhadap Yoga dengan apa yang dilakukannya, laki-laki itu belum bisa berbuat adil terhadap dirinya padahal Saskia juga istrinya yang harus diperhatikan. Ia juga tidak lupa dengan tanggung jawabnya sebagai seorang istri, Sudah saatnya Saskia mempersiapkan sarapan dan semua keperluan suaminya sebelum berangkat ke kantor. Setelah berada di dapur, dengan telaten tangan Saskia mengambil satu demi satu bahan makanan yang akan dimasaknya, Ia juga sangat tahu bahwa sarapan apa saja yang sangat disukai suaminya. Walaupun Yoga tidak pernah tahu apa yang diinginkan oleh Saskia, akan tetapi sebagai seorang istri yang baik ia berusaha mencari tahu makanan kesukaan suami dan yang lainnya.
Waktu bergulir begitu cepat menu sarapan sudah siap, ia berencana akan mandi terlebih dahulu sebelum mengajak Yoga untuk sarapan bersama.
Saskia melangkahkan kakinya untuk segera menuju kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar ia langsung menuju kamar mandi dan akan melakukan ritualnya di dalam sana Lalu melirik ke arah sang suami, dan ternyata Yoga sedang tertidur.
Mungkin laki-laki itu baru saja bisa memejamkan matanya ketika pagi sudah tiba. Saskia juga tidak membangunkan Yoga, karena ia tahu laki-laki itu tidak bisa memejamkan matanya saat malam tadi, ia langsung menuju tempat di mana akan membersihkan tubuhnya di pagi hari.
__ADS_1