
Enjoy and
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Malam hari
Kediaman Ace Frediksson
Bulan sudah diperboleh untuk pulang, sebenarnya dokter menyarankan dirinya untuk menginap satu malam lagi, namun Bulan menolaknya dan disinilah dirinya, didalam kamar tiduran sambil maraton drakor.
Saat sedang asik asiknya menonton tiba tiba ponselnya berbunyi.
Ting!!
Menandakan sebuah pesan masuk.
Dengan malas Bulan meraih ponselnya yang ada disamping kirinya, lalu membuka sebuah aplikasi warna hujau.
Cowok aneh😑
[Gue lagi diluar]
Kening Bulan mengerut kala membaca pesan tersebut, berpikir jika cowok itu salah kirim, tanpa membalas Bulan melempar ponselnya kesamping lalu melanjutkan tontonannya.
Namun baru beberapa menit ponselnya kembali bersuara namun kali ini lumayan panjang karena sebuah panggilan masuk.
"Haiiss, kenapa sih sama ini cowok ganggu aja deh perasaan!" kesalnya namun tak urung menjawab panggilan tersebut.
"Ada apa?"
Bintang yang ada diseberang sana sampek kaget mendenger suara Bulan.
"Buset dah nih cewek, maen gas aja!" gumamnya seraya menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Hallo!"
Mendengar suara Bulan Bintang kembali mendekatkan ponsel ketelinganya.
"Lo dimana?" tanya Bintang.
"Di rumah kenapa?"
"Judes amat mbak, lagi Pms?" seru Bintang cekikikkan.
Bulan yang mendengar itu hanya memutar matanya jengah,"Ada perlu apa telpon aku malam malam gini, kalau nggak penting aku matiin nih!" lanjut Bulan jengkel.
"Ya jangan lah, orang belum ngomong apa apa juga, Lo nggak lupakan sama pesan gue tadi pagi?"
"Iya, kenapa?"
Bintang tersenyum mendengar jawaban Bulan,"Nah berhubung lo nggak lupa, dan berhubung gue lagi di luar, jadi gue minta lo samperin gue sekarang dan temenin gue jalan jalan!" ujar Bintang panjang lebar.
"What? kamu gila nyuruh aku keluar malam malam gini?"
"Ya elah, tinggal keluar doang juga!" ujar Bintang entang.
__ADS_1
Bulan masih kaget dengan ucapan Bintang barusan,"Nggak, aku nggak mau, Ayah aku nggak bakalan ijinin ya!" ujar Bulan.
"Yaudah deh, gini aja, kirim alamat rumah lo sekarang biar gue yang minta ijin nya, nggak ada bantahan!"
Belum juga Bulan menjawab, Bintang lebih dulu memutuskan sambungan telponnya.
"Iss nih cowok maksa banget sih,dibilangin batu banget lagi!" gerutu Bulan namun tak urung mengirim alamat rumahnya.
Setelah mengirim alamat rumah, Bulan bergegas keluar kamar, ia segara mencari keberadaan Ayah dan Bundanya.
"Ayah, Bunda kalian dimana?" teriaknya nyaring.
"Bunda sama Ayah di belakang dekat kolam!" balas teriak Ace.
Dengan piama tidur dan sendal bulu bulu nya gadis itu pergi kebelakang,"Ada apa Nak?" tanya Ayra.
Bulan berdiri disamping Ibunya sambil memainkan jarinya,"Ayah, boleh nggak malam ini Bulan keluar?" tanya Bulan ragu ragu.
Tak ada jawaban dari sang Ayah membaut Bulan degdegan,"Mau kemana sayang?" tanya Ayra.
Mendengar suara ibunya Bulan mendongak,"Emm mau jalan jalan aja Bun, sama temen!" jawabnya sesekali melirik Ayahnya.
"Cewek apa Cowok?" tanya Ace.
"Cowok Yah, tapi dia lagi dijalan otw kesini, katanya mau minta ijin langsung sama Ayah kok!" jawab Bulan cepat, ia tak mau nanti Ayah dan Bundanya salah paham.
Ace diam,
"Mas!" tegur Ayra.
Ace menghela nafasnya,"Yasudah Ayah tunggu diruang keluarga!" jawab Ace sambil berdiri dari sana dan masuk kedalam.
Ayra pun beranjak dari duduknya,"Sudah sana siap siap, katanya mau jalan!" kata Ayra tersenyum.
Bulan pun tersenyum lalu dengan berlari kecil kembali menuju kamarnya.
Dirasa sudah siap, gadis itu segera turun kebawah.
Baru saja kakinya menyentuh lantai satu, seorang wanita setengah baya mengunakan baju pelayan menghampiri dirinya.
"Non, di depan ada kawannya!" ujar Bibik Marni.
"Oh iya makasih ya Bik!" Bulan segera menuju depan dan benar, didepan pintu Bintang berdiri dengan tampannya.
"Hai?" sapa Bulan.
Mendengar suara itu Bintang menoleh.
Deg! Deg! Deg!
Tiba tiba jantung Bintang berdegup saat melihat Bulan, entah kenapa aura gadis itu tiba tiba berbeda dengan saat ia menggunakan seragam sekolah.
Saat ini Bulan terlihat...
Cantik?
"Bintang!"
Bintang terperanjat saat Bulan menepuk bahunya, dengan segera cowok itu menetralkan degupan jantungnya.
"Ayo masuk, Ayah sama Bunda udah nungguin kamu didalam!" ujar Bulan lagi.
Bintang mengangguk, lalu ikut masuk kedalam mengikuti langkah Bulan.
__ADS_1
saat berjalan, tak lupa Bintang melihat lihat isi rumah Bulan.
"Ayah, Bunda ini kawan Bulan!" ujar Bulan kembali menyadarkan Bintang.
Ace dan Ayra langsung menyorot cowok yang ada disamping putri mereka, dan saling pandang, sepertianya mereka pernah bertemu.
"Hallo Om, tante, kenalin saya Bintang!" ujarnya sambil mencium punggung tangan Ayra dan Ace bergantian.
"Katanya kamu mau ajak anak saya keluar?" tanya Ace, aura mendominasi menguar begitu saja saat Ace menatap tak bersahabat cowok itu.
Gluk!
Dengan susah payah Bintang menelan salivanya merasakan aura dominan dari Ayahnya Bulan.
"Mas!" tegur Ayra menepuk pelan paha suaminya.
Ace mendengus,"Sebelum saya kasih izin, siapa nama lengkapmu? lalu siapa nama orang tuamu?" tanya Ace.
"Ayaaahh!!!"
"No Princces, kamu satu satunya putri Ayah, dan ini kali pertama ada seorang laki laki yang BERANI ngajak anak Ayah jalan jalan" tekan Ace menatap tajam Bintang," jadi Ayah harus menanyakan latar belakangnya, karena kalau terjadi sesuatu sama kamu, maka Ayah nggak akan tinggal diam!" jelas Ace, tentu saja dia harus seperti ini, Bulan itu putri berharganya.
Kembali Bintang menelan salivanya, ternyata Bulan anak satu satunya keluarga ini.
Baru saja Bintang ingin menjawab lebih dulu dipotong sama Ayra,"Tunggu dulu, tante rasa kamu telihat cukup familiar" ujar Ayra.
"Apa maksud kamu sayang?" tanya Ace.
"Iya, tidakkah Mas merasa kalau dia mirip seseorang, Ah Bintang kalau tidak salah apa nama Ibu kamu Zellona? Dan Ayah kamu Zion?" tanya Ayra.
Bintang cukup kaget saat nama Mommy dan Daddy nya disebut,"Loh, kok tante bisa tahu, iya itu nama Mom sama Dad!" jawab Bintang.
Ace dan Bulan juga ikut kaget, hanya Ayra yang terlihat tersenyum.
"Haahh..ternyata dunia begitu sempit ya Mas, ternyata dia kembarannya Langit,keponakan mu mas!" ujar Ayra.
...°°°°°°...
Pagi ini Bulan sudah bersiap untuk kesekolah.
saat sedang memasukkan buku buku kedalam tas tiba tiba ia mengingat kejadian semalam.
Gadis itu terkekeh, ia tak menyangka ternyata Bintang kembaran Langit, anak Bibi Zellona dan paman Zion yang dulu pernah tinggal bersama neneknya.
Sepertinya dirumah pun tidak ada yang tahu.
Semalam mereka tidak jadi keluar untuk jalan jalan, melainkan mengobrol dengan keluarganya, ternyata Bintang orang nya lucu.
"Sayang, kamu udah siap belum? Dibawah ada Nana!" suara Ayra menyadarkan Bulan.
"Iya Bun, ini udah siap!"
Segera gadis itu segera keluar dari kamar, setelah menyapa ibu dan ayahnya dan juga berpamitan Bulan dan Nana segera pergi untuk kesekolah...
...°...
...°...
...°...
...°...
...°...
Bersambung......
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya, semoga suka dan terimakasih sudah mau mampir dan meninggalkan jejak nya🥰🙏...
Terimakasih sudah mampir🥳🥳