
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Hari ini adalah hari pertama Ayra kembali berkuliah,
beberapa menit yang lalu Ayra tiba dikampus barunya.
Gadis itu menatap gedung didepannya, lalu dengan langkah pasti masuk kedalam, saat sedang berjalan seseorang penepuk pundaknya.
Ayra menoleh,disana ia melihat seorang gadis yang sepertinya seumuran dengannya.
"Haii??" sapanya ramah dengan senyum manis diwajahnya.
Ayra membalas senyum gadis itu,"Hai!" balasanya.
Gadis itu meneleti penampilan Ayra dari atas hingga bawah,"Siswi baru?" tanyanya.
Ayra mengangguk.
"Ohhh, jadi siswi baru di jurusan tata busana itu loe ya? waahh kita sama jurusan dong, kenalin gue Zelona Dika Anggara, loe bisa manggil gue Lona!" Zelona menyodorkan tangannya.
Dengan senang hati Ayra menjabat tangan itu,"Salam kenal Lona, aku Ayra Feroza Laakia, kamu bisa manggil aku Ayra!"
"Salam kenal juga Ayra,Oh btw kamu gedung berapa?" tanya Zelona sambil keduanya berjalan.
"Aku gedung tiga! jawab Ayra.
"Oh yeaahh..kita emang jodoh, kita satu gedung, kalau begitu ayo keruangan" serunya dengan semangat tanpa permisi Zelona menggandeng lengan Ayra lalu pergi dari sana.
Ayra tersenyum, ia tak menyangka jika di hari pertama kuliah ia akan mendapatkan teman pertamanya.
tepat pukul sepuluh kelas selesai,
Pagi ini mereka hanya punya satu makul.
Kedua gadis itu kini berada disebuah Caffe dekat dengan kampus mereka.
"Wow jadi loe pindahan Kairo?" seru Zelona menatap kagum Ayra.
"Iya!" jawab gadis itu.
"Terus kenapa loe pindah??" tanya Zelona, gadis itu menatap Ayra dengan mata bulatnya dengan sedotan tak lepas dari bibirnya.
"Aku-"
__ADS_1
"Ayra?"
Kedua gadis itu serempak menoleh kesamping dimana seorang pria berdiri disana melihat kearah keduanya.
...°°°°°°...
"Jadi kamu juga kuliah disini?" tanya Zion, kini pria itu bergabung dengan kedua gadis tersebut.
"Iya hari ini hari pertama saya, saya juga gak nyangka kalau Bapak dosen disini" jawab Ayra.
"Sebelumnya kamu dimana?"
"Saya pindahan Kairo Pak!" jawab Ayra.
Zion mangut mangut,"Berarti kita sama, aku seminggu yang lalu juga baru pindah kesini"imbuh Zion.
Ketiganya saling ngobrol dan saling tukar cerita, hingga ponsel milik Ayra berbunyi bertanda pesan masuk.
Mas Adam
Aku didepan kampus, kamu dimana?
Ayra mengernyit membaca pesan tersebut,"Emm Lona, pak Zion, saya pamit duluan ya"ujar Ayra buru buru.
"Kenapa? makan loe belum selesai ini Ra!" tukas Zelona.
"Ngak papa, kalau gitu aku pamit ya, Assalamu'alaikum!" Ayra langsung pergi dari sana, ia takut jika nanti suaminya lama menunggunya.
Zion menatap punggung Ayra yang menghilang dibalik pintu kaca tersebut,sedangkan Zelona gadis itu kembali makan.
Ayra berlari kecil menuju gerbang kampusnya, disana ia melihat mobil suaminya, gadis itu langsung menghampiri.
Adam menoleh kesamping, disana Ayra berdiri, Adam menyuruhnya masuk, Lalu Arya masuk kedalam.
"Assalamu'alaikum Mas!" serunya, sambil meraih tangan kanan Adam lalu di ciumnya dengan takzim, Adam tak menolaknya.
"Wa'alaikumsallam!" jawabnya singkat.
"Kenapa Mas yang jemput?" tanya Ayra ketika mobil itu melaju.
"Kau kira aku mau? Jika bukan karena Mama aku juga tidak akan mau menjemputmu!" sarkas Adam.
Hati Ayra kembali berdenyut sakit mendengar perkataan suaminya, Ayra bingung entah kenapa tiba tiba saja sikap suaminya mulai berubah dan perkataanya juga sangat tidak enak untuk didengar.
Apa karena kejadian tadi pagi?
Ayra membuang pandangannga keluar jendela, gadis itu lebih memilih menatap lalu lelang kendaraan dari pada menanggapi perkataan suaminya yang menyakiti hati.
Sedangkan Adam pria itu sekilas melirik sang istri,lalu kembali fokus kejalanan.
'Maafkan aku, aku harus seperti ini agar kau tak mengharapkan lebih dariku Ay!'
Sekitar beberapa menit berlalu melanda keheningan didalam mobil terasebut,mereka tiba disebuah rumah mewah.
Adam turun dari mobil terelah memarkirnya, Ayra juga ikut turun dan mengikuti langkah sang suami.
Keduanya masuk kerumah tersebut dan langsung disambut sang Mama dan juga Papa.
__ADS_1
"Assalamu'alaikim Mama, Papa!" sapa Ayra mencium takzim kedua tangan mertuanya bergantian.
"Wa'alaikumsallam sayang!" jawabnya.
"Ayo masuk sayang, jangan malu malu anggap saja rumah sendiri!" ujar Anita menuntun sang menantu kesayangan.
Ayra tersenyum, sedihnya yang tadi karena perkataan sang suami langsung hilang saat mendapat perhatian dari sang mertua.
Adam yang diabaikan memutar matanya jengah, ia masih tak habis pikir dengan Mamanya yang dengan begitu mudah menyukai Ayra, padahal dulu saat ia pertama kali mengenalkan Azizzah Mamanya tak seperti ini.
Leo mendekati putranya,"Apa kau memperlakukannya dengan baik?" tanyanya.
Dengan malas Adam hanya mengangguk saja,"Jangan pernah abaikan istrimu jika tak ingin menyesal son, yang lalu biarlah berlalu sekarang Ayra istrimu dan juga tanggung jawabmu!" jelas sang Papa.
"Yes Dad!" jawabnya singkat.
"Good boy!"
Setelah tadi makan malam bersama, yang tadi Ayra pikir akan pulang nyatanya mereka akan menginap disini,
itu semua atas permintaan sang Mama yanv tak bisa ditolak oleh Adam.
Adam masuk kedalam kamar, namun ia melihat sang istri yang masih menggunakan mukenahnya tertidur dilantai diatas sajadah.
Sejenak Adam menatapnya dalam, apa yang istimewa dari gadis ini? Kenapa semua keluarganya begitu menyukainya?
Helaan nafas terdengar dari pria itu,dengan terpaksa Adam menganggkat tubuh sang istri untuk dipindahkan ketas ranjang, tanpa melepas mukenahnya.
Setelah menyelimuti sang istri, Adam masuk keruang ganti.
Setelah nya pria itu mengambil bantal dan selimut yang baru lalu tidut disofa, mulai hari ini pria itu tidak akan tidur seranjang lagi dengan Ayra,
Bukannya tidak mau hanya saja ia tak ingin membuat gadis itu salah paham atas sikap baiknya.
Azan subuh berkumandang, Ayra terbangun gadis itu bingung saat ia melihat sekitar.
"Bukannya aku tadi ketiduran dilantai? Lalu kenapa aku ada disini?"gumamnya saat mendapati dirinya diatas kasur.
Kedua matanya menelusuri kesamping namun yang ia cari tak ada disana, hingga tatapannya jatuh kesebuah sofa panjang dekat dengan jendela.
Hatinya sakit saat melihat sang suami memilih tidur disana dari pada disampingnya.
Gadis itu turun dari ranjangnya lalu mendekat kearah sang suami, Ayra berjongkok tepat disamping Adam yang masih tertidur itu.
Ayra menatap lekat wajah Adam, dengan jarak sedekat ini Ayra semakin jatuh kedalam pesona sang suami.
"Sebegitu inginkah kamu menutup hati untukku Mas?" ucapnya lirih tepat didepan wajah Adam yang masih menutup mata.
"Aku tahu Mas masih mencintai kak Azizzah,tapi kakak udah ngak ada lagi, bahkan kita sama sama melepas kepergian kakak, sekarang Aku istrimu Mas..hiks..hiks..salahkah jika aku mencintaimu? Tidak bisakah Mas berikan aku sedikit saja rasa cintamu?" ucapnya sambil menahan isak tangis didepan wajah Adam.
Tak ingin membangunkan sang suami dengan cepat Ayra menghapus air matanya lalu beranjak dari sana lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menunaikan dua raka'atnya.
Tanpa sadar jika sedari pertama Ayra menghampirinya dan berbicara Adam mendengar semua perkataan gadis itu.
Adam membuka matanya saat mendengar pintu kamar mandi tertutup,
Pria itu menatap nanar kamar mandi tersebut.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak bisa!" ucapnya lirih.
Bersambung....